Posted in AU, Chapter, Comedy, Family, Fanfiction, FF : Complicated Fate, PG-15, Romance, Sad, Tragedy

FF : Complicated Fate Part 3 [The Scandal and I Can Feel You]

wpid-kim-hyerim-request-complicated-fate.jpg

Complicated Fate 

〈 Part 3 : The Scandal and I Can Feel You 〉

Cast :

Hyerim (OC) as Oh Hyerim || Luhan EXO-M as Xi Luhan || Sehun EXO-K as Oh Sehun || Sulli F(x) as Choi Jinri

Genre : Family, Romance,  Comedy, AU, Sad, Tragedy || Lenght : Multi Chapter || Rating : PG-15 / Teens || Poster By : ZHYAGAEM06 @ Yoora Art Design || Backsound : SM The Ballad Vol.2 – When I was where u were | Taylor Swift – Sad Beautiful Tragic | Hello Venus – Same

Summary :

Berawal dengan mendapat beasiswa di Korea, Luhan pun mengantongi misi untuk menemukan adiknya yang hilang 19 tahun lalu di Korea. Di Korea, Luhan bertemu juga jatuh cinta pada pandang pertama pada Oh Hyerim—aktris nan tengah naik daun, pertemuannya dengan Sang Gadis, menghantarkannya mengenal sosok Oh Sehun yang secara tak langsung mengingatkannya akan sosok adiknya. Adapula Choi Jinri yang sangat menyukai Luhan dan berambisi memilikinya. KeempatnyaOh Hyerim, Xi Luhan, Oh Sehun, dan Choi Jinri harus menerima sebuah takdir yang sangat memusingkan. Takdir yang harus mengubah sebuah perasaan, takdir tentang keluarga dan cinta. Akankah keempatnya menerimanya atau menentangnya? Lantas apakah Luhan akan menemukan adiknya?

Previous

Teaser || Part 1 || Part 2

©2014 HyeKim’s Fanficton Story

 

“You make my dopamine levels go all silly.” — Unknown


Yak! Mwohaneungoyaaa!? (Apa yang kau lakukan?) Utkishine? (bercanda ya)” ucap Hyerim jengkel.

Sejak pertama kali bertemu dengan Luhan, Hyerim memang sudah jengkel dengan pria itu dan bahkan sekarang ia sangat ingin mencabik-cabik wajah Luhan karena dengan seenaknya mengaku-ngaku sebagai pacarnya, benar-benar seperti sasaeng fans yang mengejar idolanya ke mana-mana dan bahkan rela melakukan hal-hal gila demi idolanya.

“Tidak,” Luhan menyengir lantas melanjutkan, “kamu, ‘kan memang pacarku.”

Ishhh!! Berhenti mengatakan hal-hal konyol seperti itu.” gerutu Hyerim, mendorong pundak Luhan dan langsung berlari menuju dapur.

“Hyerim-aahhh!!” teriak Luhan, namun tak ada respon membuatnya mengembuskan napas kemudian senyum terukir di wajahnya.

Luhan duduk di salah satu meja cafe dan memesan white coffee, ia tampak sibuk dengan ponselnya dan jarinya tampak sibuk mengetik sesuatu; ‘panti asuhan di Seoul’, Luhan mengsearch kata-kata tersebut, sampai akhirnya dirinya mulai sibuk membaca daftar panti asuhan yang berada di Seoul sembari mendambakan untuk lekas-lekas menemukan adiknya —Shixun—.

Ekhem, permisi?” sapa seorang laki-laki yang tampak 1 tahun lebih muda dari Luhan, membuat Luhan mengangkat wajah dari ponselnya dan menatap laki-laki berkulit putih pucat itu yang tengah tersenyum padanya.

“Ah… hallo?” ujar Luhan sedikit canggung.

Tatkala Luhan menatap laki-laki itu, sebuah perasaan berkicamuk, sebuah perasaan seperti menemukan sesuatu dalam dirinya yang telah lama hilang. Bahkan ketika  menatap mata laki-laki itu, ia merasakan kerinduan yang amat mendalam.

“Kamu hebat sekali melakukan hal gila itu pada nunaku,” cetus laki-laki di hadapannya ini sembari terkikik dan duduk di kursi yang berada di hadapan Luhan “Perkenalkan aku Oh Sehun, adik dari Oh Hyerim. Aku dari fakultas hukum di Yonsei University.” Sehun mengukir senyum seraya mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Luhan.

Luhan tersenyum dan menjabat tangan Sehun “Namaku Xi Luhan,” imbuh Luhan , ramah. “Ngomong-ngomong, nunamu sangat galak ya? Tapi dia sangat menarik.” cengiran mengembang di ranum Luhan, pun Sehun.

“Memang sepertinya begitu, banyak sekali yang mengidolakannya walau dia seperti preman pasar.” Sehun lagi-lagi terkikik geli.

“Sehun-ah, apakah kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Luhan tiba-tiba, membuat Sehun menatapnya binggung lantas menggelengkan kepalanya.

Dahi Sehun berkerut dalam. “Tidak, kita baru saja bertemu.”

“Tapi kenapa aku seperti sudah lama mengenalmu?”

