Posted in AU, Chapter, Comedy, Family, Fanfiction, FF : Complicated Fate, PG-15, Romance, Sad, Tragedy

FF : Complicated Fate Part 2 [I Will Find You]

 

wpid-kim-hyerim-request-complicated-fate.jpg

Complicated Fate 

〈 Part 2 : I Will Find You 〉

Cast :

Hyerim (OC) as Oh Hyerim || Luhan EXO-M as Xi Luhan || Sehun EXO-K as Oh Sehun || Sulli F(x) as Choi Jinri

Genre : Family, Romance,  Comedy, AU, Sad, Tragedy || Lenght : Multi Chapter || Rating : PG-15 / Teens || Poster By : ZHYAGAEM06 @ Yoora Art Design || Backsound : SM The Ballad Vol.2 – When I was where u were | Taylor Swift – Sad Beautiful Tragic

Summary :

Berawal dengan mendapat beasiswa di Korea, Luhan pun mengantongi misi untuk menemukan adiknya yang hilang 19 tahun lalu di Korea. Di Korea, Luhan bertemu juga jatuh cinta pada pandang pertama pada Oh Hyerim—aktris nan tengah naik daun, pertemuannya dengan Sang Gadis, menghantarkannya mengenal sosok Oh Sehun yang secara tak langsung mengingatkannya akan sosok adiknya. Adapula Choi Jinri yang sangat menyukai Luhan dan berambisi memilikinya. KeempatnyaOh Hyerim, Xi Luhan, Oh Sehun, dan Choi Jinri harus menerima sebuah takdir yang sangat memusingkan. Takdir yang harus mengubah sebuah perasaan, takdir tentang keluarga dan cinta. Akankah keempatnya menerimanya atau menentangnya? Lantas apakah Luhan akan menemukan adiknya?

Previous
Teaser || Part 1

©2014 HyeKim’s Fanficton Story

“Brotherhood means, I always come for you no matter the cost” — Unknown


Setelah sampai di kantin Universitas Dongguk, Luhan mencari-cari sahabatnya Kim Jongdae. Setelah 1 menit mencari, Luhan bisa menemukan Jongdae sedang memakan makanan ringan di meja yang berada di ujung kantin dan berada di dekat jendela taman Universitas Dongguk yang asri.

Luhan menghampiri Jongdae kemudian duduk di hadapan pria itu, Jongdae yang menyadari kehadiran Luhan, langsung menolehkan kepalanya kepada Luhan yang telah menjadi sahabatnya selama 5 tahun ia pindah ke China dari Korea.

“Hey!” sapa Jongdae singkat sembari tersenyum.

“Bagaimana keadaan nenekmu?” tanya Luhan dengan menyungging senyum juga.

“Sudah membaik,” jawab Jongdae singkat. “Ah cam! (Oh iya) Apa maksud ceritamu kemarin malam? Kau mempunyai adik yang sudah 19 tahun lamanya hilang?” Jongdae tampak menatap Luhan serius, menunggu jawaban sahabatnya itu.

“Ya, aku mempunyai seorang adik yang hilang saat kecelakaan yang menimpa keluargaku di Korea 19 tahun lalu,” jawab Luhan.

“Jadi kamu akan mencari adikmu itu?” Luhan tampak menganggukan kepalanya. “Kamu serius ingin mencarinya, Luhan-ah? Kejadian itu sudah 19 tahun yang lalu.”

“Aku harus mencari adikku! Aku yakin dia masih hidup!” tegas Luhan. “Dan bisakah kamu membantuku, Jongdae-ah?” Luhan berucap seraya menatap Jongdae.

“Kurasa bisa,” sahut Jongdae, “Bila orang tuamu dulu sudah melapor pada polisi dan tidak menemukan adikmu, bahkah jasadnya pun tidak ditemukan, berarti ada yang mengambil adikmu.” Jongdae menyimpulkan sembari memiringkan kepalanya, berpikir.

“Maksudmu menculik adikku?”

“Ya bisa jadi seperti itu dan mungkin adikmu dijual oleh penculik itu,” Luhan tampak terkejut mendengar ucapan Jongdae dan sahabatnya itu tertawa. “Itu mungkin saja, bukan? Tapi kata ‘mungkin’ itu harus kita cari tahu.”

“Dengan cara apa?” tanya Luhan dengan tampang ingin tahunya.

“Mencari adikmu. Kita bisa mencari adikmu yang kurasa diambil orang itu. Kalau adikmu diculik, berarti yang menemukan dan membawa adikmu orang jahat. Bila orang baik yang menemukan adikmu, orang itu akan melapor ke kantor polisi.” Jongdae berujar kalem.

“Tapi polisi pun tidak tahu tentang adikku,” ujar Luhan, Jongdae tampak berpikir kembali dengan memutar-mutar bola matanya, “Mungkin orang jahat yang mengambil adikku.” kata Luhan lagi, sorot matanya menjadi sedih.

