Posted in Angst, Oneshot, Romance, Sad, Teens

FF : Gone {Oneshoot}


Title : Gone
Genre : Romance, Sad, Angst

Author : Kim Hyerim

Rating : Teens

Lenght : Oneshoot

Backsound : Jin – Gone

Main Cast :
-Xi Luhan
-Oh Hyerim (OC/You)

Summary : “Dan disini aku berdiri bersama setumpuk kenangan, Aku merindukanmu

Note : yang di bold italic itu adalah kilas balik dan lirik lagu, don’t like? Don’t read, read? Do RCL plsss :)))

Gadis itu meraba barang-barang yang berada di sekitarnya, mencoba mengetahui apa yang ada di sekitarnya. Gadis itu berjalan perlahan menuju sebuah piano yang berada di tengah ruangan, beberapa kali ia menabrak sesuatu yang berada di hadapannya, tetapi ia tetap berjalan menuju piano coklat itu.

Gadis bernama Oh Hyerim itu kini tengah duduk di hadapan piano coklat itu, lalu dengan perlahan ia meraba tuts piano itu dan mulai memainkan piano tersebut dan berhasil menghasilkan alunan musik yang indah. Hyerim memejamkan matanya dan perlahan air mata turun, ia ingat dulu ada seseorang yang mengajarkannya memainkan musik yang kini ia mainkan, orang yang sudah lama ia tunggu dan yang ia rindukan.

Hyerim mencoba mengingat orang itu, pria itu yang dulu mengisi hatinya, mengingat wajahnya yang sama sekali tidak pernah ia ketahui. Pria yang sangat ia rindukan, Xi Luhan.

“Gieogi meomuldagan geu jalie
Son kkeut-e nam-aissneun ongiedo
Niga issda issda
Neoui hyang-gi neoui eolgul”


(Ditempat ini, dimana semua memori kita tersimpan
Bahkan kehangatan yang tercipta diujung jariku
Semua masih disana, masih ada disana
Aromamu, wajahmu)

****

Sebuah mobil limosin hitam berjalan memasuki sebuah perkarangan rumah yang mewah. Setelah limosin itu berhenti, seorang supir pria membukakan pintu belakang mobil untuk seorang gadis yang berada di dalam mobil tersebut. Gadis itu dengan perlahan turun dari mobil, tak lupa ia menggunakan tongkat lipat yang sedari tadi ia pegang di tangan kanannya, gadis itu mulai berjalan dengan bantuan tongkat tersebut.

Sementara didalam rumah mewah tersebut, seorang pria sedang memainkan pianonya dan melihat sebuah limosin hitam memasuki perkarang rumah, dengan penasaran ia mengangkat wajahnya dan melihat siapa yang datang.

Yak! Xi Luhan! Apa yang kau lihat! Fokus dengan permainan pianomu!”Ucap pria bernama Cho Kyuhyun itu menegur Luhan.

“Ishh! Hyung! Kau berisik sekali! Aku hanya ingin tahu, siapa sih yang datang!?”Ucap Luhan

“Dia adalah putri Oh Daejun, pemilik tempat les piano ini yang sekaligus adalah rumah keluarga Oh”Jawab Kyuhyun dan Luhan hanya ber-oh ria.

“Dia sepertinya baru kulihat ya”Gumam Luhan

“Dia baru pulang dari Jepang, dia juga akan belajar piano denganku mulai hari ini”

“Oh geurae, untuk apa dia ke Jepang?”

Yak! Kau ini banyak sekali bertanya! Fokus saja memainkan pianomu!”Kyuhyun pun menjitak Luhan dan Luhan hanya mengelus kepalanya yang dijitak dan fokus bermain piano kembali.

Saat gadis yang Luhan ketahui adalah putri pemilik tempat les piano yang selama ini menjadi tempat lesnya itu masuk ke dalam rumah, Luhan diam-diam memperhatikannya. Gadis itu tampak berwajah datar dan berjalan menuju piano yang berada di sebelah ruangan Luhan berada yang di batasi oleh kaca , Luhan terus memperhatikannya.

“Eoh Hyerim-ssi, selamat datang kembali di Korea”Ucap Kyuhyun sembari menghampiri Hyerim dan Hyerim hanya tersenyum dan mengangguk.

Gomawoyo”Ucap gadis yang bernama Hyerim itu.

Luhan memperhatikan gadis yang ia ketahui bernama Hyerim itu, saat ia berbicara pada Kyuhyun yang berada di sebelah kanannya, ia tidak menoleh sekalipun pada Kyuhyun dan menatapnya.

