Posted in Chapter, Fanfiction, FF : My Cinderella, Friendship, PG-15, Romance, School Life

FF : My Cinderella Chapter 3 [I’ll Protect you]

poster by Charismagirl
poster by Charismagirl

Title : My Cinderella Chapter 3

Subtitle : I’ll Protect You

Genre : Romance, Comedy, School life, Friendship

Author : HyeKim

Rating : PG-15

Lenght : Multi Chapter

Summary : Bagi Luhan, Hyerim adalah Cinderella dalam hidupnya. Cinderella yang terlahir dari keluarga berada, mempunyai ibu dan sudara tiri yang menyayanginya. Tapi, Sang Cinderella merasa kesepian. Apakah bisa perbedaan antara Luhan dan Hyerim menyatukan keduanya dalam hubungan cinta?

Disclaimer : This is just work of fiction, the cast(s) are belong to their parents, angency, and God. The same of plot, character, location are just accidentally. This is not meaning for aggravate one of character. I just owner of the plot. If you don’t like it, don’t read/bash. Read this fiction, leave your comment/like. Don’t be plagiat and copy-paste without premission.

Cast :

-Hyerim (OC) as Oh Hyerim

-Luhan as Xi Luhan

-Victoria f(x) as Victoria Song

-Changmin TVXQ as Shim Changmin

“Aku yang akan melindungimu agar kamu tidak terluka,”

HAPPY READING

HyeKim ©2016

║♫   ♪ ║

PREVIOUS :

TEASER || Chapter 1 [The Rich Girl] || Chapter 2 [Be Her (boy)friend] || (NOW) Chapter 3 [I’ll Protect You]

 

Sudah hampir seminggu lebih kegiatan belajar mengajar di SMA Shinhwa terlaksana. Dimana sudah menonjol beberapa anak kelas 10 yang ahli dalam berbagai bidang dan memiliki otak cerdas diatas rata-rata. Dan salah satu anak itu adalah Luhan.

Luhan memang anak dari kalangan bawah yang mendapat beasiswa di sini, membuat semua orang memandangnya sebelah mata. Tapi sekarang tidak! Dengan menjadi anggota inti klub sepak bola dan mendapatkan nilai hampir sempurna disetiap pelajaran. Banyak guru maupun siswi perempuan menyukainya. Ditambah lagi wajahnya yang tampan itu.

“Aku iri denganmu, Lu. Banyak siswi yang menyukaimu,” bisik Jonghyun.

Jonghyun dan Luhan sedang berada di kantin sekarang, banyak para siswi menatap mereka dengan mata berbinar. Keduanya termasuk populer di sini. Satu populer karena kepintarannya dan satu lagi karena kemaniakannya menyukai banyak wanita.

“Dasar cowok sok tampan! Ckckck, sudah menggoda Hyerim tapi belum puas juga dan menggoda Yuri sunbae,” terdengar suara seorang pria di belakang Luhan.

Kim Sunggyu. Anak theater yang terkenal akan ketampanannya, kekayaannya, dan aktingnya yang apik. Sunggyu memiliki geng dengan 6 anggota yang digilai di Shinhwa. Bila ada laki-laki yang lebih tenar darinya, ia bisa saja melabraknya.

“Maksudmu?” Luhan menaikan sebelah alisnya menatap Sunggyu. Ia tahu masalah seperti ini akan datang nantinya.

“Dasar tak tahu malu!” teriak Sunggyu, ia langsung menarik Luhan dan mencengkram kerah seragam Luhan.

“Hei bung! Santai sajalah!” lerai Jonghyun karena banyak pasang mata menatap ke arah mereka. Perdebatan antara siswa populer! Siapa yang tak ingin melewatkannya?

“Kau tahukan Yuri sunbae sudah mempunyai pacar, dia primadona di sini! Banyak laki-laki yang menyerah mengejarnya dan kau main menggodanya. Dan kau tahu Oh Hyerim kan?! Dia pemilik sekolah ini! Jangan main menggodanya juga! Memangnya kau merasa tampan hah?!” teriak Sunggyu.

Ck! Hanya orang tak punya mata yang tak mengatakan diriku tampan!” ucap Luhan sambil menatap tajam mata Sunggyu.

Niga!” teriak Sunggyu tertahan dan hendak melayangkan tinjuannya kearah Luhan.

YAKKKKK!!! BERHENTIIII!!!” teriakan lengking Hyerim terdengar.