“Hey! Segala sesuatu jangan dipikirkan dengan pemikiran negatif dulukan? Jadi berpikirlah positif,” frasa Jongdae mencoba menenangkan Sang Sahabat, Luhan  pun hanya menghembuskan napas berat.

“Jadi? Menurutmu apa yang terjadi dengan adikku?” Luhan menatap sahabatnya yang sedang menopang dagunya dan berpikir keras bersama lipatan dahinya.

“Kalau orang baik yang menemukannya, selain dibawa ke kantor polisi pasti dibawa ke tempat lain. Mungkin ke tempat penampungan anak hilang?” Jongdae menatap Luhan, Luhan pun berpikir sejenak tentang ‘tempat penampungan anak hilang’

Luhan seperti menemukan jawaban dan menatap Jongdae dengan mata membulat lebar “Panti asuhan!” seru Luhan seraya menjentikan jarinya.

“Yap! Majayo! (Benar sekali)” ucap Jongdae dengan mengacungkan kedua jempol, puas.

“Jadi, kita harus mulai mencari di setiap panti asuhan.” kata Luhan dengan tekad bulat di wajahnya.

****

Nunaa!!! Bangunnnn!!!” Sehun mengetuk-ngetuk pintu coklat tua yang ada di hadapannya. “Nuna, kau tidak ingin kutinggalkan lagi kan? Maka dari itu, cepatlah bangun.”

“Sebentar!” terdengar suara Hyerim dari dalam kamar.

“Cepatlah mandi, aku tunggu nuna di ruang makan.” Sehun pun bergerak turun ke lantai bawah dan menuju ruang makan, di ruang makan sudah ada Tuan dan Nyonya Oh.

“Selamat pagi Sehunnie,” sapa Nyonya Oh dengan mengulum senyum lembut.

“Pagi umma,” Sehun pun duduk di kursi yang berada di depan Tuan Oh.

Nunamu mana? Pasti baru bangun tidur lagi kan?” Tuan Oh berujar dan Sehun hanya menganggukan kepalanya.

“Ckckck kebiasaan sekali anak itu, sepertinya perkerjaannya menjadi actress membuatnya terlalu lelah.” komentar Tuan Oh dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.

Sarapan pun dilaksanakan dalam keheningan, lalu beberapa saat kemudian terlihatlah Hyerim yang turun dari anak tangga menuju ruang makan.

“Pagi appa, umma, Sehunnie,” Hyerim menayapa anggota keluarganya lalu mengambil sepotong roti dan memakannya, serta meminum satu gelas susu tanpa menghabiskan semuanya. “Sehunnie, kajja, kita berangkat.” Hyerim langsung menarik adiknya berdiri.

“Hanya sarapan itu?” tanya Nyonya Oh dengan alis terangkat.

Yee umma, aku dan Sehun bisa terlambat bila aku sarapan,” kata Hyerim dan lantas menarik Sehun untuk keluar rumah “Appa, umma, annyeong.” pamit Hyerim dengan lambaian singkat serta cengiran menghiasi. Dirinya tak menghiraukan Sehun yang mengerucut sebab main ditarik saat sedang menikmati sarapannya.

****

“Apa? Tawaran syuting lagi?” Subin tampak sedang berbicara ditelepon dengan seseorang.

“Ya, Subin-ah, Hyerim dan aku menjadi pemeran utama lagi di drama baru ini,” vokal seorang pria terdengar dari sebrang sana dan ucapan pria tersebut membuat Subin mengerucutkan bibirnya kesal.

Eoh? Aku dapat peran apa?” Subin berusaha menutupi kekesalannya.

“Orang ketiga lagi ahahaha,” Jonghyun, pria yang sedang berbicara dengannya, tampak tertawa. “Mungkin memang kita dikenal sebagai trio cinta segitga ya bersama Hyerim.”

“Ah ya mungkin,” respon Subin datar. “Ngomong-ngomong, apa judul drama tersebut?” tanya Subin, mengalihkan topik untuk merendam dongkolnya.

“Confusing Love. Drama ini menceritakan sepasang adik-kakak yang sangat dekat sampai suatu hari hubungan mereka sedikit hancur karena pria yang disukai Sang Adik menyukai Sang Kakak, tetapi Sang Kakak malah menyukai dosennya di kampus dan ia menolak pria yang disukai Sang Adik.” jelas Jonghyun.

“Lalu, Sang Adik menyerah dan menemukan pria lain, dan pria yang menyukai kakaknya juga menyerah dan menemukan gadis yang lain, lantas Sang Kakak menjadi kekasih dosen yang ia sukai itu. Tetapi Si Kakak tidak langsung mempunyai hubungan yang lancar dengan Si Dosen, karena mantan kekasih dosen itu menggerecoki hubungan Si Dosen dengan kekasih barunya,” ucap Jonghyun membeberkan sinopsis drama tersebut.

“Nama peran di drama itu siapa saja?” Subin mengutar tanya lagi.