“Ada yang aneh dengan gadis itu”Pikir Luhan

Luhan dapat melihat Hyerim di latih oleh Kyuhyun, dan memang, Hyerim tampak tak fokus sama sekali, pandangannya seakan tak memperhatikan Kyuhyun dan itu membuat Kyuhyun yang sangat tidak sabaran harus lebih sabar melatihnya.

Waktu pun berjalan dengan cepat, les piano yang dijalani oleh Luhan pun selesai. Luhan berdiri dan berjalan gontai sembari mengambil botol obat yang berada di saku celananya. Saat ia berjalan melewati lorong rumah keluarga Oh yang sekaligus tempat les piano itu, ia berpas-pasan dengan Hyerim yang hendak berjalan menuju tangga. Saat berpas-pasan dengan Hyerim , Luhan memperhatikan gadis itu yang seakan tak menyadari kehadirannya dan pandangannya lurus kedepan tak memperhatikan Luhan.

Luhan perlahan membuka tutup botol obatnya dan meminum beberapa butir dan melihat aneh kearah Hyerim dan lalu menggelengkan kepalanya. Apakah nona Oh itu sangat sombong sampai tidak ingin melihat ataupun tersenyum pada orang yang berada di sekitarnya? Itu lah pikir Luhan.

****

Keesokan harinya, seperti biasa, Luhan menuju tempat les pianonya untuk berlatih pada pukul 13:00 seusai kuliahnya. Luhan turun dari mobil yang mengantarnya dan berjalan keluar mobil dan lalu tersenyum sembari membungkuk hormat pada penjaga yang berada di depan rumah keluarga Oh.

“Semoga latihan hari ini lancar”Gumam Luhan.

Langkah kaki Luhan pun memasuki rumah keluarga Oh dan berjalan ke arah piano coklat yang biasa ia pakai berlatih. Luhan pun dapat melihat Kyuhyun yang berada di ruangan sebelah ruangannya, ruang piano yang di pakai Hyerim berlatih dengan sebuah piano hitam.

Yak! Hyerim! Sudah kubilang, tekan tuts yang itu! Bukan yang ini! Errr…”Kyuhyun tampak sedang memarahi Hyerim dan dengan kesal ia sengaja menjatuhkan sebuah toples kecil berisi permen yang berada diatas piano hitam itu dan lalu berjalan meninggalkan Hyerim.

Hyerim pun perlahan berdiri dari duduknya dan dengan gerakan hati-hati ia berjongkok, meraba-raba lantai mencoba mengambili permen-permen yang di jatuhkan Kyuhyun. Luhan pun memperhatikan gerakan Hyerim sedari tadi, ia pun tampak terkejut saat melihat Hyerim meraba-raba lantai untuk mengambili permen-permen itu.

“Ekhem chogiyo, apakah nona Oh itu…bu..ta?”Tanya Luhan pada pelayan keluarga Oh yang berada disebelahnya.

“Sttt…. Itu benar tuan Xi, nona muda ke Jepang untuk mengobati matanya, sayangnya tidak berhasil, dan tidak menemukan pendonor mata sekalipun”Jawab pelayan itu sembari mengangkat jari telunjuknya di depan bibir agar Luhan tidak berkata terlalu keras tentang Hyerim yang buta agar tidak terdengar oleh Hyerim.

Lalu pelayan itu pun pergi, Luhan pun melihat sekitar dan saat di pastikan tidak ada seorang pun. Luhan berjalan mendekati Hyerim dan berjongkok dihadapan gadis itu.

“Hei, sini aku bantu”Ucap Luhan sembari mengambili permen-permen itu dan Hyerim hanya menolehkan kepalanya bingung karena tidak mengenali suara orang yang berada dihadapannya saat ini.

“Hah sudah beres semuanya. Kau ingin ku ajari apa yang diajarkan Kyuhyun hyung padamu tadi? Siapa tahu aku bisa mengajarimu”Ucap Luhan setelah menaruh kembali toples berisi permen itu di atas piano

Hyerim mengerutkan alisnya bingung, ia masih bingung siapa pemuda yang berada dihapadannya sekarang, dan tampaknya Luhan tidak tahu gadis itu bingung dan malahan menariknya dan membantu Hyerim duduk di kursi piano. Luhan duduk disamping Hyerim dan lalu mulai mengajari Hyerim.

“Jadi kau tekan tuts yang ini, bukan tuts yang itu, kau selalu menekan yang itu jadi kau salah terus”Ucap Luhan sembari memegang kedua tangan Hyerim dan menggerakannya menekan tuts yang ia maksud untuk mengajarinya.