Gadis itu sudah berlari cepat ke tengah-tengah Sunggyu dan Luhan, berusaha melerai keduanya. Dan ‘buk’ tinjuan Sunggyu bukan mengenai wajah Luhan, melainkan wajah Hyerim yang tiba-tiba datang untuk melindungi Luhan. Tubuh Hyerim tersungkur ke lantai kantin, ujung bibirnya mengeluarkan darah.

Luhan segera tersadar apa yang terjadi. Ia langsung menghampiri Hyerim yang tampak meringis kesakitan. Sementara Sunggyu hanya mengerjapkan matanya mencerna apa yang terjadi.

“Hye, yang mana yang sakit?” tanya Luhan sambil menyentuh pundak Hyerim. Wajahnya khawatir menatap Hyerim.

Hyerim membalikan tubuh menatap Luhan. Ia menunjuk bibirnya yang berdarah. “Hanya di sini, tak apa.” ucap Hyerim.

“Ck! Tak apa apanya? Kamu sampai berdarah seperti itu. Ttrahae! (Ikut aku)” ujar Luhan langsung menarik tangan Hyerim dan mengamitnya erat, lalu pergi dari kantin meninggalkan Sunggyu dan beberapa siswa yang menatap mereka dengan mata melebar.

“Apa kau jatuh cinta dengan gadis itu?” gumam Yuri yang sedari tadi diam-diam memperhatikan dari jauh apa yang terjadi. Tadi ia ingin menolong Luhan tapi didahului oleh Hyerim. Entahlah ia merasa sangat sakit didadanya sekarang.

Luhan membawa Hyerim ke atap sekolah-tempat favorit keduanya-. Luhan langsung menyuruh Hyerim duduk di sebuah bangku panjang.

“Kamu mau apa?” tanya Hyerim, sementara Luhan sibuk mengeluarkan sesuatu dari saku almematernya.

Sebuah sapu tangan. Luhan membersihkan luka di sudut bibir Hyerim dengan sapu tangan itu. Hyerim sesekali meringis sakit saat Luhan tak sengaja menekan lukanya.

“Sudah lebih baik?” tanya Luhan. Hyerim hanya mengangguk.

“Neon gwenchana? Kim Sunggyu memang keterlaluan,” ucap Hyerim

Luhan mengangguk sambil tersenyum. “Tak usah khawatirkan aku, kamu lebih mengkhawatirkan tahu.”

Naega? Nan gwenchana. Kamu tahu, Lu? Disaat-saat seperti tadi aku akan melindungimu.”

Luhan mendengus mendengar perkataan Hyerim. Bukannya harusnya dirinya yang melindungi gadis ini?

“Bodoh!” Luhan mendorong dahi Hyerim dengan telunjuknya. Hyerim hendak memprotes tapi didahului oleh ucapan Luhan, “Aku yang akan melindungimu agar kamu tidak terluka. Aku tidak mau kamu terluka lagi hanya karenaku.”

Hyerim terdiam dan hanya menatapi manik mata tulus itu. Ia belum pernah melihat lagi seseorang menatapnya seperti itu.

***

“Hyerim, kamu tak apa? Aku dengar kamu terluka,” tanya Joohyun dengan raut khawatir menatap Hyerim.

Hyerim menoleh pada Joohyun dan hanya tersenyum sekilas. “Aku baik-baik saja, terimakasih.” jawabnya

“Ah syukurlah,” Joohyun berucap lega.

“Woah~ ini dia si anak aneh yang ingin numpang tenar dengan mendekati siswa yang sedang disukai seluruh penjuru sekolah.” suara Oh Seungah terdengar di sebelah Hyerim dan Joohyun. Gadis itu tampak berkacak pingang menatap sinis Hyerim. Hyerim balas menatapnya sinis.

Eoh? Kau iri aku berdekatan dengan Xi Luhan huh? Bukannya gadis sepertimu tidak menyukai pria miskin seperti dirinya?” balas Hyerim sengit. Seungah menaikan dagunya menatap Hyerim setajam mungkin.

“Aku tak mau kau hanya memanfaatkannya, Oh Hyerim-ssi. Dia memang miskin tapi bukan berarti dia tidak seperti bintang yang diikuti bayangan gelap sepertimu!”

Yak! Oh Seungah!” bentak Joohyun tak terima Hyerim diperlakukan seperti ini.

Semua orang tahu Ayah Seungah pemegang saham terbesar di Shinhwa, tapi tetap saja pemilik sekolah ini adalah perusahaan Hyerim. Tak pantas Seungah berprilaku seperti itu.