“Adik dan kakak itu bernama Jung Semi dan Jung Sena, Semi itu Sang Kakak, dan Sena adalah Sang Adik. Dosen yang disukai Semi adalah Kim Jaehyun, pria yang disukai Sena yang malah menyukai Semi adalah Cho Hyunwoo, dan mantan kekasih Jaehyun yang akan diperani olehmu bernama Song In Jung,” jawab Jonghyun.

“Oh geurae (begitu), kita akan mulai syuting itu beberapa hari kedepan?”

“Sutradara Yoon sih bilang begitu, tapi entahlah,”

“Baiklat, terima kasih untuk informasinya oppa.” Subin mematikan sambungan telepon tersebut.

“Kenapa harus Oh Hyerim yang menjadi pemeran utama lagi hah!? Menyebalkan sekali!” gerutu Subin kesal dengan menghembuskan napas keras. Ia pun keluar dari ruangan senat serta diwaktu bersamaan dirinya mendengar suara seorang gadis memanggil namanya.

“Subin sunbae!” Jinri, gadis yang memanggil Subin tadi, tampak berlari menuju Subin yang menoleh sembari menatapnya.

Mian, nuguseyo? (Maaf, siapa?)” Subin bertanya dengan menatap Jinri bingung, ia sangat tidak suka dengan orang yang sok kenal dan sok akrab.

Annyeong haseyo sunbae, naneun Choi Jiniri imnida, (Hallo senior, namaku Choi Jinri)” Jinri membungkukan badannya kemudian menyungging senyum lebar. “Aku salah satu penggemar beratmu, aku juga haters dari Oh Hyerim, dia rivalmu kan? Eheheh.”

“Wow! Kau bahkan tahu gadis preman itu rivalku? Hebat sekali,” puji Subin dengan mimik takjub.

“Tentu saja! Aku kan penggemar beratmu!” ucap Jinri bangga. “Apakah aku boleh meminta tanda tanganmu sunbae?” Jinri menyodorkan buku dan pulpen pada Subin.

“Tentu saja boleh,” Subin tersenyum dan mengambil buku dan pulpen tersebut, lalu mengembalikannya pada Jinri setelah halaman buku itu tergores oleh tanda tangannya.

“Ahh sunbae terima kasih banyak! Sunbae sungguh cantik!” kata Jinri semangat.

Ahh neoddo Jinri-ya (kau juga Jinri),” balas Subin dengan rendah hati.

Sunbae, aku sangat ingin menjadi actress. Bila ada lowongan, aku ingin ikut serta, bolehkah?” kata Jinri, wajahnya dipenuhi harapan.

“Boleh sekali, Jinri-ya. Nanti akan kukabari kamu bila ada lowongan sebagai pemeran.” Jinri tampak tersenyum riang mendengar ucapan Subin barusan

Khamshamnida sunbae! (terima kasih senior!)” Jinri membungkukan badannya lagi sambil tersenyum lebar.

****

Luhan dan Jongdae sedang berada di dalam mobil milik Jongdae. Mereka berdua berangkat ke kampus bersama, karena Jongdae juga membeli appartemen di tempat yang sama dengan Luhan, bahkan flat mereka berhadap-hadapan.

Saat lampu merah menyala, mobil yang membawa mereka berdua berhenti. Luhan maupun Jongdae menunggu lampu sampai hijau. Saat sedang menunggu, Luhan menolehkan kepalanya ke arah samping dan mendapati sebuah barner yang terpasang di halte bus, barner itu terdapat foto yang menampilkan 2 orang gadis dan 1 orang pria yang berada di tengah kedua gadis tersebut dan pria itu merangkul 2 gadis yang berada di sebelah kanan-kirinya.

Luhan tadi hanya iseng menolehkan kepalanya menatap-natap sekeliling, tapi barner itu menarik perhatiannya, karena gadis yang berada di sebelah kanan pria yang merangkulnya tampak ia kenali.

“Kamu melihat apa?” tegur Jongdae karena merasa Luhan seperti memperhatikan sesuatu.

“Barner itu,” Luhan menjawab sembari menunjuk barner yang terpasang di halte bus di sebrang jalan, Jongdae menoleh dan memperhatikan barner tersebut.

“Oh barner itu, itu foto kedua actress dan seorang actor yang sedang naik daun karena drama pertama mereka yang mendapatkan rating tinggi. Drama itu berjudul emm… ya, Winter Fantasy, tadi malam adalah episode terakhir drama tersebut, aku tahu karena nenekku suka menonton drama itu. Aneh sekali nenekku masih suka drama-drama untuk remaja seperti kita,” ucap Jongdae.

“Oh begitu. Apakah kamu tahu siapa gadis yang berada di sebelah kanan pria yang berada di tengah itu?” tanya Luhan, Jongdae memperhatikan kembali barner tersebut.

