Posted in Angst, Fanfiction, Oneshot, PG-15, Romance, Sad, School Life

FF : Autumn Tears {Oneshoot}

Title : Autumn Tears

Genre : Romance,School life,Sad,Angst

Lenght : Oneshoot

Rating : PG-15

Author : Kim Hyerim

Main Cast :
-Kim Jonghyun
-Oh Semi (OC/You)

Summary : “Cintaku tumbuh dan gugur pada musim gugur

Note : sorry for typo and no feel. If you don’t like,don’t read this. Cast aren’t mine! I just owner of fanfic. Don’t forget to comment or like

Pria berambut coklat itu melangkahkan kakinya di koridor sekolah yang tampak sepi dan hanya ada anak-anak yang mengambil eskul basket seperti dirinya.

Pria yang di ketahui bernama Kim Jonghyun itu menyeka keringatnya dengan handuk kecil dan meminum sebotol air mineral. Jonghyun pun membuka lokernya dan senyum terukir di wajahnya saat melihat selembar daun kecoklatan tergeletak di lokernya.

Secret admirer itu lagi”Gumam Jonghyun

Lalu Jonghyun mengambil daun coklat tersebut yang sudah ia ketahui pasti berisi pesan. Entah itu pesan penyemangat,nasehat,dan yang lainnya yang selalu membuat Jonghyun tersenyum.

“Sunbae,aku dengar kau akan mengikuti lomba basket di Incheon minggu depan. Fighting ^^ aku selalu mendukungmu. Kuharap kau dapat memenangkannya ^^

-OSM-”

“Sebenarnya siapa dirimu OSM?”Tanya Jonghyun tepat pada dirinya sendiri sembari menaruh daun tersebut kedalam tasnya.

Dari awal musim gugur,Jonghyun mendapatkan pesan yang tertulis di daun coklat yang sudah gugur dari secret admirer yang berinsial OSM itu. Entahlah,Jonghyun merasa jatuh hati pada secret admirernya itu,ya walau ia belum tahu siapa OSM—secret admirernya—tetapi ia merasa tertarik pada secret admirernya itu.

“Eoh hyung!”Sapaan seorang lelaki yang terlihat lebih muda dari Jonghyun.

“Oh Minho-ya!”Ucap Jonghyun pada lelaki tersebut—Choi Minho—

“Kau siap untuk pertandingan minggu depan?”Tanya Minho sembari menggendong tas gendongnya dan berjalan di koridor bersama Jonghyun.

“Tentu saja! Kita harus menang melawan SMA Incheon”Ucap Jonghyun semangat

“Eoh hyung,aku pamit dulu ya,dah~”Pamit Minho yang berjalan menuju halte bus untuk menunggu bus,sementara Jonghyun sudah siap di atas motornya.

“Hati-hati di jalan”Teriak Jonghyun sembari memakai helmnya dan menjalankan motornya itu.

****

“Satu,dua,tiga,empat,lima,enam”Seorang gadis tampak sedang berjongkok di sebuah taman dan mengambili beberapa daun coklat yang sudah berguguran di tanah. Mengingat ini musim gugur pasti banyak sekali daun yang berguguran di jalan setapak taman.

Yak! Oh Semi! Mwohaneungoya? (Apa yang kau lakukan?) Kurang kerjaan sekali”Omel Kwon Nara kepada gadis tersebut yang bernama Oh Semi.

“Kamu pasti tahu jawabannya kenapa aku melakukan ini”Ucap Semi cuek dan tetap mengambili daun-daun coklat dan menghitung sudah berapa ia mengambil daun tersebut.

Nara , sahabat dari Semi hanya menggelengkan kepalanya saat melihat apa yang di lakukan sahabatnya itu. Nara pun berjalan mendekat pada Semi yang masih larut pada aktifitasnya itu.

“Kamu hanya ingin melakukan ini saja? Mengiriminya surat dari selembar daun? Tetap menjadi secret admirernya yang mesterius itu?”Tanya Nara membuat Semi menghentikan aktifitasnya lalu menatap sahabatnya itu.

“Nara-ya,kamu pasti tahu betul kenapa aku hanya ingin menjadi secret admirernya saja dan gadis yang diam-diam menganguminya dari jauh. Kamu pasti tahu betul”Ucap Semi membuat Nara terdiam mengingat sesuatu.

Semi pun berdiri dan memasukan daun-daun yang ia ambil kedalam tasnya.

