Posted in Fanfiction, Ficlet, Fluff, PG-15, Romance

FF : Because It’s You {Ficlet}

image

Title : Because It’s You

Genre : Romance, Fluff

Author : HyeKim

Rating : PG-15

Lenght : Ficlet

Sumarry : “Aku menyukaimu apa adanya. Bukan ada apanya. Aku menyukaimu karena inilah dirimu.”

Main Cast :

-Kim Hyerim (OC/You)

-Luhan

Semua orang pasti sudah memiliki kriteria atau tipe ideal untuk pasangannya. Terkadang mereka mencari orang yang memenuhi kriteria tersebut dan tak jarang pula mereka mencari pasangan yang layak bersanding dengan mereka. Bahasa kasarnya, yang selevel dengan mereka.

Ya setidaknya, yang pintar pasti mencari pasangan yang pintar, yang kaya mencari yang kaya. Ya seperti itu. Tapi apakah itu semua disebut dengan cinta? Hanya karena sebanding dengan dirinya dan memenuhi kriteria pasangan impian? Bukankah cinta datang dari hati? Ah entahlah.

Luhan. Siapa yang tak kenal dengannya? Semua murid Hanlim SHS pasti mengenalinya. Seorang pria dari China yang pindah ke Korea karena bisnis orang tuanya berkembang pesat di negeri gingseng tersebut. Pria yang pindah saat pertengahan semeter 1 tepat saat kelas 11. Pria yang memiliki ketampanan serta karisma yang memukau. Pria yang memiliki kekayaan yang berlimpah. Tak lupa dengan kecerdasaan otaknya, mengingat ia memiliki IQ yang sangat tinggi.

Semua gadis pasti ingin sekali bersanding dengannya. Walau selalu bersikap dingin tapi Luhan mempunyai hati yang lembut dan dapat membuat gadis yang menjadi pasangannya meleleh karena tingkah romantisnya. Tapi kadang mereka merasa tidak bisa bersanding dengan Luhan. Ya, mereka berpikir pasti Luhan menginginkan gadis yang cantik, pintar, kaya, untuk menjadi pasangannya.

Tapi ini sungguh di luar perkiraan murid Hanlim SHS. Saat tahun ajaran baru di kelas 12. Luhan tampak sedang bergandengan tangan dengan seorang gadis untuk menuju kelas. Walau ekpresi wajahnya dingin. Tapi semua orang tahu, Luhan memiliki hubungan khusus dengan gadis tersebut atau ekhem keduanya adalah sepasang kekasih. Karena Luhan selalu mengabaikan gadis yang menyukainya dan mendekatinya.

Dan siapakah gadis beruntung tersebut? Dia adalah Kim Hyerim. Seorang gadis yang menurut orang-orang sangat jauh dari kriteria seorang Luhan.

Hyerim hanyalah gadis yang terlahir dari keluarga sederhana. Ayahnya hanya seorang pemilik restoran yang sebenarnya sudah lumayan terkenal di daerah Myeongdong. Tapi tidak sebanding dengan kekayaan yang dimiliki keluarga Luhan. Hyerim sendiri tidak terlalu pintar, oh ayoklah dirinya semasa SMP dulu sering mendapat nilai buruk di pelajaran Fisika dan Matematika. Ya hanya kedua pelajaran itu yang membuatnya merasa seperti orang bodoh. Sementara Luhan menguasai semua bidang pelajaran. Hyerim sendiri bukan gadis yang memiliki kecantikan wajah yang sempurna. Bisa dibilang wajahnya biasa-biasa saja namun bisa dibilang wajah Hyerim masih tergolong manis. Berbeda dengan Luhan yang memiliki wajah yang mampu membuat para gadis tidak mau melepaskan pandangan darinya.

Benar-benar berbanding jauh sekali bukan antara Hyerim dan Luhan? Orang-orang kira Luhan akan memacari Oh Sunghee yang notabenya sebanding dengannya. Tapi ternyata… Setelah lulus SMA nanti Luhan akan menikahi Hyerim. Ini membuat siswi seantreo Hanlim iri setengah mati pada Hyerim. Tak jarang, banyak siswi yang menatap Hyerim tajam dan tak suka, mengeluarkan celetukan yang menyakitkan untuk gadis itu.

Hyerim hanya bisa diam karena memang itu kenyataannya. Dirinya dan Luhan berbeda. Ya, dia juga merasa tidak pantas bersanding dengan Luhan. Tapi dirinya tak bisa munafik bahwa Hyerim sangat mencintai pria itu dari awal Luhan memasuki Hanlim. Dan seperti sebuah keajaiban, Luhan menyatakan perasannya pada Hyerim. Membuat gadis itu tidak bisa menolaknya.

