Posted in Childhood, Comedy, Fanfiction, Ficlet, Marriage Life, PG-13, Romance, Series

FF : Diary of Childhood Memories – Lullaby for Hyerim#4 {Ficlet – Series}

tumblr_nn2ud2wg9O1u3k74xo1_500.gif

Title : Diary of Childhood Memories – Lullaby for Hyerim#4

Author : HyeKim

Genre : Romance, Childhood, Comedy, slight! of Marriage Life

Rating : PG-13

Lenght : Ficlet – Series

Summary : “… Bila aku susah tidur aku tinggal meminta oppa menyanyikanku, ya kan?”

Main Cast :

-Kim Hyerim (OC)

-Luhan

Disclaimer : This is just work of fiction, the cast(s) are belong to their parents, angency, and God. The same of plot, character, location are just accidentally. This is not meaning for aggravate one of character. I just owner of the plot. If you don’t like it, don’t read/bash. Read this fiction, leave your comment/like. Don’t be plagiat and copy-paste without premission.

Note : Ini adalah sebuah FF berseri yang bakal langsung habis tapi akan ada kelanjutan cerita yang lain dalam tema berbeda. Blod-italic menandakan flashback!

              HAPPY READING               

HyeKim ©2016

║ ♫ ║ ♪ ║ ♫ ║ ♪ ║

 

PREVIOUS SERIES :

The First Kiss?!#1 || Traumatic of Lift#2 || Rose in Valantine Day #3

Sebuah mobil bermerk renault berwarna biru tampak membelah jalan kota Seoul pada malam hari. Sudah pukul 23.10, Luhan benar-benar sudah mengantuk karena jadwal lemburnya. Renault birunya pun sampai di rumah minimalis miliknya dan Hyerim. Luhan mulai merajut langkahnya menuju rumah yang didominasi oleh warna putih dan coklat tua tersebut. Tangan Luhan terangkat untuk membuka pintu kamarnya dan Hyerim. Lelaki berumur 26 tahun tersebut langsung menuju kamar mandi untuk menggosok gigi dan meganti pakaian.

Sekon berganti dan Luhan pun selesai dengan kegiatannya di kamar mandi, sekarang dirinya sudah lengkap dengan piyamanya. Tapi, ekor mata Luhan menangkap sesuatu di atas ranjangnya. Dibalik selimut tebal tersebut, dapat didengar suara gumaman Hyerim. Oh, ternyata si istri anak kuliahan ini masih terjaga dan Luhan tidak menyadarinya sama sekali.

Luhan pun mulai naik ke ranjang, membuat sisi ranjang sedikit goyang karena berat tubuhnya. Dirinya pun mulai menarik selimut dan memiringkan tubuhnya kearah samping, menatapi punggung Hyerim yang tidur dengan posisi memunggunginya.

“Hey!” ucap Luhan sambil mencolek bahu istrinya. Yang dicolek pun menolehkan kepalanya menatap Luhan. “Insom lagi?” tanya Luhan dan mendapatkan jawaban dari anggukan Hyerim.

“Aku tidak bisa tidur hoam…” ucap Hyerim yang lalu menguap. Luhan hanya tersenyum dan lalu menangkup kedua pipi Hyerim dengan kedua tangannya, membuat pasangan beda 7 tahun ini saling tatap. Hyerim yang salah paham atas senyuman konyol Luhan langsung berucap disertai tatapan tajamnya. “Jangan berpikir untuk melakukan macam-macam!”

“Melakukan macam-macam apanya? Pikiranmu saja yang mesum,” ucap Luhan seraya mencubit pipi kanan Hyerim membuat gadis bermarga Kim itu mempoutkan bibirnya.

“Coba nyanyikan aku satu lagu, biasanya kan kamu menyanyikan aku lagu sebelum tidur.” ucap Hyerim sambil menatap Luhan dengan penuh harap. Luhan menaikkan satu alisnya lalu mengusap pipi kanan Hyerim dan tangan yang satunya masih memegang pipi kiri Hyerim.

“Baiklah,” ucap Luhan akhirnya. Hyerim tersenyum lebar dan lalu Luhan mulai bernyanyi dengan suara merdunya, sesekali Luhan mengelus pipi kanan Hyerim dan juga puncak kepala gadis tersebut.

“Sudah, selesai,” ucap Luhan setelah selesai bernyanyi, lalu mengecup pipi kiri Hyerim sekilas. “Tidurlah, aku mengantuk tahu.” Luhan pun menguap lebar, tapi Hyerim belum juga ingin tidur.