“Oh geurae, jadi aku salah menekan tuts ya selama ini?”Ucap Hyerim dan Luhan mengangguk

Keurae(iya), kau salah terus sampai membuat Kyuhyun hyung marah, dan Kyuhyun hyung juga salah tidak mengajarimu secara perlahan dan sembari memegang tanganmu sepertiku”Ucap Luhan. Hyerim hanya mengangguk sembari tersenyum.

Luhan merasakan langkah kaki Kyuhyun mendekat dan dapat melihat Kyuhyun yang muncul dari arah tangga. Dengan gerakan cepat, Luhan besembunyi di belakang piano. Hyerim tidak mengetahui apapun dan masih tersenyum-senyum sendiri. Kyuhyun pun melangkah mendekati Hyerim dan hanya mengerutkan alisnya bingung saat melihat Hyerim senyum-senyum tidak jelas kearah kanannya —yang tadinya di tempati Luhan— yang tidak ada seorangpun.

“Ekhem Hyerim-ah, maaf aku harus pergi keluar sekarang karena ada urusan. Dan mungkin juga Luhan salah satu murid disini juga sudah pulang tadi, kau tak apakan aku tinggal?”Ucap Kyuhyun. Hyerim pun berhenti tersenyum saat mendengar ucapan Kyuhyun dan lalu mengangguk.

Arraseo, gwenchana”Setelah Hyerim menjawab seperti itu, Kyuhyun pun melangkah pergi meninggalkan Hyerim.

Luhan yang berada di belakang piano pun menghembuskan nafas lega dan lalu memunculkan kepalanya di balik piano dan menatap Hyerim yang sedang menunduk.

“Hei!”Ucap Luhan dan membuat Hyerim mengangkat kepalanya dan pandangannya kosong menatap lurus pada Luhan, sementara Luhan tersenyum.

“Untung saja tidak ketahuan Kyuhyun hyung, kalau iya, bisa-bisa ia menghabisiku karena mengajari muridnya”Ucap Luhan dan lalu berjalan dan duduk di tempatnya semula—disebelah kanan Hyerim—

Neo nuguseyo?(Kau siapa?)”Tanya Hyerim

“Xi Luhan imnida”Ucap Luhan sembari mengulurkan tangannya tetapi Hyerim hanya diam tidak membalas jabatan tangannya dan Luhan hanya tersenyum dan lalu meraih tangan Hyerim untuk berjabat tangan.

“Kau ingin ini? Cobalah ini enak”Ucap Luhan sembari mengambil permen dari toples yang berada di atas piano dan meyuapinya ke mulut Hyerim.

Hyerim menguyah permen tersebut sembari tersenyum dan Luhan hanya menatap jarinya yang tadi tidak sengaja menyentuh bibir Hyerim saat menyuapinya permen. Luhan pun mengambil botol obatnya dan memeninumnya beberapa butir dan menatap wajah Hyerim sembari tersenyum.

****

Hyerim meraba atas piano sembari tersenyum miris, dengan mata berkaca-kaca ia meraih toples permen yang sudah kosong.

“Luhan-ah, neo eoddiga?”Gumam Hyerim

“Jebal nal bwa nal bwabwa nal bwabwa
Na ileohge neol neukkyeo neol neukkyeo neol neukkyeo
Aesseo jab-eun maltu aesseo jab-eun miso
Aesseo jab-eun neonde”


(Tolong, lihatlah aku.. lihatlah aku..
Aku yang masih merasakanmu, merasakanmu seperti ini
Aku mencoba mengingat caramu berbicara, caramu tersenyum
Aku yang selalu mencoba mengingat semua tentangmu)

****

Keesokan harinya, Luhan berjalan dengan ceria memasuki tempat les pianonya itu dan tidak lupa senyum yang selalu mengembang di wajahnya. Ia sedikit berlari memasuki kediaman keluarga Oh itu dan masih dengan senyum lebarnya dan senyumannya semakin lebar saat mendapati Hyerim berlatih piano disebelah ruangan tempat ia berada.

Hyerim tersenyum manis dan senang karena telah lancar memainkan satu lagu yang kemarin di ajarkan Luhan, dan Kyuhyun yang sedang berdiri disampingnya pun tersenyum senang dan lalu terdengar getaran ponsel yang ternyata berasal dari ponsel Kyuhyun. Setelah Kyuhyun mengangkat dan berbicara pada orang yang meneleponnya, ia langsung menatap Hyerim.

“Hyerim-ssi, maaf aku harus pergi lagi, tak apa kan?”Ucap Kyuhyun dan Hyerim hanya tersenyum dan mengangguk.

“Gwenchana, jika kau ingin pergi, pergi saja”Jawab Hyerim

“Arrraseo, nan kalkaeyo(aku pergi)”Dan lalu Kyuhyun pun pergi meninggalkan Hyerim.