“Aku juga seperti memiliki ikatan batin denganmu….hyung,” ucap Sehun lambat-lambat diakhir ucapannya “Tak apakan aku memanggilmu hyung?”

Luhan tersenyum lalu mengangguk “Gwenchana, malah lebih enak kamu memanggilku seperti itu.”

Timing berikut keduanya telah sibuk mengobrol sembari bercanda dan tertawa-tawa, Luhan maupun Sehun seperti merasakan sebuah perasaan antara mereka, perasaan rindu dan mereka seperti memiliki ikatan batin yang biasanya dimiliki anak kembar dan kadang juga adik-kakak yang sedarah.

****

Eoh oppa, aku izin pulang sekarang ya, sudah terlalu sore.” ujar Subin pada Jonghyun, tak terasa hampir 2 jam ia menghabiskan waktu di Starlight Cafe untuk mengobrol dengan Jonghyun tentang drama baru mereka, harusnya mereka membicarakan ini dengan Hyerim juga tetapi gadis itu malah melarikan diri ke dapur saat kejadian beberapa waktu lalu.

“Ahh, aku juga ingin pulang.” cetus Jonghyun. “Ah cam! (Oh iya) aku baru ingat sesuatu, Yoon kondaknim (Sutradara Yoon) tadi menghubungiku dan mengatakan bahwa beliau kekurangan 1 pemain di drama Counfusing Love.”

“Pemain wanita atau pria?” tanya Subin.

“Wanita, yang akan menjadi Jung Sena, adiknya Jung Semi. Sutradara Yoon sudah mencari-cari actress yang cocok untuk peran Sena, tetapi tak ada yang bisa, jadi aku memintamu untuk mencarikan actress untuk peran Sena.” pinta Jonghyun. Subin langsung teringat janjinya pada Jinri yang akan menghubungi gadis itu bila ada lowongan sebagai pemain.

“Sepertinya aku ada satu orang yang akan suka rela memerankan Jung Sena. Dia belum pernah sih berakting di depan kamera, tapi kuyakin dia bisa berakting sangat bagus.”

“Ah kalau begitu minta saja dirinya untuk bermain di drama Counfusing Love. Selagi dia bisa akting, tak jadi masalah.” imbuh Jonghyun “Oh ya, Subin-ah, apa kamu tahu siapa pacar Hyerim tadi?” Jonghyun bertanya, agak serius.

“Pacar Hyerim? Oh pria tadi yang mengatakan saranghae pada Hyerim? Pria itu bernama Xi Luhan.”

“Sepertinya dia pria baik-baik, baguslah.” ucapan Jonghyun dengan anggukan serta senyuman tenang tersebut membuat kening Subin berkerut bingung. “Ayo kita pulang.” kelakar Jonghyun setelahnya. Kemudian mereka berdua pun meninggalkan Starlight Cafe.

****

Jinri datang pagi-pagi sekali ke kampus, entah angin dari mana dia bisa bangun sepagi itu dan berangkat ke kampus di pagi buta seperti sekarang. Setelah mendapatkan pesan dari Subin yang menyatakan bahwa dia bisa menjadi pemain di sebuah drama, Jinri rasanya senang sekali.

“Hah! Masih sepi sekali ya?” gumam Jinri dengan tungkai tergeret menuju kelasnya. Gadis itu hanya memainkan ponselnya dan membaca pesan kakaotalk yang entah sudah berapa kali ia baca dari tadi malam.

“Jinri-ya, ini kabar gembira, kamu dapat bermain di drama baru yang akan aku maini. Karena Yoon kondaknim kehabisan pemain, jadi aku bisa memberikan peran pemain ini padamu. Kuharap kamu tidak mengecewakanku. Terima kasih”

“Ah aku benar-benar senang!” girang gadis Choi ini, menyengir dan menatapi ponselnya seperti orang mabuk kepayang.

Akh!” tiba-tiba terdengar teriakan dari luar yang membuat Jinri yang tadi sibuk dengan kesenangannya pun menoleh.

Jeoge mwoya? (Apaan tuh)” gumam Jinri dengan intonasi ketakutan lalu keluar dari kelasnya dengan langkah lambat-lambat.

Aduh! Sakit sekali! Sialan, aku benar-benar bodoh. terdengar baritone seorang pria.

Jinri pun sudah berada di ambang pintu dan mendapati seorang pria yang sedang terduduk di lantai koridor sembari memijat-mijat kakinya.

Musun soriyo? (Ada apa)” Jinri bertanya dengan kernyitan.

Pria tersebut menolehkan pandangannya pada Jinri dan seketika mulutnya sedikit terbuka dengan mata berbinar menatap Jinri, seakan terpesona akan gadis itu.

Cheonsa? (Malaikat)” gumam pria itu tanpa sadar.

“Maaf?” Jinri memastikan pendengarannya dengan mimik risih dan melipat tangan depan dada.

Si Jaka gelagapan, maniknya menghindari Jinri dengan menggaruk belakang kepalanya yang sama sekali tidak gatal seraya mengimbau: “A—ah! Tidak, tidak. Kamu salah dengar.” dengan salah tingkah serta-merta semburat kemerahan di pipi.