“Ayok kita pergi,nanti dokter Shin marah padaku kalau aku telat lagi”Ucap Semi pada Nara , dan gadis itu hanya mengangguk dan berjalan bersama Semi menuju rumah sakit.

****

“Whoaa!! Jonghyun sunbae sangat keren! Dan lihat! Itu Minho sunbae! Aigooo,mereka berdua sangat tampan”Ucap salah satu siswi Shinhwa Senior High School.

Sebagian besar siswa-siswi Shinhwa Senior High School sedang berkumpul di lapangan basket , karena tim basket sekolah mereka sedang latihan untuk pertandingan minggu depan. Dan dapat di lihat beberapa siswi bersorak-sorai meneriakan nama anggota basket favorit mereka.

“Semi-ah! Semi-ah! Lihat! Lihat! Chanyeol sangat keren kan?”Ucap Nara pada Semi yang sedang sibuk dengan spidol dan selembar daun—tempat ia menulis dengan spidol itu—

“Semi-ah!”Panggil Nara karena merasa di kacangi

“Hmm..”Jawab Semi masih sibuk dengan aktifitasnya tanpa menoleh sekalipun pada Nara,membuat gadis berambut panjang berwarna coklat itu kesal dan menarik Semi untuk berdiri.

Yak! Mwoya? (Apaan sih) ish!”Gerutu Semi kesal

“Habisnya kau mencuekiku. Aku jadi kesal sendiri”Ucap Nara sementara Semi hanya memutar kedua bola matanya malas dan terbelalak kaget saat melihat daun yang baru saja ia tulisi terbang begitu saja.

“Yak! Kwon Nara! Ini semua gara-garamu! Lihat daunku jadi terbang begitu!”Semprot Semi

Semi langsung berlari dari podiumnya , sementara Nara sudah meneriakinya dan meminta maaf padanya tetapi tidak di pedulikan oleh Semi. Gadis itu terus mengikuti arah daunnya terbang,sedikit konyol hanya berlari-lari untuk mengejar selembar daun.

Tanpa Semi sadari ia sudah berada di dalam lapangan basket walau masih di pinggir lapangan basket. Semi menangkap daunnya itu dan tersenyum senang.

“OH SEMIII!!! AWASS!!”Teriakan Nara terdengar dan saat Semi menoleh sebuah bola basket melayang kearahnya.

Semi menutup kedua matanya dan ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Ia pikir ia akan terjatuh di lapangan basket karena terkena bola basket tersebut,tetapi yang ia rasakan adalah tangan kekar yang memeluk dirinya seakan melindunginya dari bola basket tersebut.

Semi membuka matanya dan betapa terkejutnya dia saat melihat Jonghyun memeluk dirinya dan membiarkan bola basket itu mengenai punggung lelaki tersebut.

Sssuu…nbae?”Ucap Semi gugup. Jonghyun menatap Semi yang berada di pelukannya dan tersenyum.

“Lain kali hati-hati,jangan main masuk ke lapangan basket seperti itu”Ucap Jonghyun sembari tersenyum dan Semi hanya mengangguk dengan tampang bodohnya itu,ia merasakan jantungnya berdetak abnormal sekarang.

“Semi-ah! Gwenchana?”Teriak Nara yang berlari dan sudah berada di samping Semi. Sementara siswa-siswi yang lain yang melihat kejadian itu tampak berbisik-bisik membicarakannya.

Gwenchana”Jawab Semi pandangannya lurus menatap Jonghyun.

Jonghyun menatap Semi balik sembari tersenyum,senyum hangat yang membuat Semi luluh sejak saat pertama kali ia menginjakan kaki menjadi murid pindahan kelas 11 dari Gwangju ke Seoul. Semi sudah menyukai Jonghyun dari pandangan pertama sampai akhirnya memutuskan menjadi secret admirernya.

“Nara-ya,apakah tadi aku bermimpi di peluk oleh Jonghyun sunbae?”Ucap Semi dan Nara hanya menggeleng.

“Kamu tidak bermimpi,itu nyata”Jawab Nara
****

Jonghyun melangkah menuju lokernya seusai latihan basket tadi. Gadis yang tadi ia tolong di lapangan basket kembali terngiang di otaknya dan kembali memenuhi otaknya. Jonghyun berusaha mengabaikan apapun yang ia pikirkan sekarang tentang gadis itu,lalu ia membuka lokernya.