“Kamu masih belum mengerti?” tanya Luhan pada Hyerim yang tampak menunduk dan menatap lekat buku tulisnya.

Keduanya ada di perpustkaan untuk belajar bersama, lebih tepatnya Luhan dengan sabar mengajari Hyerim rumus-rumus Fisika yang menurut gadis itu cukup rumit. Banyak beberapa gadis mengintip keduanya dari kejauhan.

“Hmmm..” Hyerim bergumam sambil menggaruk belakang kepalanya. Ish! Sungguh ia benci rumus dan hitung-hitungan. “Aku benci pelajaran ini.” Hyerim memggerutu sambil mengembungkan pipinya.

Hal tersebut membuat Luhan tersenyum tipis melihat wajah kekasihnya yang menurutnya imut. Siswi yang melihati kedua pasangan itu, memikik pelan, tak pernah Luhan berekpresi saat bersama dengan seorang gadis.

“Bodoh! Kamunya saja yang bodoh!” Luhan mencubit pipi Hyerim membuat gadis itu mendelik kearahnya. “Cepat masukkan rumusnya!” titah Luhan dingin.

Hyerim hanya mencibir melihat kepribadian ganda Luhan ini. Pria itu sangat dingin, tapi dihadapan Hyerim, pria itu bisa menjadi lembut walau kadang masih bersikap seakan-akan tidak peduli. Tapi itulah karisma dari seorang Luhan.

“Akhirnya otakmu bisa mencerna juga apa yang kuajarkan,” ucap Luhan membuat Hyerim memicingkan matanya tajam. Sudah 2 jam mereka habiskan di perpustakaan.

“Kamu jahat sekali mengatakan hal itu!” gertak Hyerim. Luhan menoleh kearahnya dengan alis terangkat.

“Kenyatannyaannya memang begitu,” ucap Luhan sambil memasukkan bukunya lalu menoleh lagi kepada Hyerim yang memasang wajah kesal. “Tak usah memasang wajah seperti itu, sayang.” Luhan mengacak-acak rambut Hyerim lalu beranjak dari duduknya.

Hyerim langsung mengejar Luhan dan melingkarkan tangannya di tangan Luhan. “Aku mencintaimu, Lu.” ucap Hyerim.

“Ya, aku tahu,” ucap Luhan dan berusaha untuk menahan senyumannya, kemudian ia melirik Hyerim. “Jangan menempel terus denganku, banyak yang melihatnya.” Luhan sedikit risih dan perlahan menjauhi Hyerim.

Hyerim mengembungkan pipinya sambil menatap punggung Luhan yang sudah berberapa meter didepannya. Luhan benar-benar memiliki gengsi yang tinggi untuk mengakui bahwa ia mencintai Hyerim. Hal tersebut membuat orang-orang beranggapan Luhan hanya asal menjadikan Hyerim pacarnya. Hyerim menoleh sekilas kearah para gadis yang memantaunya dengan Luhan sedari tadi. Hyerim menghela napasnya. Dirinya dan Luhan sepertinya memang tak pantas bersama.

***

“Luhan, ini coklat untukmu,”

“Luhan sunbae ini surat yang kutulis untukmu,”

Sunbae baca saja puisi buatanku,”

Terus saja lontaran kata tersebut terdengar disekitar Luhan. Luhan hanya mengabaikan para gadis yang tak lain penggemarnya, yang terus membututinya kemanapun. Luhan seketika menghentikan langkahnya saat melihat Hyerim berjalan kearahnya.

“Lu,” sapa Hyerim saat sudah berada dihadapan Luhan lalu mengigit bibir bawahnya. “Aku ingin bicara denganmu.”

Luhan tampak mengangguk sementara para gadis yang tadi mengikutinya tampak menggerutu dengan wajah sebal melihat kehadiran Hyerim.

“Baiklah, kalau begitu,” ucap Luhan langsung saja menarik tangan Hyerim dan mengamitnya.

Keduanya mulai berjalan menjauhi kuruman para gadis tesebut dan menuju taman sekolah yang cukup ramai dilalui para murid. Saat Hyerim dan Luhan sudah sampai di taman, keduanya hanya saling berhadapan dengan Hyerim yang menundukkan kepalanya.

“Aku..” Hyerim mengatungkan kalimatnya membuat Luhan menatapnya penasaran, menunggu apa yang akan Hyerim ucapkan padanya. “Aku..ing..in..kita..putus.” ucap Hyerim akhirnya, membuat Luhan membulatkan matanya kaget.

“Apa katamu?” Luhan mencoba memastian pendengarannya. Hyerim kali ini mengangkat wajahnya dengan mata sedikit memerah menahan tangis.