Ck! Menyusahkan sekali!” Jinri hendak masuk ke dalam kelasnya kembali tetapi panggilan pria itu membuatnya menghentikan langkahnya.

“Eh! Tunggu! Bisa tolong bantu aku? Aku tadi terjatuh terduduk dan kakiku keseleo. Aku tidak bisa bangun sama sekali.”

Wajah jaka satu ini masih merah padam dengan senyum meringis malu.

“Memangnya aku peduli? Memangnya aku menanyakan bahwa kamu terjatuh atau tidak?” Jinri merespon ketus sembari menatap pria itu dengan tatapan tak selera

“Namaku Park Jungshin dari fakultas hukum.” Jungshin—pria itu—tersenyum kepada Jinri, membuat Jinri terdiam beberapa menit karena merasa mengenali nama itu.

“Ah!” pekik Jinri mengingat sesuatu, sehabisnya menatap Jungshin dengan mata berbinar. Semantara pria itu hanya memiringkan kepala bingung menatapnya “KAMU ADIKNYA SUBIN SUNBAE!!!” teriakan Jinri menggema di koridor yang masih sepi.

“Ssttt!! Jangan keras-keras!” Jungshin meletakan telunjuk di depan mulutnya.

“Sini kubantu!” Jinri langsung melangkah ke arah Jungshin dan membantu pria itu berdiri, Jungshin merasakan pipinya panas kembali saat Jinri menggenggam kedua tangannya. “Kenapa bisa kamu ada di kampus sepagi ini? Dan di mana Subin sunbae?”

“Aku memang biasa datang pagi-pagi dan jarang sekali berangkat dan pulang bersama Subin nuna.” Jungshin menjawab sembari tersenyum menatap Jinri yang menatapnya dengan tatapan aegyeonya tanpa berkedip, dan terlihat sangat lucu bagi Jungshin.

“Oh Begitu?” respon Jinri. “Kamu sangat tampan! Subin sunbae saja sangat cantik.” puji Jinri dan lagi-lagi membuat wajah Jungshin berseri-seri.

“Ah kamu ini bisa saja.” Jungshi menunduk, kupu-kupu dalam perutnya mabuk tidak kepayang.

“Ayo sini, kuobati kakimu.”

Jinri langsung menarik Jungshin menuju kelasnya. Gadis itu langsung sibuk mencari obat untuk mengobati kaki pria itu.

“Tak usah mencari obat apapun, aku bisa minta dipijat oleh tukang pijat.” kata Jungshin sembari tersenyum kepada Jinri, gadis itu menatap Jungshin dan seketika terpesona akan senyuman pria itu.

“Oh ya sudah kalau begitu.” Jinri pun berjalan ke arah kursi di sebelah Jungshin dan duduk di situ. “Tapi apa kamu bisa berjalan?” Jinri mencestuskan tanya sembari menatap Jungshin yang berada di sebelah kirinya dan pria itu tampak mengangguk.

“Tenang saja, aku bisa berjalan kok.” Jungshin meyakinkan dan balas menatap Jinri yang sedang menatapnya “Namamu siapa?” tanyanya.

“Jinri, Choi Jinri! Anak dari jaksa Choi In Hwa. Kamu pasti kenal dengan ayahku!”

“Tentu saja aku kenal, ternyata benar Jaksa Choi mempunyai anak yang cantik.”

“Tentu saja aku cantik! Dan pasti sangat cocok dengan Luhan sunbae!” Jinri pun tersenyum-senyum sendiri membayangkan dirinya berpasangan dengan Luhan, tanpa ia ketahui, raut wajah Jungshin yang ceria tiba-tiba berubah.

Eoh? Kamu menyukai Luhan sunbae?” tanya Jungshin dan Jinri mengangguk mantap “Sepertinya kamu harus baca berita terbaru tentang Oh Hyerim.” kelakar Jungshi dengan senyuman tipis.

“Untuk apa aku membaca berita actress sok cantik itu?” terlihat sekali nada bicara Jinri sangat ilfeel.

“Baca saja, kuharap kamu tidak patah hati.”

Setelah mengatakan itu, Jungshin langsung pergi meninggalkan Jinri dengan kaki yang ia geret, meninggalkan Jinri yang digerudung beribu tanya.

Jinri mengerutkan keningnya, sakit hati apa maksudnya? Pikir gadis itu. Karena penasaran ia langsung mengambil ponselnya dan mencari berita tentang Hyerim. Saat membaca berita terbaru tentang aktris tersebut, Jinri hanya bisa melongo dengan mulut terbuka lebar, tatapan kesal ditorehkan Jirin pada layar ponselnya.

“Oh Hyerim gadis sial!” umpatnya.

****

“Hyerim-ah! Kamu membuat gossip!” teriakan Yoonjo di telepon sudah menjadi sarapan bagi Hyerim pagi ini.

Gossip musun? (Gossip apaan sih)” tanya Hyerim bingung. Baru saja dirinya bangun dan menerima telepon dari Yoonjo yang ternyata sebuah teriakan sahabatnya, nan mana dapat membuat gendang telinganya pecah.