Hyerim pun sibuk menekan tuts demi tuts piano dan lalu dengan langkah perlahan Luhan mendekatinya. Hyerim langsung menghentikan permainan pianonya dan Luhan pun langsung berhenti melangkah.

“Yak! Luhan-ah! Aku tahu itu kau! Aku hafal langkah kakimu!”Ucap Hyerim dan Luhan hanya tersenyum dan lalu menghampiri Hyerim.

“Hei nona Oh! Eotte?(Bagaimana?) Kau jadi bisakan memainkan 1 lagu yang kuajarkan”Ucap Luhan

“Ahaha keurae”

“Eh kau ingin pergi keluar tidak?”

“Keluar? Kemana?”

“Jalan-jalan saja”

“Aku tidak boleh pergi tanpa di temani para pengawalku”

“Kenapa begitu?”

“Karena aku…..buta”Hyerim sedikit memelankan nada suaranya saat mengucapkan kata-kata terakhir.

“Hmm.. Kan ada aku yang menemanimu”

“Tetap saja tidak boleh, appa terlalu mengekangku”Hyerim tampak tersenyum kecut dan Luhan hanya menatapnya iba.

“Eyyy..lain kali jangan jadi anak baik yang selalu menurut, ayo ikut aku pergi!”

Sebelum Hyerim menjawabnya, Luhan sudah menarik lengan Hyerim dan mereka pun keluar dari kediaman keluarga Oh melalui pintu belakang secara diam-diam.

“Kau mau kemana?”Tanya Luhan saat mereka sudah berhasil kabur dari kediaman keluarga Oh.

“Nan mollaseo”Jawab Hyerim

“Kalau begitu, ikut aku saja”Luhan pun membawa Hyerim ke sebuah taman bermain

“Sini, sini”Ucap Luhan dan Hyerim hanya menurut mengikuti intruksi Luhan

“Duduklah disini”Ucap Luhan lagi dan Hyerim pun duduk dan yang Hyerim tahu ia duduk di sebuah bangku yang terbuat dari besi.

“Kita ada dimana?”Tanya Hyerim dan Luhan hanya tersenyum.

“Hana! Dul! Set!”Bukannya menjawab, Luhan malahan menghitung dan lalu mendorong ayunan yang sedang di duduki Hyerim.

“Kyaaa!!!”Teriak Hyerim karena terkejut tapi lama kelamaan ia juga menikmatinya.

Hyerim tersenyum sembari tertawa, ia lupa kapan terakhir kali ia tertawa lepas seperti itu karena selama ini semenjak ia kecelakaan dan kehilangan penglihatannya saat berumur 11 tahun, ia selalu murung dan kurang semangat menjalani hari-harinya. Luhan juga tersenyum dan terus mendorong ayunan yang di naiki oleh Hyerim.

Luhan merasa senang melihat gadis itu tersenyum, ia juga merasa hangat dan nyaman saat bersama dengan gadis itu, apakah tandannya ia jatuh cinta? Dan apakah Luhan tahu bahwa Hyerim juga merasakan perasaan yang sama?

“Hah! Gerimis!”Pekik Luhan sembari menatap langit biru yang lambat laun berubah menjadi langit yang mendung dan setetes demi setetes air hujan pun turun.

“Ayo kita pulang saja”Ucap Hyerim dan lalu berdiri dari ayunan yang di naikinya.

“Ayo kalau begitu”Ucap Luhan dan lalu menarik dan mengandeng tangan Hyerim.

Gerimis yang tadinya kecil pun perlahan turun menjadi hujan yang sangat deras. Luhan pun menarik tangan Hyerim dan mengajaknya berlari menerobos hujan, dan lalu Luhan membuka jas yang ia pakai dan menjadikannya sebagai pelindung dirinya dan Hyerim dari hujan deras tersebut.

Mereka berlari menerobos hujan, tanpa Luhan ketehui, Hyerim tersenyum saat itu juga dan entah mengapa ia merasa senang saat itu juga walaupun ia merasa kedinginan karena sebagian tubuhnya terkena air hujan.

“Uri hamkke issdeon geu gong-gan-e
Naega neol dalm-agadeon geu sungan-e
Bis-sog-eul geunyang geol-eodo neomu joh-assdeon
Niga eobsda niga eobsda
Eotteohge na honjaseo neol jiugo sal-a
Hamkke geol-eogadeon geu sigan-e
Geuleohge mandeul-eogadeon
Chueogkkajido milyeonkkajido meomun jalie
Nan seo issda neomu geuliwo”

(Ditempat kita selalu bersama
Disaat waktuku hanya untukmu
Saat itu meski berjalan dalam rinai hujan aku tetap bahagia
Tapi sekarang kau tak disini, tidak disini
Bagaimana aku bisa menajalani hidup dengan menghapusmu?
Dahulu, disaat kita jalan berdampingan
Dahulu, ditempat kita saling mengukir kenangan dan akan selalu terpatri
Dan disini aku sekarang, berdiri didepan kenangan merindukanmu)

****

1 minggupun berlalu. Luhan kadang sering mengajak Hyerim bermain keluar kediaman keluarga Oh disaat Kyuhyun tidak mengajar karena sibuk mengurusi urusannya, yang membuatnya harus absen mengajar.