Terdapat 2 lembar daun coklat. Jonghyun mengernyitkan dahinya,baru kali ini secret admirernya mengiriminya 2 lembar daun. Tetapi Jonghyun tetap mengambil kedua daun tersebut dan membacanya.

“Sunbae,hari ini kau berlatih sangat keras ya. Jangan menyerah dan teruslah berlatih,kau terlihat tampan saat berlatih basket pun kkk~ fighting Jonghyun sunbae! Semoga kau memenangkan lomba minggu depan

-OSM-”

Itulah isi lembaran daun pertama,lalu Jonghyun membaca lembaran daun kedua.

“Terimkasih sunbae ^^

-OSM”

“Terimakasih untuk apa?”Gumam Jonghyun bingung.

“Oh Semi sangat beruntung ya bisa di peluk oleh Jonghyun sunbae,aaa~ aku juga ingin”Terdengar suara seorang siswi yang lewat melewati Jonghyun dan sepertinya tidak menyadari Jonghyun yang berdiri membelakanginya.

“Gadis tadi itu bernama Oh Semi?”Gumam Jonghyun,ia merasa mengenal nama tersebut.

Seperti menemukan sebuah potongan puzzle , Jonghyun tersenyum sembari membaca pesan di 2 lembar daun tersebut. Ia sekarang tahu siapa secret admirernya selama ini,inisial OSM ini tak jauh dari nama Oh Semi dan juga OSM mengucapkan terimakasih padanya,yang berarti ungkapan terimkasih dirinya karena Jonghyun sudah menolongnya di lapangan basket tadi.

“Oh Semi”Gumam Jonghyun masih dengan senyumannya.

****

Yak! Semi-ah! Palliwaaa!!! Kamu ini lambat sekali , pasti Shin Won Ho baksanim (dokter Shin Wonho) akan memarahimu”Ucap Nara pada Semi yang berada di belakangnya.

Yak! Palli!”Ucap Nara pada Semi yang sudah berada di sampingnya dan menarik gadis itu masuk ke dalam ruangan yang tertera tulisan ‘Shin Won Ho’.

“Oh Semi-ssi,kenapa kamu terlambat lagi untuk check up?”Suara seorang dokter muda terdengar saat Nara dan Semi memasuki ruangan tersebut.

Jeoseonghamnida baksanim”Ucap Semi sembari membungkukan badannya.

Gwenchana,asalkan kau tetap datang”Ucap Wonho sembari tersenyum kepada pasiennya itu.

Semi memiliki kelainan jantung sejak kecil dan pernah melakukan operasi besar,ia setiap hari di wajibkan untuk kontrol ke rumah sakit agar kondisinya baik-baik saja. Dan sekaranglah Semi sedang di periksa oleh dokter yang memeriksanya selama ia di Seoul beberapa bulan terakhir ini.

“Kondisimu semakin lemah”Ucap Wonho

Semi tampak tersenyum kecut “Mungkin aku akan mati kapan saja kan?”Ucap Semi

“Yah! Mworago? (Apa katamu?) Tentu saja tidak,iyakan,baksanim?”Ucap Nara yang mendengarkan ucapan Semi

Wonho hanya tersenyum dan mengusap kepala Semi lembut “Jangan pernah menyerah untuk hidupmu,Semi-ah. Tetaplah bersemangat,arrachi?”Nasehat Wonho dan hanya di jawab anggukan oleh Semi

****

Jonghyun tampak menyeruput teh hangatnya di cafe depan sekolahnya. Setelah kemarin mengetahui siapa secret admirernya itu,Jonghyun mencoba mencaritahu tentang Oh Semi yang ternyata adalah kelas 11-1 dan tentu saja gadis itu adalah adik kelasnya.

Jonghyun menatap kearah pintu masuk cafe,dari berbagai informasi yang ia dapat,Semi suka berkunjung ke cafe ini bersama sahabatnya sepulang sekolah.

“Huahhh!!! Mr.Doojoon tidak kira-kira sekali ya dalam memberi tugas!”Gerutu seorang gadis yang baru masuk ke cafe tersebut. Jonghyun pun langsung memperhatikan 2 gadis yang baru memasuki cafe.

“Bisa-bisa tanganku pegal untuk menterjemahkan bab 7”Gerutu gadis itu lagi yang tak lain adalah Kwon Nara.

