Posted in Childhood, Comedy, Fanfiction, Ficlet, Marriage Life, PG-13, Romance, Series

FF : Diary of Childhood Memories – Rose in Valantine Day #3 {Ficlet – Series}

PicsArt_02-14-04.29.03.jpg

Title : Diary of Childhood Memories – Rose in Valantine Day #3

Author : HyeKim

Genre : Romance, Childhood, Comedy, slight! Marrige Life

Rating : PG-13

Lenght : Ficlet – Series

Summary : “Oppa, kenapa setiap 14 febuari para lelaki ingin memberikan bunga mawar untuk pacarnya? Memangnya pacarnya meninggal?”

Main Cast :

-Kim Hyerim (OC)

-Luhan

Disclaimer : This is just work of fiction, the cast(s) are belong to their parents, angency, and God. The same of plot, character, location are just accidentally. This is not meaning for aggravate one of character. I just owner of the plot. If you don’t like it, don’t read/bash. Read this fiction, leave your comment/like. Don’t be plagiat and copy-paste without premission.

Note : Ini adalah sebuah FF berseri yang bakal langsung habis tapi akan ada kelanjutan cerita yang lain dalam tema berbeda. Blod-italic menandakan flashback!

HAPPY READING

HyeKim ©2016

║ ♫ ║ ♪ ║ ♫ ║ ♪ ║

PREVIOUS SERIES :

The First Kiss?!#1 || Traumatic of Lift#2

Sinar mentari mulai terlihat diufuk timur, perlahan kegelapan di bumi tergantikan oleh keterangan dari sang surya. Tapi sepertinya walau si mentari pagi sudah mengusik tidurnya, gadis remaja 19 tahun tersebut tidak mau bangun juga. Alasannya dirinya tidak mau bangun pagi adalah; sekarang hari minggu dan tidak ada kuliah sama sekali. Luhan yang sudah bangun atau lebih tepatnya belum tidur karena perkerjaan kantornya, hanya geleng-geleng kepala melihat aksi kebo istrinya.

Dengan jahilnya, Luhan mencubit hidung Hyerim gemas agar si istri terusik dan bangun. Yang terjadi malahan Hyerim menepis tangannya dengan mata tetap terpejam. Tapi kejahilan seorang Luhan belum sampai disitu saja, lelaki 26 tahun itu menarik bantal yang dipakai Hyerim tidur. Hal itu masih gagal, karena Hyerim masih belum mau bangun dan malah menarik selimut sampai menutupi seluruh badannya. Luhan menghela napas dan menarik selimut tersebut dengan kuat bahkan sangat kuat. Sampai…

BUK!”

Hyerim terjatuh dari kasur dan hal tersebut membuatnya terbangun dari alam mimpinya sambil mengelus keningya yang berciuman dengan lantai kamarnya. Luhan hanya tertawa kecil tanpa suara. Hyerim menatapnya beringas dengan bibir dimajukan kedepan.

“Hua! Ahjussi! Aku masih ngantuk tahu!” seru Hyerim dengan nada penuh kejengkelan.

Luhan hanya mengedikkan bahunya tidak peduli. “Kamu ini harus bangun! Tidak bagus bila perempuan bangun siang!” Hyerim tampak tidak peduli dan main melongos ke kamar mandi. Luhan lagi-lagi geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya itu.

Beberapa detik berikutnya, Hyerim keluar kamar mandi setelah menggosok gigi dan membasuh muka. Gadis itu melirik kalender yang terpajang manis disudut kamarnya dan Luhan. Hari ini tanggal 14 febuari. Ya ampun! Berarti hari ini adalah hari valantine atau bisa ditafsirkan sebagai hari kasih sayang. Hyerim langsung tersenyum lebar dan menatap punggung Luhan yang sedang duduk di meja kerjanya dan sibuk dengan laptopnya.

Dengan langkah mengendap-ngendap, Hyerim menghampiri Luhan dan memeluk leher lelaki tersebut. Kemudian disusul dagu Hyerim yang ditaruh di atas bahu Luhan. “Ada apa bocah? Apa kamu kerasukan sesuatu?” tanya Luhan tanpa mengalihkan indra penglihatannya dari laptop.

Hyerim hanya nyengir kuda mendengarnya dan lalu berkata sesuatu ditelinga Luhan. “Hari ini hari valantine tahu.”

Luhan mengangkat satu alisnya, kemudian bertanya. “Lalu?”

“Kamu tidak mau memberiku bunga apa? Bunga mawar misalnya?” Hyerim menatap Luhan yang juga menatapnya, sambil mengerjap-ngerjapkan matanya dengan tampang memelas pada Luhan.

“Tidak mau!” ucap Luhan yang lalu berdiri meninggalkan Hyerim yang membuka mulutnya lebar-lebar. Apa? Suaminya tidak mau memberinya bunga di hari romantis di bulan febuari ini?

“Lu! Kamu benar-benar suami menyebalkannnn!” teriak Hyerim pada Luhan yang sudah masuk ke kamar mandi untuk membasuh tubuhnya.