“Coba dengar lagu ini”Luhan memasangkan earphone di kedua telinga Hyerim.

Mereka berdua sekarang berada di perpustakaan kota. Hyerim tampak sedang menyenderkan punggungnya kepada rak buku dan memejamkan matanya mendengarkan lagu dari earphone yang dipakainya.

“Lagu apa ini?”Tanya Hyerim “Alunannya sangat merdu”Hyerim menambahkan lagi lalu menengok kearah Luhan. Luhan tampak memandangi kedua bola mata Hyerim yang tampak bersinar, andai kedua bola mata itu dapat melihat pikirnya.

“Luhan-ah?”Hyerim membunyarkan lamunan Luhan.

“Eoh? Judul lagu ini adalah gone”Jawab Luhan.

“Gone? Pantas saja sedih sekali”

“Dan alunan piano yang ku ajarkan padamu adalah alunan lagu ini”

“Benarkah? Pantas saja aku merasa familiar mendengar musik dari lagu ini”

“Hyerim-ah, kau ingin mencari buku apa sampai memintaku membawamu ke perpustakaan?”Tanya Luhan. Ya, tadi Hyerim memaksa Luhan untuk mengajaknya ke perpustakaan kota.

“Aku jarang membaca buku lagi selain buku yang sudah ditulis dengan tulisan braille. Setiap aku ingin membaca buku cerita atau buku apapun, kadang Kwon ahjuma, pengasuhku selalu menulis ulang buku itu dengan tulisan braille. Atau tidak aku di bacakan buku itu olehnya”Ucap Hyerim

“Jadi kau ingin membaca buku di perpustakaan ini?”Tanya Luhan sembari menatap Hyerim, dan lagi-lagi ia terpana menatap bola mata gadis itu.

“Ahniya”Hyerim menggeleng, membuat alis Luhan berkerut. “Aku ingin kau membacakan aku buku”Hyerim tersenyum.

“Arraseo, kau ingin di bacakan buku apa?”Tanya Luhan

“Dongeng snow white atau cinderella mungkin?”

“Yak! Kau masih suka dengan cerita seperti itu? Ckckck tak kusangka”Luhan tampak berdecak dan menggelengkan kepalanya.

“Huh!? Memangnya kenapa!?”Hyerim tampak cuek

“Kau sudah besar!”Lalu Luhan menjitak kepala Hyerim.

“Yak! Mwoyaaa!???”Hyerim tampak kesal dan memukuli dada Luhan.

Luhan pun menahan kedua tangan Hyerim dan lalu menarik gadis itu kedalam pelukannya. Hyerim hanya terdiam dan ia bisa mendengarkan detak jantung Luhan yang berdetak keras. Tanpa sadar sudah hampir setengah jam mereka saling berpelukan. Hyerim pun langsung melepaskan pelukan itu lalu menuduk malu, Luhan pun menatap Hyerim.

“Pipimu merah! Ahaha!”Tawa Luhan meledak

“Yak! Mwoyaa!?”Hyerim tampak kesal dan berteriak.

“Hei kalian! Jangan berisik!”Ucap Ibu penjaga perpustakaan kepada Luhan dan Hyerim.

“Err.. Kau sih!”Hyerim pun membalikan tubuhnya dan berjalan menjauhi Luhan. Tapi saat baru 5 langkah ia berjalan, Hyerim malah menabrak rak buku yang ada dihadapannya.

“Aishiii(sial)”Rutuk Hyerim sembari mengusap-usap keningnya.

“Ahahahaahahah!!!!”Tawa Luhan meledak membuat pengunjung perpustakaan itu terganggu.

“Yak! Kalian! Nawa(keluar)!”Usir penjaga perpustakaan.

Dan lalu, Luhan langsung menarik Hyerim keluar perpustakaan tersebut sebelum kena amuk si penjaga perpustakaan.

****

“Nde sajangmin? Aku akan di jodohkan oleh Hyerim?”Kyuhyun tampak sedang berbicara di telepon.

“Keurae, kau menyukai putriku kan? Aku akan menjodohkan kalian. Bagaimana perkembangannya memainkan piano?”Terdengar suara Tuan Oh—ayah Hyerim— dari sebrang sana.