Sementara gadis di sebelah Nara,hanya mengangguk-angguk kecil dan sibuk dengan selembar daun dan spidol,gadis itu tampak menulis sesuatu di daun tersebut. Rambut panjang yang agak sedikit ikal berwarna coklatnya itu menutupi sebagian wajahnya.

Nara dan Semi pun duduk di kursi yang berdekatan dengan Jonghyun. Ternyata sedari tadi Jonghyun sudah memperhatikan Semi sejak masuk kedalam cafe.

“Aku ingin pasta,kamu ingin apa Semi-ah?”Tanya Nara , tetapi gadis itu masih sibuk saja dengan daun dan spidolnya.

“Sama sepertimu”Jawab Semi singkat tanpa menoleh pada sahabatnya.

“Pastanya 2”Ucap Nara pada waiter tersebut dan pesanannya langsung di tulis oleh sang waiter “Dan aku ingin milkshake strawberry”Ucap Nara lagi

“Aku ingin orange juice”Ucap Semi yang kini sudah memasukan spidol dan daunnya itu kedalam tas selempang sekolahnya.

Waiter tersebut menulis pesanan mereka dan lalu pergi menuju dapur. Nara mengeluarkan buku bahasa inggrisnya dan buku catatannya,dan mulai menterjemahkan bab 7. Begitu pula dengan Semi , gadis itu mulai sibuk mengerjakan tugas , lalu pesanan mereka datang. Semi pun menaruh pulplennya asal dan mengambil orange juicenya,lalu meminumnya. Tanpa Semi sadari,pulpen miliknya terjatuh dan bergelinding ke kolong meja Jonghyun.

“Yah! Mana pulpenku?”Semi mencari-cari pulpennya.

“Mungkin terselip-selip”Ucap Nara masih fokus pada tugasnya.

Jonghyun hanya tersenyum melihat raut bingung Semi,lalu pria itu berjongkok mengambil pulpen gadis itu yang ia tahu berada di kolong mejanya.

“Apakah ini pulpenmu?”Ucap Jonghyun sembari memperlihatkan pulpen berwarna biru kepada Semi.

Semi menoleh dan agak terkejut saat mendapati Jonghyun memegang pulpennya. Dengan langkah perlahan Semi mendekat kearah Jonghyun sembari menundukan kepalanya dan mengambil pulpennya.

Gg…—oma..wo”Ucap Semi gugup masih dengan menundukan kepalanya.

“Kau Oh Semi ya dari kelas 11-1?”Ucap Jonghyun sebelum Semi meninggalkan mejanya.

Ndee..”Jawab Semi dengan nada gugupnya.

“Apakah kamu ada waktu besok hari sabtu?”Tanya Jonghyun. Semi langsung menatap Jonghyun yang sedang tersenyum padanya.

“Hmm..ne”Jawab Semi lagi masih dengan nada gugupnya karena sekarang ia merasa jantungnya berdetak abnormal.

“Kalau begitu,kutunggu kau di taman Yoido besok pukul 11”

****

Semi tampak mengambil beberapa dress dari lemarinya,dan menaruhnya di atas ranjangnya. Ia tampak melihati dress itu satu persatu,bingung ingin memilih yang mana.

“Menurutmu bagus yang mana? Pink atau putih?”Ucap Semi pada Nara yang sedang berkunjung ke rumahnya , sembari melihatkan dua buah dress berwarna pink dan putih.

“Kupikir yang putih”Ucap Nara saat memperhatikan dua dress tersebut.

Semi pun langsung menuju kamar mandi dan mengganti bajunya dengan dress tersebut,lalu ia menyisir rambut panjangnya dan mengolesi bedak pada wajahnya.

“Ekhem,yang ingin kencan dengan Jonghyun sunbae”Sindir Nara

Semi tampak menundukan kepalanya dan semburat merah muncul di pipinya. “Sudah hampir jam 11,aku pergi dulu,dah~”Ucap Semi lalu berjalan keluar kamarnya.

“Yah! Kamu malah pergi meninggalkan tamu di rumahmu?”Teriak Nara yang sudah tidak terdengar lagi oleh Semi.

****

Jonghyun tampak duduk di salah satu kursi yang tersedia di taman Yoido,ia sedang menunggu Semi yang belum juga datang.

“Apakah sunbae sudah lama menungguku?”Suara seorang gadis terdengar membuat Jonghyun menoleh padanya dan tersenyum.

