Posted in Chapter, Comedy, Fanfiction, FF : My Cinderella, Friendship, PG-15, Romance, School Life

FF : My Cinderella Chapter 4 [What’s Wrong With Her?]

poster by Charismagirl
poster by Charismagirl

My Cinderella Chapter 4

└Subtitle : What’s Wrong With Her?┘

A Fanfiction Written By :

Hyekim

Genre : Romance, Comedy, School life, Friendship || Rating : PG-15 || Lenght : Multi Chapter

Starring With :

-Hyerim (OC) as Oh Hyerim

-Luhan as Xi Luhan

-Victoria f(x) as Victoria Song

-Changmin TVXQ as Shim Changmin

Summary : Bagi Luhan, Hyerim adalah Cinderella dalam hidupnya. Cinderella yang terlahir dari keluarga berada, mempunyai ibu dan sudara tiri yang menyayanginya. Tapi, Sang Cinderella merasa kesepian. Apakah bisa perbedaan antara Luhan dan Hyerim menyatukan keduanya dalam hubungan cinta?

Disclaimer : This is just work of fiction, the cast(s) are belong to their parents, angency, and God. The same of plot, character, location are just accidentally. This is not meaning for aggravate one of character. I just owner of the plot. If you don’t like it, don’t read/bash. Read this fiction, leave your comment/like. Don’t be plagiat and copy-paste without premission.

Gadis itu memiliki segalanya, tapi kenapa ia mengabaikannya?

HAPPY READING

HyeKim ©2016

║♫  

PREVIOUS :

TEASER || Chapter 1 [The Rich Girl] || Chapter 2 [Be Her (boy)friend] || Chapter 3 [I’ll Protect You] || (NOW) Chapter 4 [What’s Wrong With Her?]

 

 

Luhan meminta izin pada Kang Seosaengnim-wali kelasnya- untuk mengatar Hyerim pulang. Keadaan Hyerim benar-benar memprihatinkan, badannya sudah mengigil hebat ditambah bekas luka dibibirnya.

“Aku akan mengatarmu ke rumahmu, jadi tunjukan jalannya,” ucap Luhan yang sedang mengambil sepedahnya.

“Hummm…” Hyerim hanya bergumam sambil merapatkan almemater Luhan ditubuhnya. Angin musim gugur memang menyiksa ditambah tubuhnya yang menggigil.

“Lu,” panggilan seorang wanita terdengar. Kwon Yuri. Luhan dengan susah payah mengangkat wajahnya untuk menatap wanita itu yang sedang menatapnya.

Nuna? Ah, hai,” ucap Luhan kikuk sambil melambai kearah Yuri. Hyerim hanya memasang tampang bingungnya dan Yuri hanya diam. “Wae nuna? Ada yang ingin nuna bicarakan?”

Eung ya, Hyerim-ssi, aku pinjam Luhannya sebentar,” ucap Yuri langsung menarik tangan Luhan membuat pria itu harus mengontrol detak jantungnya. Hyerim malah terbengong dan kemudian mengangguk.

Yuri langsung menarik Luhan pergi. Semantara Luhan yang ditarik malah menikmati keadaan sekarang, digandeng oleh wanita yang ia puja selama ini. Sampai akhirnya keduanya sampai diujung lorong yang agak jauh dari tempat parkir tadi.

“Lu, apa hubunganmu dengan Hyerim?” tanya Yuri to the point sambil menatap Luhan sayu. Luhan langsung gelagapan ditanya seperti itu.

“Dia… eung… diaa…” ucap Luhan gagap. Entah ia sendiri juga bingung kenapa jadi begini.

“Kamu pacaran dengannya?” cecar Yuri seakan mau menangis. Luhan menatap Yuri. Apakah Yuri nuna cemburu? Pikir Luhan penuh harap.

Ahniyo nuna, kami hany..-”

“Ah sudah terserah dirimu. Kamu menjauhiku karena gadis itu kan?! Ya sudah! Sana kamu dengannya saja!” bentak Yuri tiba-tiba membuat Luhan terkejut.

Yuri langsung pergi meninggalkan Luhan. Luhan menatap kepergiannya dengan heran, ada apa dengan Yuri? Luhan menghela napasnya dan lalu berjalan menuju parkiran lagi. Apakah Yuri cemburu karena Hyerim dekat dengannya?