“Mianhamnida sajangmin, aku jarang melatihnya lagi”Terdengar nada penyesalan dari Kyuhyun.

“Ah amugeutdo ahniya(tidak apa-apa), aku mengerti kau banyak urusan yang harus kau urusi”

“Ah nde sajangmin, lain kali akan kubagi waktuku”Kyuhyun tampak menoleh ke jendela dan betapa terkejutnya saat ia mendapati Luhan sedang menggenggam tangan Hyerim dan tampak sedang mengendap-endap melewati kebun rumah keluarga Oh.

“Kyuhyun-ah?”Panggilan Tuan Oh menyadarkan Kyuhyun kembali.

“Ah sajangmin?”

“Kenapa kau melamun?”

“Ini gawat sajangmin”

“Gawat? Memangnya ada apa?”

“Putrimu, Hyerim, sepertinya berkencan dengan seseorang”

****

Luhan tampak mengintip dibalik tembok mengawasi suasana halaman kediaman keluarga Oh yang besar itu. Lalu ia mengayun-ayunkan tangannya mengisyaratkan pada Hyerim untuk maju karena keadaan aman, tetapi Hyerim malah terdiam di tempatnya.

Luhan menengok kearah Hyerim yang berdiri tak jauh darinya dan lalu menepuk jidatnya sendiri karena lupa bahwa gadis yang di bawanya sekarang adalah gadis buta. Luhan pun langsung berlari kearah Hyerim dan lalu menggenggam tangan gadis itu dan menariknya. Hyerim tampak sedikit terkejut dan pasrah ditarik oleh Luhan karena sekarang baginya, Luhan adalah kedua matanya.

“Eoddikayo?(Mau kemana?)”Tanya Hyerim

“Lebih baik jangan jauh-jauh, kita ke halaman belakang rumahmu yang jarang di lewati saja. Aku suka kabur lewat halaman itu bila malas mengikuti les piano”Ucap Luhan dan lalu Hyerim mencubit tangan Luhan.

“Awww!! Sakit!”Rintih Luhan

“Kau itu nakal sekali! Pantas saja Kyuppa itu sangat galak padamu!”

Mereka berdua berjalan mengendap-endap melewati kebun rumah keluarga Oh. Luhan tampak menengok ke kanan dan ke kiri, berhati-hati bila ada pengawal yang menangkap basah mereka.

“Kajjaa!! Situasi aman!”Ucap Luhan dan lalu menarik tangan Hyerim. Tanpa mereka ketahui, sepasang mata menangkap basah mereka melalui jendela yang menghandap ke kebun tersebut.

Luhan dan Hyerim pun sampai ke halaman belakang rumah keluarga Oh yang di penuhi pohon cerri dan pohon sakura yang bermekaran. Luhan mengajak Hyerim duduk di teras yang berada tak jauh dari halaman tersebut.

“Andai kau bisa melihat, betapa indahnya pohon sakura itu, dan saat musim gugur pohon-pohon tersebut berguguran dan itu sangat indah”Ucap Luhan

“Aku juga ingin melihat lagi”Gumam Hyerim

“Aku ingin melihat bagaimana diriku, karena orang selalu mengatakan aku ‘cantik’ tapi aku merasa tak yakin karena aku tidak mengetahui diriku sendiri, aku hanya berpikir mereka hanya mencari muka didepanku dan ayahku, atau tidak ingin membuatku tersinggung dan sedih karena wajahku jelek”Lanjut Hyerim panjang lebar

“Hei! Kau ini cantik sekali!”Ucap Luhan sembari tersenyum menatap Hyerim disebelahnya.

“Benarkah?”

“Tentu, aku tidak bohong”

“Kau tahu, apa lagi yang ingin kulihat saat ini?”Ucap Hyerim, sebelum Luhan menjawab pun Hyerim sudah melanjutkan ucapannya. “Aku sangat ingin melihat dirimu, Luhan-ah”Lanjut Hyerim

Luhan memandangi gadis disebelahnya itu dan lalu tersenyum, membelai rambut hitam milik Hyerim. Perlahan Hyerim menggerakan tangannya menyentuh wajah Luhan dan membuat Luhan diam terpaku.

“Aku ingin tahu wajahmu”Ucapnya

Hyerim tampak meraba-raba wajah Luhan dan Luhan tampak memejamkan matanya, menikmati sentuhan yang Hyerim berikan pada wajahnya. Luhan pun menarik tangan Hyerim ke dadanya, dan Hyerim bisa mendengar detak jantung Luhan berdetak sangat keras.