“Intinya aku tidak akan memberikanmu bunga, memangnya kamu meninggal?” jawab Luhan sambil berteriak. Hyerim malah bengong tak mengerti maksud suami yang 7 tahun lebih tua darinya.

“APA?! TAPI ITU ROMANTIS TAHU! YAK LUHANN!! BERIKAN AKU BUNGA, BUNGA MAWAR! HEY!! JANGMINEUN JUSEYOOO (Bunga mawar, please),” teriak Hyerim tapi terpendam oleh shower yang dinyalahkan Luhan.

**

Seorang gadis kecil berumur 7 tahun menatap heran beberapa lelaki yang datang ke toko bunga  didekat taman bermain, tempatnya berada sekarang. Dari apa yang gadis cilik itu dengar, para lelaki itu membeli bunga mawar untuk kekasihnya  tepat pada tanggal 14 febuari yang jatuh pada besok hari. Hyerim yang malas memikirnya lebih lanjut, kembali sibuk dengan sekop dan embernya lagi, kemudian sibuk membuat sesuatu dari pasir.

Dari kejauhan, Luhan tersenyum sambil membawa dua corn es krim yang diinginkan Hyerim tadi. Lelaki berumur 14 tahun itu pun merajut langkahnya menuju gadis cilik tersebut yang duduk di kotak pasir.

“Ini es krimnya tuan putri,” ucap Luhan sambil menyodorkan es krim coklat pada Hyerim.

Hyerim mendongak dan tersenyum. Gadis 7 tahun tersebut ingin mengambil es krimnya, tapi Luhan dengan jahilnya menarik tangannya lagi disertai senyum menggodanya. Hyerim yang dikerjai sudah memasang tampang cemberut.

“Oppa miwo,” seru Hyerim dengan bibir masih cemberut. Luhan berjongkok di samping Hyerim dengan senyum manisnya.

“Berikan dulu oppa bayarannya, baru oppa berikan es krimnya,” ucap Luhan sambil menyodorkan pipi kanannya.

Hyerim melihati pipi kanan Luhan sebentar, lalu mencium pipi anak laki-laki yang sudah Hyerim anggap kakaknya sendiri. Luhan tersenyum makin lebar dan memberikan es krim tersebut pada Hyerim yang disambut riang oleh bocah cilik tersebut. Luhan pun ikut memakan es krim vanillanya. Hyerim-dengan masih sibuk memakan es krim, mendapati lagi ekor matanya menangkap lelaki yang keluar toko bunga sambil menghirup bunga lambang cinta tersebut. Luhan pun ternyata melihat arah pandang Hyerim.

“Besok tanggal 14 febuari, pantas saja,” gumam Luhan.

Hyerim menoleh pada Luhan dengan mulut belepotan es krim, dan lalu mengajukan satu pertanyaan,“Oppa, kenapa setiap 14 febuari para lelaki ingin memberikan bunga mawar untuk pacarnya? Memangnya pacarnya meninggal?”

Luhan terkekeh mendengar pertanyaan polos seorang Kim Hyerim. Hyerim hanya menatap heran oppanya itu. Luhan membersihkan sisa es krim dibibir Hyerim sebelum menjawab pertanyaan bocah manis tersebut.

“Tidak ada yang meninggal, Hyerim-ah. Semua lelaki membeli mawar merah karena tanggal 14 febuari itu hari valantine,”

Hyerim mengerjap-ngerjapkan matanya mendengar sesuatu yang baru ditelinganya. “Valantine? Apa itu?”

Luhan mengelus-ngelus puncak kepala anak perempuan yang 7 tahun lebih muda darinya itu dan menjawab, “Valantine adalah hari kasih sayang. Jadi banyak lelaki yang memberikan bunga khususnya mawar merah untuk kekasihnya. Adapula yang memberikan coklat.”

Hyerim tampak membulatkan mulutnya dan mengangguk-angguk. “Tapi bila aku sudah besar nanti dan punya pacar, aku tidak mau dikasih bunga. Aku maunya coklat! Kalau dikasih bunga memangnya aku sudah mati?” ucap Hyerim dengan tampang tidak sukanya yang malah membuat Luhan tertawa.

**

Luhan sangat tahu bahwa Hyerim, istri yang ia ikat dengan janji sehidup-semati satu tahun lalu, adalah gadis yang pelupa. Luhan bahkan masih ingat 12 tahun lalu, Hyerim tidak mau bila dikasih bunga, dirinya lebih suka dikasih coklat. Oke, mungkin saat itu umur Hyerim-si istri banyak tingkah, masih sangat bocah. Cara berpikirnya pun sudah beda dengan sekarang. Tapi Luhan hanya ingin menggoda Hyerim dengan memakai ucapan gadis itu saat berumur 7 tahun.