Luhan benar-benar bingung sampai akhirnya ia sudah ada di parkiran dan mengambil sepedahnya. Luhan terus menundukan kepalanya membuat Hyerim bingung.

“Lu! Luhan!” seru Hyerim tapi diabaikan oleh laki-laki itu.

Luhan terus berjalan sambil menunduk dan menggeret sepedahnya. Hyerim mengikutinya dari belakang. Sesekali Luhan menghela napas berat.

“Dekil! Dekil! Heh! Kamu kenapa?” ucap Hyerim tapi Luhan tak menjawabnya. “Luhan~Luhan~…” panggil Hyerim

Hyerim memajukan bibirnya karena tidak direspond sama sekali. Ia tetap berjalan mengikuti Luhan.

“Apa ia cemburu?” gumam Luhan pelan tapi masih bisa didengar Hyerim membuat gadis itu menatap Luhan penasaran.

Nugu? Siapa yang cemburu?” tanya Hyerim tapi Luhan malah menghela napasnya.

Hyerim mempout-kan bibirnya kesal. Hyerim tak sengaja melihat sebuah batu ditengah jalan, sebuah ide konyol terlintas dikepala Hyerim. Gadis itu tiba-tiba berlari sampai jatuh tersandung batu tersebut. Lutut Hyerim terluka dan mengeluarkan darah karena bergesekan keras dengan aspal.

Aish! Ternyata lebih sakit daripada yang kukira…” upat Hyerim. “Sakit sekali! Sial!”

Yak! Bodoh!” Luhan langsung melempar sepedahnya dan mendekati Hyerim. “Makanya hati-hati! Jadi menambah luka lagi kan pada dirimu! Dasar bodoh! Bagaimana aku bisa meninggalkanmu jika kamu seperti ini terus, Oh Hyerim.” bentak Luhan

“Jadi… kamu berniat meninggalkanku?” tanya Hyerim. Luhan hanya diam dan mengambil sapu tangannya dan membalut luka dilutut Hyerim oleh sapu tangan tersebut. “Lu, apa karena Yuri sunbae kamu berniat meninggalkanku? Kamu menyukainya kan?”

Luhan tersentak mendengarnya. Bagaimana Hyerim tahu kalau… “Aku juga sama sepertimu, menyukai orang yang sudah bersama orang lain,” ucap Hyerim

“Sudahlah, ayo kita pergi.” ucap Luhan langsung menarik Hyerim berdiri dan mengambil sepedahnya.

Akhirnya Hyerim dibonceng oleh Luhan menuju rumahnya. Hyerim memeluk erat pinggang Luhan dan menatap punggung pria itu, lalu bersandar pada punggung tersebut.

“Bila ada masalah ceritakan saja padaku. Aku bersedia mendengarkanmu, memberimu saran, bahkan membantumu,” ucap Hyerim tapi Luhan malah mengabaikannya dan pura-pura tidak mendengarkannya.

“Kita sudah sampai, benarkan ini rumahmu?” ucap Luhan seraya memberhentikan sepedahnya didepan gerbang rumah keluarga Oh.

Hyerim langsung turun dari boncengan sepedah Luhan dan tersenyum pada pria itu. “Terimakasih Lu, sudah sore, pulanglah.” ucap Hyerim

Arra, nan kanda (aku pergi),” ucap Luhan mulai menggayuh sepedahnya.

Chankaman!(tunggu)” ucap Hyerim membuat Luhan memberhentikan sepedahnya dan menatapnya.

“Kenap..-”

‘Cup’

Hyerim mengecup pipi Luhan, membuat semua organ pada tubuh pria itu seakan berhenti bekerja. Luhan rasa jantungnya berdegup kencang sekarang.

“Sekali lagi terimakasih, ige neo hante(ini untukmu).” Hyerim mengambil gula-gula dari saku roknya dan memberikannya pada Luhan.

Dengan tangan gemetaran, Luhan mengambil gula-gula tersebut, tak sengaja tangannya bersentuhan dengan tangan Hyerim membuatnya seakan tersengat aliran listrik. Hyerim tersenyum semakin lebar saat Luhan menerima pemberiannya dan kemudian melesat pergi dengan sepedahnya.

***

Akhh! Nan micheonabwa jinjja (aku benar-benar mau gila).” ucap Luhan sambil mengacak-acak rambutnya dan menghempaskan tubuhnya di ranjang.