“Aku ingin kita putus, Lu. Aku rasa kamu tidak terlalu mencintaikukan? Kamu masih gengsi mengakui bahwa kamu mencintaiku. Kamu terlalu sempurna untukku. Aku tidak memiliki apapun yang kamu miliki. Kekayaan, wajah yang sempurna, kepintaraan. Aku tak punya,”

Hyerim mengatakan hal tersebut dengan nada bergetar. Luhan hanya memandang kosong kearahnya. Lalu pria itu menghampiri Hyerim yang sudah menunduk kembali, lantas mencengkam bahu gadisnya erat.

“Aku menyukaimu apa adanya. Bukan ada apanya. Aku menyukaimu karena inilah dirimu.” ucap Luhan tegas seraya mengeratkan cengkamannya di bahu Hyerim yang bergetar karena menangis dalam diam.

“Aku memang kaya, tampan, dan pintar. Dan apa hanya karena itu aku harus mencari gadis yang kaya, cantik, dan pintar? Aku sudah memiliki segalanya. Untuk apa aku memiliki gadis seperti itu. Seperti ketika aku mengoleksi barang, saat barang koleksiku sudah lengkap. Apakah aku harus mencari koleksi itu lagi? Tentu saja tidakkan.”

Hyerim hanya terdiam dan menatap Luhan dengan air mata yang berjatuhan. “Tapi.. tetap saja Lu, aku tidak pantas untukmu.” Hyerim menjauhkan tangan Luhan yang mencengkam bahunya.

Luhan menatap Hyerim tajam seolah ingin menerobos pertahan Hyerim. “Aku tidak meminta apapun darimu. Aku tak berharap apapun darimu. Aku sudah memiliki semuanya. Aku hanya ingin mencari gadis yang mencintaiku dengan setulus hati,”

“Tapi banyak gadis cantik yang sangat menyukaimu, banyak gadis yang lebih baik daripada aku, banyak gadis yang sebanding denganmu untuk menjadi pasanganmu,” Hyerim meremas rok seragamnya, dirinya tidak bisa menghadapi Luhan bila sudah seperti ini. Lelaki itu akan mempertahankan sesuatu yang menurutnya adalah miliknya.

“Ya, kamu benar. Banyak gadis yang seperti kamu ucapkan itu. Tapi hanya kamu, ya kamu, gadis sederhana bernama Kim Hyerim yang hanya bisa membuatku merasakan getaran aneh dalam dadaku, merasakan apa itu yang namanya cinta, merasakan apa yang namanya cemburu. Ya, hanya kamu Hyerim karena kamu hanya milikku dan hanya untukku seorang.”

Hyerim tak menyangka Luhan akan mengatakan hal-hal seperti itu. Ia pikir pria itu tidak akan peduli saat Hyerim meminta ingin putus. Air mata Hyerim mulai berjatuhan lebih deras.

“Aku mencintaimu karena inilah dirimu. Hatikulah yang memilihmu. Kamu bilang kamu tidak pantas untukku? Ingatlah, kita akan menikah setelah sebulan lulus. Itu artinya Tuhan mengirimkanmu untukku hanya untukku. Kamulah tulang rusukku, Tuhan langsung yang menilaimu untuk bersanding denganku. Itu artinya, kamu layak dan pantas untukku,”

Hyerim menatap Luhan dengan mata membulat. Sementara pria itu tersenyum lembut kearahnya. “Jadilah dirimu sendiri. Tak perlu merasa rendah diri. Aku sudah mengatakannya bukan? Aku menyukaimu dan mencintaimu apa adanya. Karena inilah dirimu, Hyerim. Hanya kamu yang bisa merebut hatiku,”

“Luhan…” Hyerim akhirnya mampu bersuara.

“Aku memang pria dengan gengsi yang besar untuk mengatakan bahwa aku benar-benar mencintaimu. Tapi aku benar-benar membutuhkanmu dalam hidupku. Hanya seorang Hyerim yang mampu mengaduk-aduk hatiku dan membuatku jatuh cinta, sebuah rasa yang ada saat bersamamu yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Tapi semua berubah saat kamu datang kehidupku,”

Luhan meraih tangan kanan Hyerim yang bergetar dan mengamitnya. Dan lalu, Luhan pun tersenyum, senyum yang membuat Hyerim kembali jatuh pada pesona Luhan.

“Bahkan karenamu, aku mengatakan hal-hal barusan yang aku anggap tadinya menjijikan,” Luhan tersenyum menahan geli begitupula Hyerim.