“Tidak kok,aku hanya datang terlalu cepat”Ucap Jonghyun lalu berdiri dari duduknya dan menggenggam tangan kanan Semi,sementara gadis itu hanya mendudukan kepalanya malu dan rona merah terlihat di pipinya.

“Semi-ah,selama ini kamu kan secret admirerku?”Tanya Jonghyun membuat Semi mengangkat kepalanya dan menatap Jonghyun

“Bagaimana sunbae tahu?”Tanya Semi

“Tentu saja aku tahu,insialmu kan OSM yang berarti Oh Semi”Ucap Jonghyun sembari tersenyum pada Semi.

Mereka berdua berjalan di jalan setapak yang di penuhi oleh daun coklat yang berguguran,suasana di antara mereka sangat cangung dan hening , tangan mereka masih terpaut bergandengan tangan.

Semi tiba-tiba melepaskan genggaman tangan mereka berdua , dan lalu mengambil MP3 dan earphonenya. Jonghyun hanya menatapnya sembari tersenyum.

“Maaf sunbae aku merasa canggung sekali,jadi bagaimana kalau sunbae mendengarkan lagu ini bersamaku?”Ucap Semi sembari tersenyum pada Jonghyun dan memasangkan sebelah earphonenya pada telinga Jonghyun,dan sebelahnya lagi di telinganya.

sesang moduga geudael boayo
hajiman neul geureoteut geudaen eodupjyo
naneun han saramman gaseume damaseo
geudae dwitmoseumman tto bonaeyo
nan neul geureoke meongi deureoyo
ulkeok niga bogo sipeun geureonnal
ulkeok nae mami nae mameoro an doen nal
ulkeok ssodajineun naui nunmuri
haru jongil geudaereul butdeulgo

(The whole world is looking at you
But just like always, you’re so dark
I only have one person in my heart
So I’m only looking at your turned back again
I’m always being bruised like this
All of a sudden, on days I miss you
All of a sudden, when I can’t do as my heart wants
All of a sudden, tears fall down
All day, I hold onto you

—Krystal F(x) – All of Sudden— )

“Lagunya sangat enak sekali”Gumam Jonghyun

“Ini adalah lagu favoritku”Ucap Semi sembari tersenyum dan lalu mereka berdua kembali berjalan dengan bergandengan tangan dan mendengarkan lagu tersebut hingga beres.

“Semi-ah”Panggil Jonghyun sembari menatap Semi dan Semi pun menatapnya balik.

Jonghyun tersenyum dan lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Semi dan mengecup bibir gadis itu sekilas , membuat Semi diam terpaku.

****

“Semi-ya! Gwenchana? Semi-yaa!!!”Teriakan Nara terdengar sembari mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi yang ia ketahui ada Semi di dalamnya. Nara hari ini menginap di rumah Semi.

Sementara Semi,ia memegang dada kirinya dan menatap pantulan wajahnya di cermin wastafel. Wajahnya itu tengah pucat pasi dan keringat dingin bercucuran di sekujur tubuhnya.

“Semi-ahhh!”Teriakan Nara terdengar lagi. Semi pun dengan perlahan berjalan membuka pintu kamar mandi dan dapat di lihat Nara menatapnya khawatir.

Semi masih memegangi dada kirinya yang tampak sangat nyeri itu dan ia tampak mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal.

“Semi-ah! Wajahmu pucat sekali,ayok kita ke rumah sakit”Ucap Nara dan di jawab gelengan oleh Semi

“Tidak perlu”Ucap Semi , lalu ia berjalan meninggalkan Nara. Baru saja 2 langkah ia berjalan , tubuhnya ambruk membuat Nara panik.

Yak! Yak! Semi-ah! Ireonaaa!!! Ahjumaaa!! Ahjumaaa!!”Nara berteriak-teriak memanggil ibu Semi

“Eoh? Wae gurrae?”Ibu Semi pun datang dan terkejut melihat putrinya pingsan “Yak! Semi! Ayok cepat bawa ke rumah sakit”Ucap Ibu Semi dan di jawab anggukan oleh Nara.

****

Jonghyun tampak memandangi ponselnya , sedaritadi ia menanti jawaban pesan singkat yang ia kirimi pada Semi , bahkan ia sudah mencoba menghubungi gadis itu tetapi tidak juga di jawab. Besok Jonghyun sudah berangkat ke Incheon selama 5 hari untuk pertandingan basket , dan hari ini ia berencana untuk mengungkapkan perasaannya pada Semi dan mengajak gadis itu bertemu. Tetapi tak satupun pesan singkat dan telepon darinya di angkat oleh gadis itu.