Hyerim mencium pipinya. Ya ampun! Mimpi apa Luhan semalam? Luhan membalikan tubuhnya ke kanan dan ke kiri, kemudian ia teringat oleh Yuri. Tiba-tiba gadis itu menjadi dingin karena Luhan berdekatan dengan Hyerim.

Luhan mengusap wajahnya gusar memikirkan 2 gadis yang benar-benar membuatnya akan gila mendadak. Tangan Luhan mengambil gula-gula pemberian Hyerim, lalu tersenyum, kemudian memakannya.

***

“Ya ampun, putri umma kenapa jadi begini?” suara lembut Nyonya Oh terdengar didalam kamar Hyerim sambil meletakkan pungung tangannya ke kening putrinya.

Tuan dan Nyonya Oh baru pulang dari urusan kerja masing-masing. Tuan Oh baru selesai mengurusi cabang di Ilsan, sementara Nyonya Oh yang berprofesi sebagai desainer, rela men-cancel pertemuannya dengan klien dari Paris saat mendengar Hyerim sakit.

Hyerim tampak bergertar hebat dibalik selimutnya. Ia demam tinggi. Tubuhnya sudah dikompres oleh air panas. Luka-luka ditubuhnya sudah mengering setelah diobati oleh Ibunya.

“Changmin, kau ini! Kenapa bisa adikmu seperti ini?! Appa bilang kan, tolong jaga adikmu!” tuan Oh yang ada di sana tampak memarahi Changmin yang berdiri disampingnya.

“Maaf appa…” Changmin menundukan kepalanya sembari mengamit kedua tangannya. “Aku janji akan lebih menjaga Hyerim lagi.”

Tuan Oh menghela napasnya. “Appa pegang janjimu, jika adikmu sampai seperti ini lagi, tidak ada ampun untukmu.”

Ish kalian ini, kalau ingin ribut keluarlah. Uri Hyerim ingin beristirahat,” geram Nyonya Oh sambil menatap suami dan putranya. Akhirnya kedua pria itu keluar.

Ummaaa~~,” rujuk Hyerim sambil menarik ujung lengan baju Ibunya.

“Apa sayang?” tanya Nyonya Oh dengan senyum lembutnya menatap putrinya.

“Akhirnya umma pulang juga!” seru Hyerim riang

“Jadi kamu sengaja sakit agar umma pulang? Dasar kamu ini, kasian oppamu jadi dimarahi oleh appa.

Hyerim hanya nyengir mendengar ucapan Ibunya. Kim Haera. Ibu tirinya yang menikah dengan Ayahnya 3 tahun yang lalu. Haera menjadi sosok Ibu yang hangat dan menganggap Hyerim putri kandungnya, tapi sayangnya setelah menikah dengan Ayah Hyerim, ia jadi sibuk berkarier sebagai desainer. Dan akhirnya menjadi desainer terkenal dan jadi jarang berada dirumah.

Umma ayo ceritakan dongeng cinderella lagi untukku, umma kan pintar mendongeng. Harusnya umma jadi pendongeng bukannya desainer,” ucap Hyerim. Nyonya Oh hanya tertawa kecil mendengarnya. Putrinya tidak berubah sama sekali, setahunya begitu.

“Baiklah umma akan menceritakannya untukmu,” ucap Nyonya Oh dengan senyum lembutnya. Hyerim menatap Ibunya dengan mata berbinar dan telinganya siap mendengarkan.

“Dahulu kala, tinggal gadis cantik bernama Cinderella. Ia tinggal bersama Ibu tiri dan dua suadari tiri yang jahat padanya. Hari-harinya penuh dengan kekelaman dan siksaan ibu dan suadari tirinya. Hingga suatu hari, Cinderella mendapatkan undangan pesta dansa dari istana…”

Victoria tersenyum mendengarkan percakapan antara Hyerim dan Nyonya Oh dari balik pintu kamar Hyerim. Ia berniat menjenguk Hyerim. Tapi saat ingin masuk ke kamar adiknya itu, ia mendengar Hyerim sedang mengobrol dengan Nyonya Oh, maka niatnya itu ia urungkan.

“Kenapa tidak masuk?” suara Changmin terdengar dari arah belakang Victoria. Gadis itu lantas berbalik dan menatapnya.