Eoh! Kau hanya iri padaku Seungah-ssi! Harusnya kau tidak peduli aku berdekatan dengan pria miskin yang tidak ada harganya untukmu! Kau iri karena pria itu Luhan! Yang sedang dipuji oleh semua orang karena kepintarannya dan kemahirannya dalam sepak bola. Kau hanya ingin merebut apa yang aku miliki dari dulu!” seru Hyerim

Seungah hanya mendesis lalu melirik seorang gadis di sebelahnya. Gadis bernama Woori itu hanya mengangguk mengerti signal dari Seungah. Tiba-tiba seember penuh air dingin melayang dan hendak menumpahkan isinya tepat ke arah Hyerim.

Andwae!” jerit Joohyun melihat hal tersebut.

Tapi terlambat, Hyerim sudah terlanjur tersiram oleh air dingin tersebut. Seungah dan Woori tertawa senang melihat apa yang mereka kerjakan berhasil.

Yak! Kalian gila ya?!” teriakan seorang pria terdengar dari ambang pintu kelas 10.

Seungah, Woori, Joohyun, maupun Hyerim diam membeku melihat kehadiran pria itu. Shim Changmin. Entah bagaimana siswa kelas 12 sepertinya bisa masuk ke ruang kelas 10. Changmin melangkah lebar-lebar ke arah Hyerim, lantas sekon selanjutnya menatap Seungah murka.

“Kalian berani sekali terhadap adikku ya? Kalian ingin kuhajar hah?!” bentak Changmin. Membuat Seungah dan Woori menunduk takut.

Hyerim hanya menatap Changmin miris dan sangat tajam. Adik? Kata-kata itu seakan menyakitinya sekaligus membuat amarahnya membuncah hingga ubun-ubun. Sampai akhirnya Changmin memakaikan almematernya ke tubuh Hyerim yang sudah mengigil dan menarik gadis itu.

Yak! Lepaskan!” seru Hyerim memberontak. Ia tak rela bila Changmin menyentuhnya barang sehelai rambut pun. Rasanya seakan-akan dirinya kehilangan kontrol.

Changmin terus menarik Hyerim menuju suatu tempat dan gadis itu tetap memberontak. Luhan yang baru keluar dari ruang guru karena dipanggil oleh Lee seosaengnim, tak sengaja melihat keduanya. Luhan tahu Hyerim dan Changmin adalah adik dan kakak. Tapi entah kenapa, ia cemburu melihat gadis yang selalu membuntutinya hampir seminggu ini ditarik oleh pria lain. Luhan langsung menggelengkan kepalanya.

“Ada apa denganku?” gumamnya

“Lepaskan aku Shim Changmin! Akh! Atau aku harus memanggilmu Oh Changmin? Marga keluargaku hah, agar kau melepaskanku?!” teriak Hyerim

Changmin tidak mempedulikan teriakan adik tirinya itu. Sampai mereka tiba di ruang musik di lantai 3. Suara merdu dentingan piano terdengar dari ruangan bercat putih gading tersebut. Changmin membawa Hyerim masuk ke sana. Victoria yang berada di balik grand piano berwarna hitam yang berada di tengah ruangan, tampak sedang menghayati permainan pianonya yang terdengar indah.

“Changmin? Hyerim?” ucap Victoria saat gadis itu mendongak dan merasakan kehadiran kedua adik-kakak tersebut.

“Vic, bisa kau antar Hyerim pulang? Aku yakin ia bisa demam kalau dibiarkan mengigil.” ucap Changmin. Hyerim hanya memasang wajah dinginnya seperti biasa.

Victoria berdiri dari duduknya dan menatap Hyerim dengan mulut terbuka, terkejut akan keadaan gadis itu.

“Hye-ah, aigoo, gwenchanayo? Ayo kita pulang saja daripada nanti kamu demam,” ucap Victoria menatap Hyerim khawatir, sementara Hyerim membalas menatapnya sinis dengan mata menyipit.

Niga! (kau) jangan bersikap baik padaku! Naega joha ahniya! (aku tidak suka)” bentak Hyerim. Victoria hanya menatapnya terluka.

Waeyo? Marhaebwa, wae irrae? (Beritahu aku, kenapa jadi begini) bisakah kau kembali menjadi Oh Hyerim yang dulu?” ucap Victoria dengan nada bergetar menahan tangis.

“Tidak!” seru Hyerim cepat. “Aku tidak mau menjadi adik gadis pengkhianat sepertimu!”

“Hyerim!” bentak Changmin setelah Hyerim mengatakan hal tersebut. Victoria tampak menundukan kepalanya dan menangis dalam diam.

“Apa? Kenapa? Kau ingin membela kekasihmu tercinta ini? Oh tentu saja kau ingin membelanya!” seru Hyerim menatap Changmin sinis. Yang hanya bisa Changmin lakukan adalah mengepalkan kedua tangannya, menahan amarahnya walau dirinya tak mungkin bisa marah pada Hyerim.