Gadis 19 tahun tersebut melepaskan tangan Luhan yang masih setia dikedua tangannya. Hyerim langsung bangun dan duduk menyender pada kepala ranjang. Luhan yang melihatnya, melakukan hal yang sama.

“Aku belum juga ngantuk. Tahu sendirikan bila aku insom?” Luhan mengangguk mengiyakan. Memang benar, bila Hyerim sudah insomnia, gadis tersebut layaknya robot yang tidak membutuhkan tidur sama sekali. “Temani aku, oke?” ucap Hyerim sambil menatap Luhan dengan cengirannya.

Luhan mendengus sebelum berkata, “Aku ini suami yang baik, masih setia menemani istrinya saat insomnia parah.”

“Ah suamiku yang pedofil ini memang sangat setia,” ucap Hyerim dengan suara imutnya yang terkesan mengejek dan meletakkan kepalanya dibahu Luhan dengan sikap manjanya. Luhan lagi-lagi mendengus karena sangat peka bahwa Hyerim sebenarnya mengejeknya.

“Lu,” Hyerim pun bersuara kembali. “Kamu tahu tidak? Hari ini kampusku kedatangan siswa pertukaran pelajar dari Hongkong. Dan Ya Tuhan! Dia tampan sekali! Dia 1 tingkat diatasku, namanya Wang Jackson. Uuuu~ dia calon kekasih idaman.” Hyerim bercerita dengan kepala mendongak keatas seakan mengkhayal dan mata berbinar-binar.

Tidak disadari oleh Hyerim bahwa Luhan sudah memandangnya tidak suka. “Huh? Dia dari Hongkong? Aku yang dari Beijing saja tidak sombong.” ucap Luhan penuh kejengkelan.

Yak! Tapi dia tampan tahu! Dia pandai menari!”

Luhan memutar bola matanya malas. “Aku bisa menari dan menyanyi. Dan aku jauh lebih tampan!”

“Huh, Jackson itu mempunyai senyuman yang menawan dan dia..-“

“Sudah, aku mau tidur duluan saja. Bila kamu masih insom, minta Jackson menyanyikan lagu untukmu sana!” Luhan langsung memotong ucapan Hyerim saat istrinya itu masih saja memuji lelaki yang ia ketahui bernama Jackson itu.

Luhan-dengan penuh kejengkelan, langsung merebahkan tubuhnya memungungi Hyerim. Hyerim sedikit tersentak karena tadi kepalanya masih menyender pada bahu Luhan, harus kehilangan posisi nyamannya. Dengan tatapan heran Hyerim melihati punggung Luhan.

“Lu, kamu ini kenapa? Biasanya senang saja bila aku bercerita apapun saat sedang insom. Luhannnnn…. ayok bangun, dengarkan aku cerita, biasanya kamu mendengarkanku. Hey! Luhan!” Hyerim terus berceloteh sambil meguncang-guncang bahu Luhan. Dalam hati Luhan mengumpat betapa tidak pekanya seorang Kim Hyerim bahwa sekarang Luhan sedang cemburu karenanya.

**

Rembulan layaknya ratu dalam kegelapan disaat malam hari. Waktu dimana para manusia untuk istirahat atau istilah lainnya tidur. Di dalam sebuah kamar berwarna putih, tampak anak lelaki berumur 14 tahun dan bocah perempuan 7 tahun sedang tertawa riang bersama-sama. Yup, malam ini Hyerim menginap di rumah Luhan karena orang tuanya ada keperluan di luar kota. Hyerim tidak ikut karena harus melaksanakan ujian tengah semester esok hari, dan di sini lah Hyerim sekarang. Di dalam kamar Luhan untuk bergegas tidur. Bocah 7 tahun itu yang tadi merengkek ingin tidur bersama Luhan.

“Baiklah, sekarang tidur, ya Hyerimku sayang.” Luhan menggendong Hyerim ke atas tempat tidur dan menyelimuti tubuh gadis cilik tersebut. “Sesuai permintaanmu tadi, oppa juga ikut tidur di ranjang.” ucap Luhan yang mulai merebahkan diri di samping Hyerim.

Hyerim memandangi wajah Luhan yang tidur menyamping sambil mengelus puncak kepalanya. “Oppa, aku tidak bisa tidur. Bisakah oppa menyanyikan aku satu lagu sebelum tidur? Suara oppakan merdu,” pinta Hyerim sembari menarik ujung lengan piyama Luhan.