“Itu adalah Oh Hyerim, pemeran utama wanita di drama Winter Fantasy. Dan pria yang di tengah itu Lee Jonghyun, pemeran utama pria di drama tersebut. Dan gadis yang berada di sebelah kiri Jonghyun adalah Park Subin, peran antagonis di drama itu, intinya orang ketiga diantara Hyerim dan Jonghyun. Mereka terkenal sebagai trio cinta segitiga.” Jongdae menjelaskan dan tanpa ia sadari karena mengobrol terlalu panjang, lampu sudah hijau, ia buru-buru menjalankan mobilnya karena beberapa klakson mobil terdengar di belakang mobilnya.

Luhan tampak terdiam saat mendengar penjelasan Jongdae. “Jadi gadis itu adalah seorang actress?” gumam Luhan dalam hati.

“Oh iya!” Jongdae tampak mengingat sesuatu, “Oh Hyerim dan Park Subin, kedua actress tersebut berkuliah di Dongguk University, mereka masuk fakultas seni seperti kita.” ucap Jongdae.

“Oh Hyerim itu sangat cantik, ya,” komentar Luhan.

“Tentu saja, dia sangat sempurna, bahkan aktingnya sangat luar biasa! DIa memerankan Min Hyosung di drama Winter Fantasy dengan akting yang sangat sempurna dan tampak mendalami perannya.” sahut Jongdae menyetujui komentar Luhan.

Lalu tanpa terasa, mobil merekapun sampai di Dongguk University. Luhan dan Jongdae turun dari mobil dan berjalan masuk ke Dongguk University. Saat sedang berjalan di koridor, Luhan tampak melihat Hyerim berjalan tak jauh di hadapannya. Luhan tanpa sadar mengikuti Hyerim.

“Hey Xi Luhan! Kamu ingin ke mana?” teriak Jongdae tapi tidak direspon sama sekali oleh Luhan.

Luhan mengikuti Hyerim yang ternyata menuju ruang senat. Hyerim masuk ke ruangan tersebut, Luhan berjalan mendekat ke ruang senat dan mengintip lewat jendela ruangan tersebut.

“Ada apa Yoonjo-ya?” terdengar suara Hyerim kepada gadis yang berdiri di depannya. “Ada hal penting apa kamu memanggilku kemari?” terlihat jelas bahwa Si Gadis Oh terganggu.

“Aku selaku managermu ingin memberitahu jadwalmu,” jawab Yoonjo, kalem sembari mengeluarkan selembar kertas dari tasnya.

“Jadwal apa lagi? Acara veriaty show? Atau menjadi guest untuk suatu acara? Tolong tolak dan bilang aku sibuk untuk kuliah.”

“Bukan, kamu tidak menjadi guest acara apapun. Tapi kamu akan menjadi pemeran utama sebuah drama baru. Ini aku membawa sinopsis drama tersebut, tadi pagi-pagi sekali Sutradara Yoon menghubungiku,” Yoonjo menyodorkan selembar kertas berisi sinopsis drama Confusing Love pada Hyerim.

“Drama baru? Drama apa?” Hyerim menerima sinopsis drama tersebut dan membacanya.

“Ya bergenre romance dan triangle love lagi tetapi drama ini mengisahkan cinta yang memusingkan. Kamu akan menjadi Jung Semi, pemeran utama wanita di drama itu dan pemeran utama prianya adalah Lee Jonghyun-ssi,” Hyerim terdiam mendengar nama Jonghyun, rasanya darahnya berdesir mendengar nama pria yang sudah ia kagumi semenjak mereka pertama kali bertemu.

Eoh! Annyeong! Kamu yang kemarin, ‘kan?” tiba-tiba vokal seorang gadis terdengar dari luar ruang senat.

Hyerim dan Yoonjo menoleh ke arah jendela, terlihat Luhan sedang menatap Jiniri—gadis yang tiba-tiba datang dan menegurnya—.

“Kamu seorang senior, ya? Kukira kita seumuran. Perkenalkan aku Choi Jinri.” Jinri mengulurkan tangannya dan Luhan menjabatnya sembari tersenyum kikuk.

“Xi Luhan imnida,”

Luhan rasanya ingin pergi dari tempat itu sekarang juga, rasanya memalukan sekali tertangkap basah karena telah mengintip Hyerim. Hyerim dan Yoonjo tampak keluar dari ruang senat setelah itu.

“Ada apa ini?” Hyerim menatap Luhan dan Jinri dan matanya membulat kaget melihat Luhan tatkala otaknya mencerna cepat siapa pria satu ini. “Kau!” Hyerim menunjuk Luhan.

“Ya, aku pria yang menabrakmu kemarin dengan mobilku. Namaku Xi Luhan,” ucap Luhan santai.

“Memangnya aku menanyakan namamu?” Hyerim menatap Luhan dengan tatapan marah karena mengingat kejadian kemarin. “Kenapa kamu ada di sini? Kamu mengikutiku?” tanya Hyerim, menatap Luhan curiga.

Mendengar todongan Hyerim, Luhan mendengus. “Cih! Percaya diri sekali dirimu Nona Oh! Aku berkuliah di sini.”