Luhan mendekati Hyerim yang sedang duduk di kursi yang terdapat di balkon dengan pandangan ke depan dan wajah cemberut. Sudah ditebak oleh Luhan bahwa Hyerim masih kesal karena dirinya tidak mau memberikan bunga. Saat sudah berada di belakang gadis bermarga Kim tersebut, Luhan memeluk lehernya, membuat Hyerim mendongak dan menatapnya dengan tatapan bingung.

“Sepertinya kamu sekarang yang kerasukan,” ucap Hyerim yang menggerak-gerakan bola matanya jengkel.

Luhan hanya tersenyum dan lalu melihatkan kotak yang disembunyikannya dibalik setelan kemejanya. Hyerim mengangkat sebelah alisnya bingung. “Apa itu?” tanya Hyerim saat menerima kotak yang disodorkan oleh Luhan.

Kotak tersebut berbentuk hati dan terdapat pita berwarna pink di ujung atasnya. Hyerim sedikit antusias dengan kotak tersebut yang pastinya hadiah valantinenya dari Luhan. Ternyata lelaki 26 tahun itu memberikannya coklat, bukannya bunga mawar seperti keinginannya. Hyerim menatap Luhan yang sudah duduk di kursi di hadapannya.

Wae?” hanya itu yang keluar dari mulut Hyerim. Luhan tersenyum sebelum menjawabnya.

“Dulu saat umurku 14 tahun, ada bocah 7 tahun yang berkata bila sudah besar dan punya pacar, dirinya ingin diberi coklat daripada bunga. Karena menurutnya memberinya bunga sama dengan menganggapnya sudah mati.” Hyerim pun langsung teringat oleh ucapannya pada Luhan 12 tahun lalu dan lantas pipinya memerah malu mengingatnya. Dan Luhan mati-matian menahan tawanya.

“Dan sialnya si bocah perempuan 7 tahun itu sudah berubah pikiran dan malah diberikan coklat karena menikah dengan lelaki 14 tahun yang sangat menyebalkan itu!” gerutu Hyerim.

Tidak mau adu mulut lebih lanjut dengan Luhan, Hyerim membuka kotak tersebut. Dan betapa terkejutnya Hyerim bahwa isi kotak tersebut bukanlah coklat, melainkan setangkai bunga mawar merah. Hyerim menatap bergantian mawar merah tersebut dan Luhan dengan tatapan tidak percaya.

“Kenapa isinya..-“ Hyerim tak sanggup melanjutkan ucapannya.

“Karena si anak lelaki 14 tahun tersebut jahil, jadilah dirinya memberikan si bocah perempuan 7 tahun tersebut bunga. Agar si bocah cepat mati saja,” ucap Luhan sambil menyender pada senderan kursi dengan santainya. Sampai sebuah jeweran dirasakan ditelinga kanannya. Dan yang menjewer Luhan tak lain adalah Hyerim.

“Apa kau bilang?” seru Hyerim. Luhan merintih kesakitan dan memasang wajah memelas.

Akhhh!! Hyerim sayang, aku hanya bercanda,” ucap Luhan yang lalu seenak jidatnya mengecup bibir Hyerim, membuat sang istri membulatkan matanya.

YAK! Kenapa kau juga main menciumku?” gertak Hyerim yang makin kencang menjewer Luhan.

“Ya ampun! Sekarang kan valantine, aku ingin bermersaan denganmu tahu!” pekik Luhan karena Hyerim tidak mau melepaskan jewerannya. Mungkin kemesraan yang Luhan harapakan di hari valantine ini tidak akan terjadi, ahahahaha.

 

-FINISH-

Hai, sesuai ucapanku di series sebelumnya. Aku buat series ini spesial valantine. Tadinya sudah siap publish, but ada masalah sama picsart dan hpku yang udah rada gembel ini -__- jadi posternya belum ke edit-edit /hari ini kesabaran Elsa diuji banget Ya Allah/ intinya ini masih tanggal 14 febuari kan ahaha dan di Spanyol pun sekarang masih sore. Karena saya tinggal di Spanyol jadi no prob post jam segini /plak/ intinya di Indonesia masih valantine kan ya ahahha.

okey, for u all my beloved readers, Happy Valantine Day! ❤ or Feliz San Valantin (In Spanish) but, for me hari kasih sayang itu setiap hari tidak hanya pada tanggal 14 febuari /asik ahahah/

141231luhan-dragontvnewyeareveconcert-17that is for me, not for u guys /hahaha kidding/ see u latter my vitamin ❤

Advertisements

Author:

A tinkerbell who dream to be Luhan's future wendy — Also an amature author, k-drama trash, k-running man freak, eternal ELF, ahjussi and korean actor addict in the same time — Adorable since 2001

32 thoughts on “FF : Diary of Childhood Memories – Rose in Valantine Day #3 {Ficlet – Series}

  1. Aaaaaaa romantis bgt sih…..triple iri aku sm mereka. Makin hari makin romantis. Make2 perumpamaan anak lelaki 14 tahun dan bocah perempuan 7 tahun lg, aaa imut bgt…

    Like

Write ur Love Letter . . . <3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s