Ireokhae hajima (jangan seperti ini), Hyerim. Jebal keumanhae (kumohon berhentilah),” ucap Changmin dengan nada memelas.

“Kebersamaan kalianlah yang membuatku seperti ini!” teriak Hyerim lalu melempar almemater Changmin ke lantai, dan pergi meninggalkan ruang musik.

Hyerim berlari sekuat tenaga. Air mata sudah mengenang dipelupuk matanya. Mungkin jika ia berkedip, air mata itu akan jatuh. Ia lemah, memang. Topeng dingin yang ia gunakan hanya untuk menutupi sisi lemahnya.

Tubuh Hyerim merosot di anak tangga yang menuju lantai 3. Isak tangisnya memenuhi tempat tersebut yang sepi. Jarang sekali siswa-siswi yang melewati tangga tersebut yang menuju ruang musik.

Saat Hyerim masih menangis dengan tubuh gemetar hebat karena mengigil, sebuah jas almemater mendarat ditubuhnya melapisi tubuhnya yang mengigil hebat. Hyerim menoleh dan mendapati Luhan sedang berdiri di sebelah kanannya dengan senyum hangatnya.

“Kamu terlihat kacau sekali. Mana sisi ganasmu itu? Apa kamu punya masalah? Apa karena masalah tadi pagi yang disebabkan oleh Sunggyu? Atau masalahmu dengan Seungah? Aku sudah dengar dirimu disiram air dingin dikelas oleh Seungah. Ya jadi aku..-”

“Lu,” panggil Hyerim memberhentikan ucapan panjang lebar Luhan. “Aku buta.” lanjut Hyerim kemudian.

Mwo? Buta? Ya ampun! Eotteokhae?(apa yang harus aku lakukan)” Luhan berujar panik sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Hyerim, membuat gadis itu mengernyit bingung.

“Hyerim, kamu masih bisa lihat wajah tampanku ini kan?” ucap Luhan masih dengan ekspresi paniknya yang berlebihan. Hyerim mendengus mendengarnya.

“Lebih tepatnya wajah jelekmu!” seru Hyerim dengan wajah jengkelnya sambil mendorong dahi Luhan dengan telunjuknya. “Maksudku aku buta akan perasaan, bodoh!” lanjut Hyerim.

Eoh?” Luhan mengerjapkan matanya berkali-kali setelah mendengar ucapan Hyerim. “Yak! Kau yang idiot! Tidak menjelaskan kau buta kenapa! Buta sama dengan tidak bisa melihat jadi aku pikir kau…-”

Stop! Suara jelekmu bisa membuatku pening seharian!” ucap Hyerim memberhentikan ocehan Luhan.

Ck, kau ini kenapa?” tanya Luhan sambil memperhatikan keadaan Hyerim.

“Menurutmu?” tanya Hyerim balik sambil menatap Luhan.

Luhan berjongkok di hadapan Hyerim, kemudian tersenyum. “Maaf…” ucapnya.

“Untuk?”

“Aku sudah dengar kamu dapat perlakuan tidak pantas dari Seungah karenaku,”

“Oh itu, tidak usah minta maa..-”

“Sekali lagi maaf,” Luhan memotong ucapan Hyerim, lalu memeluk gadis itu. “Maaf karena tidak bisa menjagamu.”

Hyerim terpaku dan balas memeluk Luhan. “Gwenchana,” ucapnya membuat Luhan makin memeluknya erat.

Lagi-lagi, rasa sakit itu ada. Yuri yang melihat itu semua memegangi dadanya yang berdenyut sakit.

“Apa aku cemburu?” gumam Yuri

To Be Countinued

-sweet regards, HyeKim-
 hallo! next chapternya udah ada nih ahaha. Efek libur paskah yang sangat panjang dan pergi 
ke luar kota ya jadilah late update huhuhu ;; maaf ya intinya ucapkan Allhamdulilah 
aku post chapter 3nya XD. Jangan lupa RCL dear ^^
Advertisements

Author:

A tinkerbell who dream to be Luhan's future wendy — Also an amature author, k-drama trash, k-running man freak, eternal ELF, ahjussi and korean actor addict in the same time — Adorable since 2001

66 thoughts on “FF : My Cinderella Chapter 3 [I’ll Protect you]

  1. Hyerim ada2 aja, biasax kan cowok yg ngelindungin cewek eh dia malah kebalikanx heheh
    si yuri baru nyadar dia suka sm luhan pas luhan sdh dkat sm hyerim -_-

    Like

Write ur Love Letter . . . <3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s