“Hei! Sebenarnya ada apa di antara kalian?” tanya Yoonjo bingung dengan situasi saat ini.

“Yoonjo-ya, ayo kita pergi,” Hyerim langsung menarik tangan Yoonjo.

“Hey! Oh Hyerim!” Luhan berteriak memanggil Hyerim dan mengejar gadis itu. Hyerim pun tampak berlari guna menghindari Luhan.

Ige mwoya? (Apa-apaan ini?) Kenapa Luhan sunbae mengejar sunbae menyebalkan itu?” ucap Jinri sembari menatap kepergian Luhan yang mengejar Hyerim.

****

“Oh Hyerim!” Luhan memanggil nama Hyerim. Akhirnya, ia berhasil mengejar gadis itu dan menarik tangannya.

Yak! Apa-apaan kau ini? Kenapa mengikutiku sih?” Hyerim menatap Luhan jengkel dan melepaskan genggaman Luhan dengan kasar.

“Soal kemarin, aku benar-benar minta maaf,” Hyerim tampak tak acuh dengan sorot mata lasernya. “Kumohon maafkan aku.” lanjut Luhan diakhiri senyum lembutnya.

“Ya, terserah!” jawab Si Gadis sinis. Hyerim pun berjalan hendak meninggalkan Luhan dan menyusul Yoonjo yang tadi meninggalkannya karena dirinya main ditarik oleh Luhan.

“Tapi, bolehkah aku menanyakan sesuatu?” langkah Hyerim berhenti lalu menatap Luhan malas.

Tangan Hyerim berpangku di pinggang, dengan ogah-ogahan, dirinya bertanya. “Apa?”

“Kalau aku ingin menjadikanmu pacarku, kamu mau atau tidak?” Luhan menatap Hyerim dengan senyum jahilnya.

Mendengar tuturan blak-blakan Luhan, mulut Hyerim cengo dengan air wajah blanknya. “Musun soriyo!? (Apa katamu?) Cih! Neo jinjja utgida! (Kau benar-benar lucu) Tentu saja aku tidak mau!”

Kepalanya dimiringkan oleh Luhan, masih juga dirinya menyungging senyum jahil. “Aku tidak menerima penolakan!”

Bola mata Hyerim berputar kemudian menatap tajam Luhan. “Apa sih maumu? Bisakah kamu tidak menggangguku?” tetapi entah mengapa Luhan malah semakin tertarik menjahili gadis di hadapannya ini.

“Gadis preman sepertimu ini sangat menarik ya. Hmmm… wajahmu juga cantik dan mulai sekarang kau adalah kekasihku,”

Napas gadis Oh di depannya terhela dengan wajah tak percayanya. “Nongdamhajima! (Jangan bercanda) Jinjja utgida ahniya (benar-benar tidak lucu).” Hyerim rasanya ingin mencabik-cabik wajah pria di hadapannya ini.

Nan nongdam ahniya (aku tidak bercanda),” Luhan tersenyum tenang pada Hyerim dan mendekati gadis itu, membuat Hyerim mundur beberapa langkah ke belakang dan akhirnya terpojok saat ia merasa sudah bersender pada tembok di belakangnya.

Merasa gugup mulai melanda, gadis marga Oh tersebut berseru “Utkijima! (Jangan melucu)” dan Hyerim pun membuang mukanya untuk tidak menatap Luhan yang sedang menatapnya lekat.

Di depan Hyerim, Luhan hanya tersenyum tipis penuh arti. “Kamu ingin syuting drama baru, ya? Lokasi syuting untuk shoot pertama di mana?” tanya Luhan kemudian.

“Kamu tidak perlu tahu! Dan untuk apa kamu tahu? Hush! Sana, pergi menjauh dariku. Aku harus pergi!” Hyerim berusaha mendorong Luhan tetapi pria itu menahan tangan kanan dan kirinya.

Nae yeojachinggu-ya (pacarku), bisakah kamu bersikap lebih manis hmm?” Luhan memiringkan kepalanya sembari menatap Hyerim dan tersenyum hangat pada gadis itu, Hyerim tampak salah tingkah dan saat Luhan mulai mendekatkan diri padanya, ia memilih untuk menutup matanya.

“Ahahahahahahaahaa!” tawa Luhan meledak saat melihat tingkah Hyerim, “Yak! Yak! Nona Oh, kamu pikir aku ingin menciummu hah? Sampai menutup mata seperti itu, ahahaha.”

Hyerim pun membuka matanya dan menatap Luhan jengkel, lalu menghampiri pria itu dan memukul perut pria tersebut.

YAK! KAU SUNGGUH MENYEBALKAN!” teriak Hyerim dan berhasil membuat semua orang melirik pada mereka berdua.

Hyerim pun langsung pergi meninggalkan Luhan, karena sudah banyak pasang mata yang melihat mereka berdua. Hyerim tidak mau beredar gossip yang tidak-tidak tentang dirinya karena pria menyebalkan itu. Tetapi sepertinya gossip yang tidak-tidak itu akan tersebar, karena beberapa mahasiswa dan mahasiswi tampak berbisik-bisik mengenai Hyerim dan Luhan.