“Kamu belom tahu!?” pekik Yoonjo dan Hyerim hanya menggeleng walaupun ia tahu bahwa Yoonjo tak dapat melihatnya. Bisa Hyerim dengar Yoonjo mengembuskan napasnya. “Bukalah internet sekarang dan segeralah searching namamu di browser.”

Setelah mengatakan itu, Yoonjo langsung memutuskan sambungan. Hyerim hanya memasang tampang bingungnya, sebenarnya gossip apa yang dia buat sampai sahabatnya yang selaku managernya berteriak pagi-pagi seperti itu.

Hyerim melangkahkan kakinya menuju meja belajar dan menyalakan laptopnya, ia langsung mensearching berita terbaru tentang dirinya di internet. Dan betapa terkejutnya dirinya saat membaca berita terbaru tentangnya. Hyerim tampak menyipitkan matanya, membaca seksama apa yang di tampilkan di layar laptopnya dan berharap bahwa dirinya salah baca.

 

“Aktris pendatang baru Oh Hyerim sedang menjalin hubungan asmara dengan seorang mahasiswa di kampus tempat ia berkuliah yakni Yonsei University. Mahasiswa yang kita juluki Mr. X ini kemarin terlihat bersama dengan actress pemeran utama drama Winter Fantasy, Oh Hyerim. Mr. X kemarin sore tampak mengunjungi Starlight Cafe, cafe milik ibu Oh Hyerim, dirinya tampak bersama dengan Oh Hyerim dan meneriakan kata ‘saranghae’ yang membuat beberapa pengunjung cafe memperhatikan mereka, mereka berdua memang sedang tampak bercanda di cafe tersebut sampai Mr. X menerikan kata-kata tersebut. Dan beredar juga berita tentang mereka yang bersama di koridor kampus dari beberapa mahasiswa dan mahasiswi Yonsei University. Tapi sampai sekarang belum ada konfrimasi dari Star Contest Media, agensi dari Oh Hyerim mengenai berita tersebut.”

Portal berita tersebut turut mencantumkan juga foto Hyerim dan Luhan di Starlight Cafe kemarin. Hyerim rasanya akan mati di tempat membaca berita itu dan ia menatap sinis fotonya dengan Luhan di cafe ibunya kemarin. Dapat Hyerim rasakan darahnya naik ke kepalanya. Harusnya gossip seperti itu tidak beredar kalau pria menyebalkan bernama Xi Luhan itu tidak melakukan hal konyol dan gila yang dapat membuat kepala Hyerim pecah seketika.

“Xi Luhan! Neo juguesseo! (kamu akan mati)” ucap Hyerim geram menatap layar laptopnya dengan tatapan horror, jiwanya melambung tinggi entah ke mana.

“Geunaldo neoneun geuraesseo pyeongsoboda iljjik jamdeulgo
Aesseo oemyeonharyeo haebwatjiman
Namjan ttokgata namjan da ttokgata
Naega wonhan sarangi anya igeon jinjja sarangi anya
(uh uh uh uh~ uh uh uh uh~)”

Ponsel Hyerim yang berada di sebelah kanan laptopnya, berdering menandakan panggilan masuk. Hyerim menoleh k earah ponselnya dan mengambilnya. Selama beberapa saat Hyerim hanya menatap layar ponselnya bingung karena yang meneleponnya nomor yang tidak ia kenal. Karena ponselnya terus berbunyi, Hyerim pun memilih mengangkat panggilan tersebut.

Yeboseoyo?” sapa Hyerim, ragu “Nuguji? (Siapa ya)”

“Oh Hyerim, naya (Ini aku).” terdengar suara seorang pria dari ujung sana.

“Ya? Siapa?” tanya Hyerim, kian-kian berkerut saja dahinya sebab dirinya masih belum mengetahui siapa yang menghubunginya walaupun dia merasa mengenali suara pria ini.

“Aku, Luhan, pacaramu.” dari kata-kata yang diucapkan Luhan, Hyerim merasa pemuda itu tersenyum menggoda tatkala membereskan kalimatnya.

Refleks, Hyerim langsung berdiri dari duduknya dan tiba-tiba ia merasakan darahnya naik ke kepalanya. Mengingat kekesalannya pada pria itu yang menyebarkan gossip tak mutu ke se-antreo Korea tentang dirinya.

“XI LUHAN! KUBUNUH DIRIMU! BISA-BISANYA KAMU MEMBUAT GOSSIP TAK MUTU SEPERTI ITU! NEO JUGULLAE? (Kamu mau mati)” semprot Hyerim, diafragmanya kembang-kempis lantaran napasnya tersenggal seusai meluapkan emosinya.

Di ujung sana Luhan menjauhkan ponselnya dari telinga, mengorek kupingnya yang berdengung.

Yak! Jangan berteriak-teriak seperti itu! Kalau pacarmu yang tampan ini tuli, kamu ingin bagaimana nanti?”

“Sesukaku! Biarkan saja kamu menjadi tuli, aku sangat bersyukur.”

“Hei! Kejam sekali dirimu, Oh Hyerim. Kamu ingin punya pacar  tuli?”

Namjachinggu musun? (Pacar apaan sih) aku ini menyukai…—” Hyerim langsung menutup mulutnya saat ia hampir saja mengatakan bahwa ia menyukai Jonghyun.