Jonghyun mengacak-acak rambutnya frustasi dan menaruh ponselnya di atas naskas , dan ia membaringkan tubuhnya di atas ranjangnya. Perlahan matanya terpejam dan ia tertidur karena lelah.

****

“Jonghyun-ah,apakah kau siap untuk pertandingan hari ini?”Ucap Lee Byunghun salah satu anggota tim basket. Dan Jonghyun hanya mengangguk lemah.

“Hei kau kenapa?”Tanya Byunghyun

“Tak apa”Jawab Jonghyun , lelaki itu kembali menatap ponselnya dan tidak mendapat pesan atau telepon dari Semi.

“Semi belum membalas pesan atau menelepon balikmu,hyung?”Tanya Minho dan di jawab gelengan dari Jonghyun.

“Mungkin dia sibuk”Ucap Minho dan lalu para anggota tim basket pun memasuki bus untuk menempuh perjalanan menunju Incheon.

****

~5 days ago~

“Yuhuuu!! Tim kita menang!”Teriak Byunghyun semangat

“Tentu saja,kita adalah tim yang terbaik”Ucap Minho

Selama 5 hari berlalu,tim basket Shinhwa Senior High School bertanding di Incheon dan berhasil memenangkan juara. Semua anggota tim basket tampak riang dan bahagia,kecuali satu orang yang tampak termenung menatap ponselnya.

“Apakah Semi belum juga..—”

“Entah apa yang dia lakukan”Jonghyun memotong ucapan Minho

Jonghyun langsung terlonjak saat ponselnya berdering menandakan panggilan masuk. Saat melihat contact name tersebut,mendadak Jonghyun kecewa karena yang meneleponnya adalah Nara bukannya Semi.

Yeboseyo”Ucap Jonghyun

Sunbae,kau sudah pulang dari Incheon?”Tanya Nara

“Sudah memangnya kenapa?”

Seharusnya sunbae tahu ini dari dulu,tetapi Semi selalu bilang untuk menyembunyikannya darimu”Jonghyun tampak mengernyitkan dahinya bingung mendengar ucapan Nara.

“Tahu apa?”Tanya Jonghyun

Semi mempunyai kelainan jantung sejak kecil,jantungnya sangat lemah. Dan selama 5 hari ini ia terbaring koma di rumah sakit yangu”Ucap Nara.

Jonghyun merasa kosong saat mendengar ucapan Nara barusan,ponselnya jatuh begitu saja ke lantai , ia merasa kehilangan fungsi tubuhnya dan badannya terjatuh begitu saja dan untungnya langsung di tahan oleh Minho yang berada di dekatnya.

Hyung? Gwenchana?”Tanya Minho.

Jonghyun tampak mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal,ia mengambil ponselnya yang tadi terjatuh di lantai.

“Di rumah sakit yangu?”Tanya Jonghyun

Nde,Semi di rawat di rumah sakit yangu kamar nomor 305”Ucap Nara.

Jonghyun langsung berlari begitu saja mengabaikan teriakan Minho. Ia langsung naik ke atas motornya dan menggunakan helmnya,ia langsung melaju sangat kencang menuju rumah sakit yangu , hampir berapa kali ia mengalami kecelakaan sampai akhirnya ia sampai di rumah sakit tempat tujuannya.

Jonghyun langsung turun dari motornya dan berjalan masuk kedalam rumah sakit,beberapa kali ia menabrak seseorang dan hanya mengucapkan maaf ala kadarnya. Jonghyun langsung menuju kamar nomor 305 dan membukanya.

“Semi?”Gumam Jonghyun dan air matanya tumpah begitu saja melihat tubuh kaku Semi di lengkapi oleh berbagai alat rumah sakit.

Nara yang berada di situ hanya menatap Jonghyun miris. Jonghyun sudah menangis terisak di dekat ranjang Semi , dan lalu menguncang-guncang tubuh gadis itu.

“Bangunlah,Semi-ya! Bangunlah!”Ucap Jonghyun masih menguncang-guncang tubuh gadis itu

—Flashback—

“Apakah kamu bisa bernyanyi?”Tanya Jonghyun pada Semi yang duduk di sebalahnya.