****

Hari sudah menjelang sore, para mahasiswa dan mahasiswi Dongguk University sudah menyelesaikan kuliah mereka masing-masing dan tampak berkeluaran dari fakultas dan kelas masing-masing.

Park Subin berjalan tergesa-gesa di koridor kampus, tadi ia menerima pesan dari Jonghyun. Pria itu memintanya untuk menemuinya di Starlight Cafe, cafe langganan Jonghyun, sekaligus cafe milik Park Seyoung —ibu dari Oh Hyerim—. Kalau bukan keinginan Jonghyun, Subin tidak akan menginjakan kaki ke cafe tersebut.

“Hey! Kau lihat tidak Oh Hyerim dengan Xi Luhan tadi siang?” saat Subin berjalan, dia mendengar dua mahasiswi sedang mengobrol, ia memang tidak suka menguping tapi nama yang disebut oleh mahasiswi itu membuatnya berjalan perlahan untuk mendengarkan obrolannya.

“Xi Luhan, pria yang dari China itu? Yang mendapatkan beasiswa di sini? Dari fakultas seni?” mahasiswi yang satu lagi menjawab.

“Iya, kurasa mereka memiliki hubungan.”

“Hubungan apa?”

“Sepasang kekasih mungkin? Tadi siang mereka tampak berdua di ujung koridor dan beberapa yang melihat mereka, mereka seperti bermesraan,”

“Wah! Oh Hyerim actress pendatang baru itu sudah bisa membuat skandal berpacaran, kalau dia dan Luhan ketahuan publik.”

“Oh Hyerim? Xi Luhan?” Subin tampak bergumam, ada hubungan apa Hyerim dan Luhan?

Tidak mau ambil pusing, Subin pun berjalan ke parkiran dan menuju mobilnya. Selama perjalanan menuju Starlight Cafe, dirinya malahan terus memikirkan tentang hubungan Hyerim dan Luhan.

“Ada hubungan apa antara mereka?” Subin terus-menerus berpikir sampai tak terasa ia telah sampai di cafe  bertingkat dua dan berbagunan minimalis serta asri.

Subin turun dari mobil dan berjalan menuju cafe, dirinya langsung menemukan Jonghyun duduk di salah satu kursi di dekat jendela di pojok sebelah kiri cafe. Subin tersenyum dan berjalan menuju Jonghyun.

Annyeong oppa,” sapa Subin dan membuat Jonghyun yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya pun menoleh kepadanya.

Eoh? Wasseo? (Sudah datang)” Jonghyun tersenyum ramah pada Subin.

“Ada apa oppa menyuruhku ke sini?”  Subin bertanya seraya membanting bokong ke kursi di depan Jonghyun.

“Ingin membicarakan tentang drama baru kita,” jawab Jonghyun. “Sutradara Yoon bilang, lusa kita bisa langsung syuting.”

“Lusa? Sepertinya cepat sekali,”

“Kamu tahu sendirikan, Sutradara Yoon itu memang seperti itu,”

“Memang sih, oppa baru memberi informasi ini padaku?”

“Ya, dan aku akan memberitahu Hyerim. Sebentar lagi dia datang.”

Subin merasa kesal mendengar nama Hyerim terucapa dari bibir Jonghyun dan tunggu… tadi Jonghyun bilang gadis itu akan datang?

“Sial!” gumam Subin pelan nyaris tidak terdengar dengan tampang masamnya.

Ekhem, jwiseonghaeyo (permisi), selamat datang di Starlight Cafe,” tak lama terdengar suara gadis dari belakang Subin, Jonghyun tersenyum menatap kehadiran sosok gadis itu kemudian berdiri.

Aigoo Hyerim-ah, bogoshipeo, (Astaga, Hyerim, aku merindukanmu)” Jonghyun tersenyum pada Hyerim —yang tepat berdiri di belakang Subin—

Nado oppa, (Aku juga)” Hyerim balas tersenyum  lalu duduk di antara Subin dan Jonghyun. “Eoh Subin-ah, tumben sekali kamu mampir, biasanya kamu mampir di cafe yang berkelas atas.” sindir Hyerim dengan senyum agak sarkastik.

Subin menatap tajam Hyerim. Namun, setelahnya, dirinya tersenyum manis penuh sandiwara. “Bukankah cafe ibumu ini berkelas atas juga? Cafe seorang desainer terkenal Park Seyoung yang sudah diliput oleh stasiun TV dan bahkan sampai stasiun TV inter?” balas Subin dengan tenang tetapi menyelipkan sarkas dalam kata-katanya.

“Memang sih cafe ibuku ini berkelas bagi orang yang memang benar-benar berkelas dan mereka biasanya selalu mampir. Tidak seperti orang yang hanya sok berkelas dan sekedar mampir saja dan mengucapkan perkataan bahwa cafe ini berkelas hanya untuk sekedar menjaga image.” Hyerim juga membalas, tak lupa binar mata sarkasnya.