“Menyukai siapa? Aku ya? Aku sudah tahu kok!” kalimat yang Luhan kumandangkan amat percaya diri, Hyerim sampai melilit mendengarnya dengan wajah jijik.

Heol (dih) kamu sangat percaya diri sekali ya tuan pembawa sial!?”

“Tuan pembawa sial!? Apa maksud ucapanmu!?” Luhan tak terima dengan sebutan yang diberikan Hyerim padanya

“Tentu saja kamu pembawa sial. Pertama bertemu saja diawali dengan aku ditabrak oleh mobilmu, lalu kamu seperti sasaeng fans yang mengejar-ngejarku dan membuat gossip konyol itu beredar ke mana-mana!” surainya, dikusak Hyerim. Lagi, napasnya tersenggal usai menyemport dengan darah mendidih. “kalau bukan pembawa sial, apa lagi label yang pas untukmu, hah?!” lanjut Si Dara Oh, bibirnya mencebik parah sementara di seberang, terdengar Luhan mencibir.

“Bukannya tak apa bila publik mengetahui kita berpacaran? Jadi tidak ada actor yang dengan sembarangan memacarimu.” kelakar Luhan kembali.

Ck! Terserah!” cetus Hyerim, geram dan malas menanggapi lelaki sinting satu itu. “Dan kau dapat nomorku dari mana?” tanya Hyerim.

“Adikmu, Sehun.”

“Bocah itu ingin kubunuh ya?” gumam Hyerim kemudian segera menutup sambungan itu dan melempar ponselnya ke ranjang. Dirinya langsung loncat dan tiduran di ranjangnya sembari memeluk gulingnya serta-merta berguling-guling frustasi di atas ranjang.

AKHHH!! MENYEBALKAN SEKALIIII!!!” teriak Hyerim frustasi.

****

Seorang gadis tampak memandangi ponselnya, sudah berapa kali ia memandangi ponselnya yang menampilkan berita yang membuatnya membenci seorang sesempurna Oh Hyerim.

“Jinri-ya.” panggil Soojung pada gadis tersebut—Jinri—, dengan tampang khawatir.

Jinri mengangkat kepalanya menatap Soojung yang tengah duduk di sampingnya “Apa?” tanya Jinri dingin.

“Aku tahu kamu menyukai Luhan sunbae tapi kurasa Luhan sunbae itu menyukai Oh Hyerim.” secara hati-hati, Jung Soojung menutur demikian meski realitanya memperparah mood sahabatnya saja.

“Tidak bisa begitu!” Jinri melotot horror pada Soojung, amarah terlukis di mimiknya. “Luhan sunbae tidak bisa bersama Oh Hyerim sialan itu!” pekik Jinri agak nyaring membuat Soojung menyuruhnya untuk tidak berisik dan tenang.

“Tenanglah, Jinri-ya, kalau ada fans Oh Hyerim di sini kamu bisa dihabisi.” Soojoong mengedarkan pandangan ke seluruh kantin di tempat mereka berada sekarang. Sedangkan Jinri tampak acuh dan hanya meremas-remas rok mini yang ia pakai dengan kesal.

“Luhan sunbae itu milikku!” geligi Jinri berkelatuk dan Soojung hanya mengembuskan napasnya berat.

“Jinri-ya, jangan kekanak-kanakan seperti ini.” tegur Soojung.

“Kekanak-kanakan katamu!? Aku hanya berusaha memiliki apa yang ku inginkan!” Jinri menatap Soojung dengan tatapan berapi-api.

Jung Soojung lagi-lagi hanya mengembuskan napasnya berat, memaklumi sifat Choi Jinri yang sangat kekanak-kanakan. Soojung sudah biasa akan sifat sahabatnya itu, ia tahu dari kecil Jinri terlalu dimanja, apapun yang dia inginkan harus ia miliki dan Jinri tidak mau apapun miliknya direbut oleh orang lain.

“Wah!! Oh Hyerim-ssi berpacaran ya dengan Xi Luhan?” perkataan seorang gadis dari meja sebelah membuat Jinri dan Soojung mengalihkan fokus.

“Sepertinya iya, Semi-ah. Lihat saja berita terbaru tentang Oh Hyerim, pria yang dijuluki Mr. X itu jelas-jelas Xi Luhan sunbae.” imbau gadis bernama Kim Jaekyung pada Oh Semi.

Semi menatap sekilas Jinri sembari tersenyum, senyum yang Jinri tahu adalah sebuah hinaan kepadanya. “Jinri-yaaa annyeong.” sapa Semi sok ramah dan akrab bagi Jinri.

“Jinri-ya, aku dengar kamu menyukai Luhan sunbae, tak apakan kalau Luhan sunbae dan Oh Hyerim-ssi berpacaran?” tanya Semi dengan nada bicara dibuat-buat manis.

Jinri tampak memutar kedua bola matanya malas kemudian menatap Semi—yang selama ini menjadi rivalnya— dengan tatapan dinginnya.

“Luhan sunbae itu akan menjadi milikku! Lihat saja nanti!” Jinri menatap Semi dengan tatapan menantang sementara Semi hanya tersenyum kecut.