Luhan tiba-tiba merasakan rasa sakit di dada kirinya, dan lalu meraih kotak obat yang berada di saku celana jeansnya. Kenapa penyakit ini harus kambuh sekarang? Pikir Luhan, akhir-akhir ini jantungnya selalu sakit, karena memang pria itu mempunyai penyakit jantung dan akhir-akhir ini selalu kambuh.

“Luhan-ah? Wae geurrae? Gwenchana?”Hyerim tampak khawatir.

“Gwenchana”Luhan menjawab seadanya dengan nada suara seperti biasa untuk meyakinkan Hyerim, walau wajahnya sudah sangat pucat dan keringat dingin bercucuran, dan saat itu juga jantungnya terasa semakin sakit dan seakan mau copot.

Luhan tidak sadar dibelakangnya sudah banyak pengawal yang bersiap-siap menangkapnya dan lalu kedua dari mereka langsung menarik Luhan dan membekap mulutnya. Luhan ditarik menjauh dari Hyerim dan botol obatnya pun jatuh ke tanah. Hyerim merasakan ada suara gaduh dihadapannya.

“Luhan-ah? Luhan-ah? Neo eoddiga!?”Hyerim memanggil-manggil Luhan.

Luhan hendak memberontak meminta dilepaskan, tetapi sayangnya tenaganya tidak sebanding dengan pengawal-pengawal yang menariknya. Luhan terus ditarik oleh pengawal-pengawal itu, Hyerim tampak berdiri dan meraba-raba sekitarnya dan lalu ia berjongkok meraba-raba tanah, kemudian dirinya mendapatkan botol obat milik Luhan.

“Luhan-ah!”Teriak Hyerim tertahan

Luhan sangat ingin menjawab panggilan itu dan berlari pada gadis yang sudah berjarak lumayan jauh darinya itu. Tapi pada akhirnya, ia pun dibawa kedalam mobil bersama pengawal-pengawal tersebut.

“Yak! Apa mau kalian!?”Teriak Luhan. Lalu tampak Kyuhyun berjalan mendekatinya dan masuk kedalam mobil.

“Jauhi Hyerim”Ucap pria itu pada Luhan

“Shireo!”Luhan bersikeras

“Jauhi dia! Dia milikku! Tuan Oh akan menggelar pertunangan kami 2 bulan lagi”Ucap Kyuhyun dan lalu keluar dari mobil, meninggalkan Luhan yang terpaku.

“Jalan!”Perintah Kyuhyun pada supir mobil itu yang lalu meninggalkan perkarangan rumah keluarga Oh.

****

Detik berganti menit, menit berganti dengan jam, jam berganti dengan hari, hari berganti dengan minggu. Dan sudah 3 minggu Luhan tidak menampakan batang hidungnya di kediaman keluarga Oh, dan mungkin pria itu sudah tidak les piano lagi disana bersama Kyuhyun.

Hyerim tampak memegangi botol obat milik Luhan. Gadis itu sangat merindukan sosok Luhan, ia sekarang sedang terduduk di sofa didalam kamarnya. Ia dengar, ayahnya akan menggelar acara pertunangannya dengan Kyuhyun 2 bulan lagi. Hyerim tidak ingin bersama dengan pria yang tidak ia cintai sama sekali, karena pria yang ia cintai adalah Luhan bukanlah Kyuhyun.

Malam ini, Hyerim tampak setengah memejamkan matanya hampir tertidur di sofa kamarnya, ia selalu seperti itu karena ia yakin Luhan akan kembali. Saat gadis itu hampir memejamkan matanya kembali, ia mendengar pintu rumahnya terbuka. Hyerim langsung membuka matanya dan mendengar derap langkah kaki, ia hafal langkah itu, langkah orang yang selama 3 minggu ini ia rindukan, Luhan.

Luhan tampak berjalan lemah kearah piano yang berada dihadapannya, lalu ia mulai menekan tuts-tuts pada piano tersebut menciptakan sebuah alunan yang indah. Hyerim yang mendengarnya hanya tersenyum sembari menikmati permainan Luhan.

Tiba-tiba di tengah-tengah permainannya, Luhan lagi-lagi merasakan dada kirinya sakit, selama 3 minggu ini ia berusaha mencari solusi menyembuhkan penyakitnya yang makin parah. Luhan terus memainkan permainannya sampai pada akhirnya ia merasa dada kirinya semakin sakit dan ia pun kehilangan kesadarannya, kepalanya terjatuh di atas tuts-tuts piano.

Hyerim yang mendengar permainan piano Luhan berhenti di tengah-tengah pun merasa takut, takut terjadi sesuatu pada pria itu. Hyerim mulai meneteskan air matanya.