“Ekhem!” deheman Jonghyun terdengar saat ia melihat Subin hendak membalas perkataan Hyerim. Perdebatan dua gadis tersebut terhenti tergantikan oleh atensi keduanya kepada Jonghyun. “Hye-ah, aku ingin memberitahumu bahwa syuting drama baru Confusing Love akan dimulai lusa.”

“Lusa? Ahhh… cepat sekali rasanya,” desah Hyerim.

“Kamu pasti akan lelah, apalagi menjadi pemeran utama, bukan? Kalau kamu tidak mau lelah, berikan saja pemain pemeran utama wanita itu padaku,” ucap Subin dengan memberikan lirikan sok prihatin.

“Ah benar juga kata Subin,” sahut Jonghyun. “Hye-ah, apakah kamu lelah untuk mengambil job syuting lagi? Kalau iya, berikan saja pemain pemeran utama itu pada Subin.” ucap Jonghyun dengan ringannya tersenyum pada Hyerim.

Ahniya, aku tidak lelah,” Hyerim langsung menjawab dan menyelipkan sebuah senyum tipis setelahnya. “Aku tidak akan membiarkan Jonghyun oppa menjadi pasangan di drama itu bersama Subin!” ucap Hyerim dalam hati.

“Baiklah kalau begitu.” kata Jonghyun dan dapat terlihat wajah kusam Subin saat mendengar penolakan dari Hyerim.

“Kalian belum memesan apapun? Kalau begitu aku akan ke dapur untuk membuatkan kalian secangkir cappucino,” Hyerim berucap kemudian pergi menuju dapur.

Hyerim menuju dapur lalu membuatkan tiga cangkir cappucino. Ya setidaknya ia harus membuatkan juga untuk Subin.

Nuna!” terlihat Sehun turun dari tangga dapur dan berjalan ke arah Hyerim, raut wajahnya agak pias dengan mata melebar.

“Apa?” tanya Hyerim, melirik adiknya sekilas tanpa minat.

“Kau memiliki pacar?” tanya Sehun to the point dengan tampang horrornya dan pertanyaan Sehun tersebut membuat Hyerim menatap adiknya dengan kening berkerut.

“Hah!? Apa maksudmu?”

“Kau berpacaran dengan mahasiswa dari China itu? Yang mendapat beasiswa itu?”

Lipatan di kening Hyerim kian menjadi. “Nuguya? (Siapa?)”

Sehun memutar bola matanya seraya memeras otak agar mengingat. “Kalau tak salah namanya hmm… Xi Luhan!”

Rahang gadis Oh ini serasa ingin jatuh dari penempatannya. “APA!? SIAPA YANG MENYEBARKAN GOSSIP AKU BERPACARAN DENGAN PRIA ITU!? HAH! AISHHH!!” teriak Hyerim kesal.

“Kata orang-orang di kampus kau berpacaran dengannya,” jawab Sehun lalu menolehkan pandangannya ke luar cafe. “Nuna, lihat, dia datang ke sini,” ucap Sehun sembari menatap ke luar cafe dari jendela dapur ketika melihat sesosok figur yang ia kenali.

“Siapa?” tanya Hyerim dengan nada dingin.

“Xi Luhan,” Hyerim langsung menoleh ke arah pintu masuk Starlight Cafe dan dapat melihat Luhan berjalan masuk sembari bersenandung.

“Mau apa dia ke sini!?” pekik Hyerim, detik berikut ia diterjang panik, “Ahhh gawattt!!!”

“Kenapa nuna?” tanya Sehun dengan alis berjungkit.

Tatapan penuh panik ditorehkan Hyerim pada Sehun. “Gawat! Sekarang sedang ada Jonghyun oppa.”

****

Luhan tampak membaringkan tubuhnya di sofa. Ia sepulang kuliah tadi sudah menghampiri beberapa panti asuhan dekat Dongguk University bersama Jongdae. Tapi dirinya tidak mendapatkan hasil bahwa adiknya berada di panti asuhan yang sudah dia kunjungi itu.

“Ahhh,” desah Luhan lelah seraya menatap langit-langit apartemennya.

Lalu pria itu mengambil ponselnya. Karena bosan ia pun mengklik browser dan mulai menjelajahi dunia maya. Tiba-tiba ia teringat kejadian tadi siang saat ia menjahili Hyerim, saat mengingat gadis itu, Luhan langsung mengetik sesuatu dipencarian webnya.

Setelah menemukan hasil yang dicari, Luhan mengklik suatu artikel, artikel tentang Oh Hyerim, seorang actress yang sedang naik daun. Luhan membaca profil gadis marga Oh itu.

“Nama : Oh Hyerim, lahir : 16 April 1994 di Pyeongtaek-si, Gyeongi-do. Anak dari jaksa terkenal Oh Daejun dan desainer terkenal Park Seyoung yang memiliki cafe di daerah Cheongdamdong yang bernama Starlight Cafe,” baca Luhan.