“Baiklah, kita lihat saja nanti. Apakah kamu bisa menandingi kesempurnaan yang dimiliki Oh Hyerim.” cemooh Semi, tersenyum remeh dengan tangan terpangku depan dada.

“Jangan meremehkan aku! Aku pasti akan mengalahkan Oh Hyerim itu!” tegas Jinri, wajahnya bengis bukan main.

“Aku akan mengalahkan Oh Hyerim! Lihat saja!” gumam Jinri dalam hati, tekadnya amat kuat.

****

Hyerim tampak sedikit kacau hari ini, bahkan ia lupa bagaimana cara menjaga image dengan berpenampilan sempurna di hadapan orang-orang saat di kampus. Gossip sialan itu membuat kepala Hyerim rasanya ingin pecah, bahkan di kampus ia mendapat beberapa kritik dan komentar positif karena gossip itu diantaranya seperti ini;

“Baru saja menjadi actress pendatang baru sudah membuat gossip berpacaran.”

Huh! Sensasi ya? Ckckck gossip skandal pacaranmu membuat musim semi menjadi panas!”

“Kamu itu seorang actress cantik dan beruntung sekali berpacaran dengan Luhan-ssi yang tampan.”

“Luhan sunbae dan sunbae sangat cocok!”

“Cocok apanya?” gumam Hyerim dalam hati ketika mengingat salah satu komentar seorang junior perempuan padanya. Rasanya kalau dirinya dan Luhan benar-benar terjadi, dunia ini akan kiamat.

Hyerim melangkah ke arah kantin dan mencari-cari sahabatnya, yakni; Yoonjo. Saat sudah menemukan Yoonjo, Hyerim lekas melesat menemui Yoonjo yang tengah sibuk berteleponan dengan seseorang.

Ne unni, khamshamnida. Keuno, annyeong. (Iya, Kak, terima kasih. Aku tutup, ya, bye)” Yoonjo pun memutuskan sambungan telepon itu dan lalu menatap Hyerim yang sudah duduk di hadapannya.

Eoh? Bagaimana kabarmu hari ini dengan gossip itu?” tanya Yoonjo, anehnya dirinya terlihat lebih rileks dibanding tadi pagi. Namun Hyerim memilih tidak mempedulikannya.

“Rasanya duniaku hancur begitu saja.” jawab Hyerim dengan nada datarnya, ranumnya mengerut.

“Kurasa kamu dan Luhan lumayan cocok.” celetuk Yoonjo, membuat Hyerim melotot.

“Ahahah! Bercanda Hye-ah,” ucap Yoonjo geli menahan tawanya, sementara Hyerim menatapnya datar. “Hye-ah, Luhan dan Sehun itu akrab, ya?” pertanyaan Yoonjo membuat Hyerim menaikan sebelah alisnya.

“Akrab apanya?” imbuh Hyerim, merasa aneh dengan pertanyaan Yoonjo.

“Lihat saja, mereka tampak akrab.”

Yoonjo menunjuk sebuah objek di belakang Hyerim, membuat Hyerim menolehkan kepalanya ke belakang dan menganga lebar melihat Sehun berjalan dengan Luhan dan tampak akrab sembari bercanda dengan asyiknya.

Jeoge mwoya!? (Apaan tuh) kenapa mereka..—Sehun…— dan Luhan?” pekik Hyerim, cengkeng matanya melebar.

“Mereka berdua seperti sepasang adik-kakak ya, bahkan wajah mereka mirip seperti anak kembar.” komentar Yoonjo menyebabkan Hyerim menatapnya tajam tak terima.

“Dia itu adikku! Mana mungkin mirip dengan orang yang menyebalkan itu!” sembur Hyerim dengan nada jengkelnya tak terima bahwa adiknya —Sehun— dibilang mirip dengan Luhan. Punggungnya dia tabrakan ke seneran kursi, poninya ditiup-tiupkan dengan tangan terlipat depan dada.

Yoonjo mengedik. “Tapi,” gadis Shin ini menatap Luhan dan Sehun yang tengah mencari bangku, “memang kenyataannya begitu, mereka benar-benar mirip.”

Lalu, Hyerim pun menatap Luhan dan Sehun yang sekarang sudah duduk di salah satu meja kantin dan mengobrol bersama, memang benar kata Yoonjo bahwa wajah mereka berdua sangat mirip.

“Bahkan kamu yang kakaknya saja tidak memiliki kemiripan wajah dengan Sehun.” tambah Yoonjo, gontai tanpa sadar kata-katanya selayak menabur garam di atas luka bagi Hyerim, membuat Hyerim bergeming.

Baru seorang Oh Hyerim sadari bahwa memang iya bahwa adiknya terkasih—Oh Sehun—tidak mirip dengannya, bahkan mereka selalu dibilang bukan seperti adik dan kakak jadi banyak jua yang berpersangka keduanya sepasang kekasih kadangkala.

“Kenapa adikku malah mirip orang lain?” Hyerim mengernyit dengan gumaman pelannya tersebut.

****

Hyung, kamu telah membuat skandal asmara bersama nunaku.” Sehun membuka konversasinya dengan Luhan yang duduk di sebelahnya sembari menyeruput bubble tea.