“Bawa dia keluar! Tetapi secara perlahan”Terdengar suara Kyuhyun yang sedikit berbisik pada supir pribadi sekaligus pengawal pribadi Luhan, pengawal itu tampak mengangguk dan menggendong Luhan keluar rumah keluarga Oh.

Setelah itu, Kyuhyun menekan tuts-tuts pada piano, melanjutkan lagu yang dimainkan Luhan. Hyerim yang mendengar permainan itu dilanjutkan dan mengira itu adalah Luhan, tersenyum sembari memejamkan matanya yang sudah berlinang air mata.

Tanpa Hyerim ketahui, pada malam itu Luhan telah menghembuskan nafas terakhirnya dan pergi selama-lamanya dari kehidupannya, meninggalkan kenangan yang begitu banyak untuknya.

****

“Luhan-ah, kau sebenarnya kemana?”Hyerim bergumam. Gadis itu sekarang sudah duduk di lantai, bersandar pada samping piano sembari menekuk lututnya dan melipat kedua tangannya yang ia taruh diatas lututnya.

“Sudah 2 bulan kau meninggalkanku, kau tidak menghubungiku sama sekali”Ucap Hyerim, sampai saat ini Hyerim belum tahu bahwa Luhan telah pergi dan tak akan bisa kembali lagi.

“Besok adalah acara pertunanganku”Hyerim tampak mulai terisak. “Bisakah kau datang? Aku ingin melihatmu, eh ahniya aku lupa aku buta”Hyerim tampak tertawa miris tetapi air mata terus berjatuhan dari matanya.

“Aku ingin merasakan kehadiranmu”Hyerim pun menangis sejadi-jadinya dan hujan sedang turun diluar sana.

Saranghae”Lirih Hyerim

Nado saranghae Hyerim-ah”Hyerim tampak mendengar bisikan itu, bisikan yang berasal dari Luhan. Sebuah hembusan nafas yang seakan membisikan sesuatu padanya.

“Nal bwabwa nal bwabwa nal bwabwa
Na ajigdo neol neukkyeo neol neukkyeo neol neukkyeo
Gyeou dalm-eun maltu gyeou dalm-eun miso Gyeou dalm-eun neonde
Uri hamkke issdeon geu gong-gan-e
Naega neol dalm-agadeon geu sungan-e
Bis-sog-eul geunyang geol-eodo neomu joh-assdeon
Niga eobsda niga eobsda
Eotteohge na honjaseo neol jiugo sal-a
Neomu geuliwo
Gyeou heolagdoen neoui ileum jiul su eobs-eo
Neoman-i buleun naui ileum-i
Yeogi jamjago iss-eo
Uri hamkke issdeon geu gong-gan-e
Hamkke geol-eoss-eoya hal sigan-e
Na honja butjabgo iss-eo
Uri milaedo naui balaemdo meomchun jalie
Nan seo issgo neoman eobsda”

(Disaat hatiku tidak menginjikan untuk menghapus semua tentangmu
Karena aku ingat, hanya namaku yang kau panggil dalam tidurmu
Ditempat kita selalu bersama
Disaat waktuku hanya untukmu
Saat itu meski berjalan dalam rinai hujan aku tetap bahagia
Tapi sekarang kau tak disini, tidak disini
Bagaimana aku bisa menajalani hidup tanpamu?
Dimana kita seharusnya masih bisa jalan beriringan
Dimana seharusnya semua impian dan harapanku masih bisa terwujud
Dan disini aku sekarang, berdiri didepan kenangan tanpa dirimu)



—The END—

kyaaaaa!!!! Aku kambek bawa ff yg terinspirasi dari MV Jin Gone kkk~ tapi ada beberapa yg aku ubah ;3 dan ini ff aslinya udh lama ada di draf lol xD. Okelah don’t forget to RCL, salam dari pacar sah Kim Myungsoo

Advertisements

Author:

A tinkerbell who dream to be Luhan's future wendy — Also an amature author, k-drama trash, k-running man freak, eternal ELF, ahjussi and korean actor addict in the same time — Adorable since 2001

7 thoughts on “FF : Gone {Oneshoot}

  1. Ngegantung eon,, ada sequelny hrsny??hehe Jd luhan mati, hyerim tunangan sm kyu kurang pas perasaan dhatiku eon kn biasanya luhye (luhanhyerim),,he ,,,fighting ne eon dtunggu complicated fate ny 🙂

    Liked by 1 person

    1. Wakakak jan nangis cup cup cup
      Ini emang sad ending kayak lagu sm MVnya yang sedih

      Untuk sequel, aku gak pernah buat sequel untuk cerita yang aku buat eheheh. Kecuali kalo emang akunya pengen

      Like

Write ur Love Letter . . . <3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s