Luhan mengangkat kedua tangan Hyerim dan megenggamnya erat. “Hyerim dengarkan ini… What’s Mickey without Minnie? What’s Pigglet without Pooh? What’s Donald without Daisy? And… that’s me without you. When Ariel doesn’t sing, when Pooh Bear hates honey, when Tiger stops bouncing, and Goofy isn’t funny. When Peter Pan can’t fly, and Simba never roars, when Alice in Wonderland can’t fit through small doors. When Dumbo’s ears are small, and happily ever after isn’t true. That’s when I’ll stop loving you.

Luhan mencium kedua tangan Hyerim, sementara gadis itu menundukan kepalanya dan menangis terharu. “Aku mencintaimu, Kim Hyerim. Bukan untuk seumur hidupku, karena bila begitu, saat aku mati maka aku akan berhenti mencintaimu. Aku mencintaimu sepanjang masa, kekal dan abadi,”

Hyerim mengangkat wajahnya dan menatap Luhan yang masih setia tersenyum lembut padanya. Hyerim langsung saja memeluk Luhan erat dan menangis di bahu pria tersebut. Luhan mengangkat tangannya membalas pelukan Hyerim seraya mengusap-usap rambut Hyerim.

“Aku juga mencintaimu, Luhan. Sangat, sangat mencintaimu,” ucap Hyerim masih terisak. Tak biasanya Luhan bersikap seperti ini.

“Aku juga, bahkan lebih darimu.” Hyerim tambah memeluk Luhan erat. Tak biasanya Luhan menjawab mencintai Hyerim juga saat gadis itu mengatakan mencintainya. Biasanya Luhan hanya menjawab ‘ya, aku tahu,’

“Mungkin kamu bingung kenapa aku mengatakan hal-hal yang tidak biasa. Ini karena aku ingin kamu tetap bersamaku, karena dirimu inilah diriku bisa menjadi diriku sendiri, diriku yang peduli pada  perasaan orang lain, diriku yang mencintaimu, hanya dirimu yang dapat membuatku normal. Love is blind. And I’m blind cause you, Hyerim,”

Luhan merengangkan pelukannya dan menatap wajah Hyerim yang mendongak untuk menatapnya balik. Keduanya mulai mendekatkan wajah mereka dan ketika tinggal beberapa jengkal, terdengar suara riuh disekitar keduanya.

“Romantis sekalii!!!” komentar para murid Hanlim yang ternyata sedari tadi dengan seksama menonton Hyerim dan Luhan. Walau banyak gadis yang memandang mereka iri.

“Lu, kita masih di taman,” ucap Hyerim malu sambil menatap para murid yang bertepuk tangan untuknya dan Luhan.

Luhan menarik dagu Hyerim untuk menatapnya kembali, lalu tersenyum hangat. “Aku tidak malu. Aku tidak malu dan gengsi lagi untuk mengatakan pada dunia bahwa aku mencintaimu. Aku tidak mau kamu pergi dariku.”

Luhan pun langsung mendekatkan lagi wajahnya ke wajah Hyerim. Menyapu jarak yang ada antara keduanya. Hyerim membulatkan matanya kaget dan perlahan membalas ciuman Luhan. Disertai sorakan, tepuk tangan, dan teriakan histeris para gadis yang menyaksikan hal tersebut.

Karena cinta datang dari hati. Tidak peduli seperti apa wajahnya, apa statusnya, apa dia pintar atau tidak, dan harta yang ia miliki. Ya cinta itu buta. Ketika meggenggam pasti dirinya tak mau melepaskannya karena merasa itu adalah miliknya. Bersikap dingin bukan berarti dirinya tak merasa. Tapi hatinya terus berteriak bahwa dirinya membutuhkannya, mencintainya, dan menyayanginya. Karena setiap orang berbeda untuk menunjukkan perasannya dan bagaimana cara dirinya mencintai seseorang.

-Finish-

Apa-ini. Haft gara2 baper liat itazurana kiss 2 gr2 naoki irie yg di mainin sm furukawa yuki membuat baper akhirnya jadi fic gaje ini-__- dan akhirnya banyak kata2 yg dari drama itu tertulis disini. Lol/efek baper/ but, don’t forget RCL guys^^

Advertisements

Author:

A tinkerbell who dream to be Luhan's future wendy — Also an amature author, k-drama trash, k-running man freak, eternal ELF, ahjussi and korean actor addict in the same time

11 thoughts on “FF : Because It’s You {Ficlet}

    1. Ya emanggg awww >< klepek2 sm Luhan
      Bagus? Aduh makasih kak. Padahal ini failed gara2 baper liat drama pelampiasannya jadi nulis

      Iya kak. Kakak juga 😀 typo dari tangan susah di basmi lol

      Like

  1. Aaaaaaaaaak uhuk..uhuk *keselek ya tuhannn dmn tempat jual obat pereda baper? Dah overdosis nih bapernya!!! Romantis bgt!

    Like

Write ur Love Letter . . . <3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s