Hmm… kamu setujukan aku dengan nunamu?” tanya Luhan dan Sehun langsung mengangguk cepat.

“Setuju sekali! Kalau aku punya kakak ipar sepertimu, rasanya menyenangkan sekali, kita sangat mirip.” timpal Sehun, berbinar-binar.

“Hei! Luhan!” tiba-tiba Jongdae datang dan duduk di hadapan Luhan dan Sehun.

Eoh? Jongdae? Kenapa?” tanya Luhan kepada sahabatnya itu.

Jongdae menyeruput cup kopi yang dibawanya sebelum berkata: “Aku baru menemukan informasi bahwa ada panti asuhan terpencil di dekat Sungai Han, tak banyak orang yang mengetahui panti asuhan itu.”

Luhan tertegun. “Apakah mungkin adikku ada di sana?”

“Mungkin saja,” Jongdae tersenyum menyemangati, “tidak ada salahnya mencoba memeriksa panti tersebut.”

Luhan mengangguk pelan mendengarnya, asanya melambung untuk bertemu dengan adiknya.

“Adik? Ada apa dengan adikmu, hyung?” tanya Sehun, bingung.

Kepala Luhan menunduk, napasnya terhela. “19 tahun yang lalu adikku hilang, Sehun-ah, karena sebuah kecelakaan.” jawab Luhan tiba-tiba murung, Sehun jadi tidak enak hati membuat Luhan sedih.

“Eh… maaf aku tidak tahu, hyung.” ucap Sehun dengan senyuman tak enak hatinya dan Luhan menatapnya sembari tersenyum.

“Tidak apa kok.” jawab Luhan dan Sehun pun memberanikan diri mengusap-usap punggung Luhan.

“Walaupun hyung kehilangan seorang adik, aku di sini bersedia menjadi adikmu.” imbuh Sehun sembari tersenyum dan entah mengapa membuat Luhan merasa lebih tenang.

Merasa diberi kacang, Kim Jongdae berdehem sebelum berkelakar dengan wajah menggoda. “Iya, calon adik ipar, bukankah begitu?”

Gelak tawa ketiganya pun berkumandang setelahnya.

****

“Aku pulang!!!” teriak Hyerim tapi yang ia dapati hanyalah suasana rumahnya yang hening.

Bagaiman tidak hening? Sekarang saja sudah menunjukkan pukul setengah 10 malam dan tentu saja ayah, ibu, dan adiknya sudah terlelap seusai makan malam. Hyerim melepaskan sepatu sendalnya dan berjalan ke arah kamarnya yang berada di lantai atas, dia hari ini pulang terlambat karena sepulang kuliah harus mengiklani sebuah CF. Hyerim berjalan ke arah kamar mandi yang menyatu dengan kamarnya, mencuci mukanya di wastafel dan menggosok gigi.

Sehabis membersihkan diri, Hyerim keluar dari kamar mandidan melihat ponselnya bergetar menandakan ada pesan yang masuk. Hyerim mengambil ponselnya di atas meja belajar dan dapat dilihat ada notifikasi dari kakaotalknya. Hyerim langsung membuka account kakotalknya dan tersenyum saat melihat siapa yang mengirimnya pesan.

 

From : Lee Jonghyun

Aku dengar kamu syuting CF sampai malam di KBS dari Yoonjo, dia mengatakan kamu baru pulang tadi. Beristirahatlah dan tidur dengan nyenyak ^^ jangan lupa makan agar tidak sakit, kesehatanmu lebih utama dan ingat besok kamu sudah mulai syuting drama Counfusing Love bersamaku dan Subin. Dan tentang hubungan asmaramu, selamat ya, aku harap Luhan bisa menjaga adik kecilku yang manja ini dengan baik. Maaf oppa mengirimmu pesan malam-malam begini dan panjang. Selamat malam dan selamat tidur, Hyerim.

Senyum Hyerim memudar saat membaca bagian “Dan tentang hubungan asmaramu, selamat ya, aku harap Luhan bisa menjaga adik kecilku yang manja ini dengan baik.” Apakah Jonghyun menyetujui hubungannya dengan Luhan? Kenapa harus setuju? Dan kenapa Jonghyun menyebutnya adik kecil? Apakah dimata Jonghyun dirinya hanya seorang bocah bukannya seorang wanita?

Aishhh!!Hyerim memukul-mukul kepalanya frustasi, dirinya pun menggeletakkan ponselnya di meja belajar sambil menatap benda mungil itu lama. “Apakah ini namanya cintaku bertepuk sebelah tangan?” gumam Hyerim, kemudian menggeleng dan kembali mengambil ponselnya.

 

To : Lee Jonghyun

Terima kasih oppa (: ♥ Aku akan menjaga kesehatanku dan kamu juga jangan lupa untuk makan. Dan apa? Selamat atas hubunganku dengan Luhan! Yak! Adik kecilmu yang manja ini masih menunggu seseorang menatapnya sebagai wanita dan tidak mungkin dengan Xi Luhan itu. Jadi tenanglah adik kecilmu ini masih tetap menjadi adik kecilmu ;p. Dan yang terakhir, selamat malam oppa dan semoga mimpi indah ^^ {}

Jari Hyerim berhenti di atas layar ponselnya, bergeming kemudian menggeleng, merasa pesan kakaotalk itu sedikit aneh. Lantas Hyerim pun mulai menghapus beberapa kata dan emoticon.