“Starlight Cafe? Hmm… sepertinya aku pernah melihat cafe itu,” gumam Luhan kemudian ia langsung beranjak dari tidurnya dan keluar dari flat apartemennya setelah merapikan singkat dirinya.

Luhan menjalankan mobilnya menuju Cheongdamdong, ia berencana menuju cafe milik ibu Hyerim, dan siapa tahu gadis itu berada di sana. Setelah berkendara cukup lama, ia pun sampai di cafe tersebut, sembari bersenandung ria, Luhan turun dari mobil dan berjalan masuk menuju cafe.

“Selamat datang di Starlight Cafe,” sapa salah satu pelayan sembari membungkuk hormat dengan tersenyum ramah.

Luhan tampak melayangkan pandangannya ke seluruh cafe dan akhirnya pandangannya berhenti pada gadis yang tampak sedang menunduk untuk menutupi wajahnya sembari membawa nampan berisi 3 cangkir cappucino. Luhan seperti mengenal gadis tersebut. Dirinya lekas tersenyum saat ia yakin itu adalah gadis yang dicarinya.

“Oh Hyerim!” teriak Luhan membuat beberapa pengunjung cafe menatapnya apalagi nama yang tersebut merupakan nama yang sangat familiar bagi para pengunjung.

Hyerim tampak salah tingkah dan langsung buru-buru menuju meja di mana Jonghyun dan Subin berada, mereka berdua tampak sedang mengobrol lalu menatap aneh Hyerim.

“Ada apa, Hyer? Apa kau baik-baik saja? tanya Jonghyun melihat gelagat aneh Hyerim.

“Ahh gwen—cha—na…  (tidak apa)” Hyerim menjawab gugup sembari menaruh nampan berisi 3 cangkir cappucino di meja. Sekon berikut, Hyerim merasakan tangan seorang pria menarik tangannya.

“Hyerim-ah, annyeong,” sapa Luhan sembari tersenyum manis membuat beberapa gadis pengunjung cafe itu terpesona, terkecuali Hyerim. Si Gadis Oh hanya melotot  dengan tampang sinis.

Yak! Kau ini apa-apaan sih! Lepaskan!” Hyerim menepis tangan Luhan yang menggenggam tangannya.

Yak! Bersikaplah manis padaku,” ucap Luhan melihat respon sinis Hyerim padanya, lalu dirinya mendekatkan diri pada Hyerim, membuat Hyerim menjauhkan tubuhnya dari Luhan. “Kita sepasang kekasih bukan? Bersikaplah manis pada kekasihmu ini,” bisik Luhan tepat di telinga kanan Hyerim membuat bulu kuduk gadis itu berdiri.

Yak! Kau ini apa-apaan sih!?” Hyerim mendorong Luhan menjauh sebab tak tahan akan pria satu ini.

Beberapa pengunjung cafe tampak berbisik-bisik membicarakan mereka berdua. Hyerim beranjak pergi menuju dapur, tak kuat berlama-lama berada di situ, terlebih saat ia melihat Jonghyun menatapnya bingung seperti meminta penjelasan.

Saat Hyerim ingin berjalan pergi, Luhan tiba-tiba menarik tangan kanannya dan menarik gadis itu ke sampingnya, ia menatap Hyerim sembari tersenyum jahil. Luhan benar-benar menginginkan gadis ini setidaknya memberikannya sedikit perhatian.

“Oh Hyerim! Saranghaeeeeee. (Aku mencintaimu)” teriak Luhan membuat Subin, Jonghyun dan beberapa pengunjung cafe melotot kaget.

“Gawat!” gumam Hyerim dalam hati sembari memejamkan netra dengan kepala berdenyut.

To Be Continued

Hey hey author HyeKim di sini ^^ kalian bisa panggil author dengan sebutan Hye~ ini part 2 sebenernya udah jadi dari lama dan udh di save lama di memo tapi baru di publish *di tabok* ini pun udh bela2in malem2 ngepublish mana dengan hp yang error saat ngepublish-_- , jangan lupa untuk komen yap~ dan terakhir follow twitter Hye (@Elfsandra15) untuk melihat updatean ff-ff hye yang di share di sini. Khamshaaa~

Advertisements

Author:

A tinkerbell who dream to be Luhan's future wendy — Also an amature author, k-drama trash, k-running man freak, eternal ELF, ahjussi and korean actor addict in the same time — Adorable since 2001

10 thoughts on “FF : Complicated Fate Part 2 [I Will Find You]

  1. cie.. luhan lagi kasmaran nih. wah, bakal ada skandal nih kayaknua.
    tapi, aku masih gak ngerti kenapa jinri enggak suka bgt sama hyerim ya..

    Like

  2. Eh astaga… Luhan luhan anda maen ngaku2 jadi pacar hyerim aje dah. Kapan luhan ktemu sehun? Ceritanya seru. Bener2 complicated eon.

    Like

Write ur Love Letter . . . <3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s