Luhan menarik kedua ujung bibirnya membentuk senyuman hangat dan mengangguk. Detik berikutnya pria itu mulai menyanyi sambil mengelus surai panjang Hyerim.”…. Just close ur eyes. The sun is going down. You’ll be alright. No one can hurt you now. Come morning light. You and I’ll be safe and sound..”

Hyerim memeluk pinggang Luhan yang masih bernyanyi dan menatap wajah lelaki 14 tahun tersebut yang membuatnya tambah tidak bisa tidur. “… Don’t you dare look out the window. Darling, everything’s on fire. The war outside our door keeps ranging on. Hold on to this, lullaby. Even when music’s gone. Gone…”

Sekon berlalu dan Luhan menyelesaikan lagunya, kemudian mencium kening Hyerim cukup lama. “Tidurlah, Hyerim. Besok kamu sekolah hmm..” Ucap Luhan lembut masih dengan mengelus rambut Hyerim.

“Aku tetap tidak bisa tidur, oppa,” Hyerim memajukan bibirnya. “Aku ingin bercerita saja dulu sekarang. Kata teman-temanku, oppa sangat tampan dan kalau sudah besar aku bisa menikah dengan opppa.” Hyerim berucap antusias membuat Luhan tertawa dan mencubit hidung Hyerim gemas. Dasar bocah, tahu apa tentang menikah.

“Baiklah, oppa akan menikah denganmu,” ucap Luhan sambil tersenyum geli. Hal tersebut disambut riang oleh Hyerim.

“Benarkah? Horayy!!” seru Hyerim girang, membuat Luhan terkekeh pelan.” Kalau kita berdua menikah, kita  bisa tidur bersama terus. Bila aku susah tidur aku tinggal meminta oppa menyanyikanku, ya kan?”

Luhan berusaha menahan tawanya dan hanya mengangguk. “Sekarang, tidur. Bila kamu tidur sekarang, oppa akan menikahimu saat sudah besar nanti.” ucap Luhan dan ditanggapi serius oleh Hyerim yang langsung memejamkan mata untuk pergi ke alam mimpi. Luhan tertawa geli dan ikut pula memejamkan mata. Tidak Luhan sangka, ucapannya itu menjadi nyata di saat dirinya berusia 25 tahun.

**

Luhan sedikit membuka matanya karena sesungguhnya dia hanya pura-pura tidur sedaritadi. Suara rengekan Hyerim sudah hilang dari 5 menit yang lalu. Luhan merubah posisi tidurnya menjadi menyamping menghadap Hyerim yang sudah terlelap. Senyum terukir dibibir Luhan sambil tangannya mengelus-elus pipi sebelah kiri Hyerim. Hyerim tampak sedikit terusik dengan menggerakan tubuhnya tapi tidak bangun sama sekali.

“Selamat malam, Hye. Aku akan menyanyikan lagu penghantar tidur untukmu setiap malam bila kamu ingin atau susah tidur.” ucap Luhan yang lalu mencium pipi kiri Hyerim sekilas.

-FINISH-

ohh i just want to say sorry dear, aku bilang mau publish jumat tapi apa daya jadinya sabtu. Gini, aku orangnya moodyan harus tergantung mood apapun itu jadi tdi mau post malem2 waktu vigo, spanyol (midnight di indonesia). Dan perlu ditegaskan lagi, aku bukan tinggal di Indonesia, dan karena ini pula perbedaan waktu yang jadi buat aku agak lelet (menurut waktu indo) ngepost satu fanfic atau kadang rada cepet. Dan last aku bisa telat postnya karena aplikasi edit fotoku lagi-lagi ngadadd azz..-_- jadi untuk chapter ini aku suguhin aja gif Luhan yang aku koleksi, bukannya poster. Okelah, yang penting jangan lupa komen dan likenya 🙂

Advertisements

Author:

A tinkerbell who dream to be Luhan's future wendy — Also an amature author, k-drama trash, k-running man freak, eternal ELF, ahjussi and korean actor addict in the same time — Adorable since 2001

35 thoughts on “FF : Diary of Childhood Memories – Lullaby for Hyerim#4 {Ficlet – Series}

  1. Ciee luhan cemburu nih…
    Ternyata dari kecil luhan dah janji ya bakal nikahin hyerim, jd beneran nikah deh. Iih unyu bgt sih…

    Like

Write ur Love Letter . . . <3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s