 

To : Lee Jonghyun

Terima kasih oppa (: aku akan menjaga kesehatanku. Oppa juga jangan lupa jaga kesehatan. Selamat malam dan semoga mimpi indah ~

Lalu Hyerim pun mengsend pesan itu dan meletakkan ponselnya di meja belajar. Hyerim meletakkan kepalanya di atas meja belajarnya, terlihat sedikit frustasi.

“Apakah Jonghyun oppa memiliki perasaan yang sama denganku?” gumam Hyerim, pipinya mengembung dengan benak memutar segala perilaku hangat Jonghyun padanya.

Bisa dilihat Jonghyun dari awal bertemu dengan Hyerim saat syuting drama Winter Fantasy, dirinya sangat baik kepada Hyerim bahkan teramat perhatian kepada gadis itu. Jonghyun selalu menyebut Hyerim sebagai adiknya, apakah pria itu menyukai Hyerim?

Ah! Lebih baik aku tidur saja.” putus Hyerim saat melihat jam dinding yang ada di kamarnya menunjukkan pukul 10 malam. Segera ia pun berjalan ke arah ranjangnya.

Baru saja Hyerim sampai di ranjangnya dan mencoba untuk memejamkan mata. Tiba-tiba suara derap langkah kaki terdengar melewati kamarnya. Hyerim membuka matanya kembali. Siapa yang malam-malam berjalan di lorong rumahnya?

“SIAPA DI SANA?!” teriak Hyerim, jantungnya berdentum, takut-takut maling lah yang main masuk ke rumahnya maka Hyerim bersikap siaga.

Nuna.” terdengar suara Sehun dari luar kemudian adiknya itu membuka pintu kamarnya.

Sehun menyembulkan kepalanya dari balik pintu dan menatap Hyerim yang sudah duduk di atas ranjangnya sejak tadi.

“Belum tidur?” tanya Sehun kepada Hyerim.

Hyerim hanya menggeleng dan menjawab: “Aku hendak tidur sampai kamu menimbulkan suara berisik malam-malam begini,” lalu menatap Sehun curiga. “Kenapa baru malam-malam begini kamu pulang?” dadakan, Hyerim mengintrogasi adiknya.

“Aku bermain bersama Luhan hyung ke arena ice ring di Lotte World.” jawaban Sehun membuat Hyerim tiba-tiba merasa kesal mendengar nama Luhan. Dan apa? Sehun serta Luhan bermain bersama?

Ice ring? Musim semi begini kalian bermain ice ring? Aneh sekali.” komentar Hyerim.

“Itu kemauan Luhan hyung,

“Dasar aneh spesies satu itu.”

“Aneh-aneh begitu pacarmu juga, ‘kan nuna?” goda Sehun dengan seringai seirama.

Hyerim langsung menimpuknya dengan bantal dan berhasil mengenai wajah tampan adiknya itu.

“Pacar apaan hah!? Aku bahkan tidak mengkonfrimasi hubungan kita berdua!”

“Tidak mengkonfrimasi? Astaga, nuna, nuna. Coba lihatlah internet, Star Contest Media telah mengkonfrim hubungan kalian.” tutur Sehun, setelahnya langsung melesat pergi dari kamar Hyerim. Sementara Sang Empunya kamar hanya menganga tak mengerti.

“Kapan aku mengkonfrimnya?” gumam Hyerim, menelengkan kepala linglung.

Penasaran, Hyerim pun kembali menuju meja belajarnya, membuka laptop dan mensearching berita tentangnya dan saat ia menemukan berita terbaru tentang dirinya sendiri, rasanya darahnya naik ke ubun-ubun.

 

“Star Contest Media mengkonfrimasi hubungan asmara Oh Hyerim.

Aktris pendatang baru Oh Hyerim baru-baru ini terlibat skandal asmara. Dan setelah berita ini tersebar, Star Contest Media, selaku agensi dari Oh Hyerim mengkonfrimasi bahwa memang aktris asuhan mereka itu tengah menjalin hubungan asmara dengan pria asal China yang kita juluki Mr. X di Yonsei Unniversity. Star Contest Media juga mengharapkan dukungan dari para fans tentang hubungan mereka dan Oh Hyerim juga akan memulai syuting drama barunya bersama Lee Jonghyun dan Park Subin.”

“Xi Luhan! Matilah kauuuuu!!!” jerit Hyerim, mengebrak keras meja belajarnya. Nyaris saja dirinya menampar laptop bila saja emosinya tak terkontrol.

To Be Countinued

Advertisements

Author:

❝The writer is the engineer of the human soul.❞ — Joseph Stalin ¦¦ Literally a korean trash, Luhan's tinkerbell, and Shownu's baby — ©2001

22 thoughts on “FF : Complicated Fate Part 3 [The Scandal and I Can Feel You]

Write ur Love Letter . . . <3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s