“Suaraku jelek,sunbae”Jawab Semi

“Panggil saja aku oppa”Ucap Jonghyun

“Ahh ne oppa”Ucap Semi sembari menundukan kepalanya malu.

“Coba nyanyikan aku sebuah lagu,tak peduli suaramu seperti apapun,aku akan mendengarkannya”Ucap Jonghyun

“Baiklah”Ucap Semi lalu menarik nafasnya dan menghembuskannya dan lalu mulai bernyanyi

“naneun sori nae ulji anhayo
hajiman neul geureoteut useul sun itjyo
naege nameun geon sangcheo ppunirado
geudae dwitmoseube nan useoyo”

Jonghyun mendengarkannya dengan seksama dan lalu tersenyum saat Semi sudah menyelesaikan nyanyiannya. Gadis itu tampak menundukan kepalanya malu.

“Suaramu indah sekali,sungguh”Ucap Jonghyun

“Gomawo oppa”Ucap Semi yang pipinya sudah merona merah.

Jonghyun mendekat kearah Semi dan lalu mengecup pipi kiri gadis itu singkat.

“Pipi kirimu merah sekali,jadi aku mengecupnya”Ucap Jonghyun sementara Semi semakin menundukan kepalanya.

—Flashback END—

Jonghyun terus menguncang tubuh Semi , sampai pada akhirnya terlihat pada monitor pemacu jantung terdapat garis lurus. Jonghyun tambah menguncang tubuh Semi dengan keras.

“Semi-ya! Bangun! Aku di sini! Aku mencintaimu! Kumohon bangunlahhh!!! Semi-yaa!!”Teriak Jonghyun lalu beberapa dokter dan suster datang. Jonghyun langsung di tarik keluar oleh beberapa perawat laki-laki.

Jonghyun tampak menangis histeris saat di tarik keluar. Nara hanya menatap nanar kejadian yang ada di hadapannya dan air mata turun dari pelupuk matanya.

“Ini kenapa dulu Semi tidak ingin menunjukan dirinya padamu,dia hanya ingin memandangmu dari jauh dan mengagumimu diam-diam. Karena ia tahu waktunya hanya sebentar lagi”Ucap Nara pada Jonghyun yang terduduk di lantai rumah sakit sembari menangis.

Lalu pintu kamar inap Semi terbuka menampakan Wonho yang tersenyum lemah dan menatap Jonghyun dan Nara bergantian.

“Maaf,kami sudah berusaha sebaik mungkin. Tetapi uri Semi harus di ambil oleh Tuhan”Ucap Wonho. Mendengar ucapan Wonho membuat Nara menangis kembali dan terdengar lebih kencang.

Sementara Jonghyun langsung berdiri dari duduknya dan merasa tak percaya. Ia langsung berlari menuju kamar Semi dan melihat gadis itu telah di tutupi oleh selimut. Perlahan Jonghyun membuka selimut yang menutupi wajah Semi , wajahnya terlihat damai dalam tidurnya dan membuat Jonghyun menangis kembali.

Jonghyun berjongkok di samping ranjang tersebut dan mendekatkan dirinya ke telinga Semi.

Saranghae”Bisik Jonghyun sembari menintikan air matanya.

Ulkeok ssodajineun nunmul sogeseo
Ulkeok gwaenchanha dadogyeoboado
Ijen oji anheul geudaeraneungeol
Naega araseo da araseo
Annyeong

(All of a sudden, with my falling tears
All of a sudden, I comfort myself, saying it’s okay
I know that you won’t come now
So I’ll deal with it on my own
Goodbye
)

—The END—

HALLO HALLO KEMBALI DENGAN HYE INI FF DI KEBUT 1 MALAM PERMIRSAH /CAPSJEBOL/ dan maaf sekali bila ini ff absur parah-___- hye kepikiran buat series setelah mempost spring of love yang sebenernya ff itu udh jebot sejebot-jebotnya(?). Maaf bila banyak kekurangan di ff ini T____T don’t forget to comment sama like yaa. Thankyou.

Advertisements

Author:

A tinkerbell who dream to be Luhan's future wendy — Also an amature author, k-drama trash, k-running man freak, eternal ELF, ahjussi and korean actor addict in the same time

2 thoughts on “FF : Autumn Tears {Oneshoot}

Write ur Love Letter . . . <3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s