“Ibumu sedang mendongengkan Cinderella pada Hyerim. Aku rasa ia menjadi Hyerim yang dulu saat berinteraksi dengan Ibumu,” tanggap Victoria.

“Andai ia bisa begitu juga kepada kita,” ucap Changmin sambil tersenyum miris.

“Apa kita harus berpisah agar dia seperti dulu lagi?” tanya Victoria. Changmin lantas menatapnya lurus-lurus dengan tajam.

Ahniyo! Appa dan Umma sudah merestui kita, Abeoji dan Omoni  juga sudah merestui kita. Jangan kecewakan orang tuaku dan juga orang tuamu, Vic!” tegas Changmin. Victoria hanya mendesah.

Arrayo, tapi bagaimana dengan uri Hyerim?”

“Apa kamu tak merasa ia mulai menjadi Hyerim yang dulu lagi setelah berdekatan dengan pria itu?”

Victoria mengerutkan alisnya sebentar karena bingung. “Pria? Siapa? Oh! Xi Luhan?”

Changmin mengangguk sambil tersenyum. “Dengan pria itu, Hyerim bisa menjadi Hyerim yang dulu lagi. Percayalah.”

***

“… akhirnya, Pangeran dan Cinderella hidup bahagia selamanya.” Nyonya Oh menyelesaikan dongengnya.

Hyerim tersenyum lebar setelah dongeng Cinderella favoritnya berakhir. “Aku ingin menjadi Cinderella!” serunya.

“Kamu ini bukan Cinderella, Hyerim. Kamu memiliki segalanya yang tidak dimiliki Cinderella,” ucap Nyonya Oh lembut.

Hyerim lantas menggeleng mendengar ucapan Ibunya. “Ada sesuatu yang tidak aku miliki tapi Cinderella miliki. Ia tidak kesepian karena para tikus mau berteman dengannya dan ia bisa bersama Pangeran yang ia cintai,”

Eoh? Anak umma sedang jatuh cinta ya,” goda Nyonya Oh membuat Hyerim menyembunyikan wajahnya dibalik bantal, malu.

Ahninde (tidak, kok),” seru Hyerim masih menutupi wajahnya.

Arraseo, arraseo. Tidurlah, sudah sangat larut, jaljayo (selamat tidur).” ucap Nyonya Oh, kemudian mengecup pipi putrinya dan beranjak pergi.

Setelah Ibunya pergi. Hyerim menatap langit-langit kamarnya. “Nan sarang ppajida (aku jatuh cinta) iya umma, aku sedang jatuh cinta tapi sayangnya pada orang yang tidak tepat,” gumam Hyerim sebelum menutup matanya.

***

Luhan berangkat kesekolah seperti biasa. Tapi tadi pagi Ibu dan Adik perempuannya itu membuatnya pusing tidak kepalang. Kemarin Luhan baru ingat bahwa almematernya masih ada pada Hyerim. Ibunya yang setiap hari mencucikan seragamnya lantas menayakan dimana almematernya.

Luhan bingung harus menjawab apa. Ia menjawab dengan gugup bahwa almematernya tertinggal di meja kelasnya. Tapi Ibunya tidak percaya dan terus bertanya. Luhan pun menyerah dan menceritakan yang sebenarnya. Reaksi pertama Ibunya adalah menjerit histeris seakan mendapkan undian hadiah dan ditambah Adiknya yang mendengarkannya juga ikut menjerit.

Nae adeul! Akh! Ada juga gadis kaya yang mau melirikmu ya? Bahkan kau meminjamkan almemater padanya yang kedinginan? Omona! Omona!(ya ampun! Ya ampun!)” ibunya menjerit tak karuan membuat Luhan menggertakan giginya dan menyesal sudah menjelaskan yang sebenarnya.

Oppaaa!! Pacari dia! Pacari diaaa!! Jangan terus terperangkap dengan Yuri unni!” ucapan Yoonra tadi malam membuat Luhan berhenti melangkah.

Benar jangan terlalu terjebak pada orang yang tidak membalas cinta kita. Dan tadi pagi pula Ibu dan Adiknya mengoceh agar Luhan mau membawa ke rumah gadis yang dipinjamkan almemater olehnya dan nekad ingin ke sekolah Luhan untuk melihat gadis itu.

Untung saja Luhan berhasil kabur. Kalau tidak, dia yakin Adik dan Ibunya akan heboh tak jelas saat baru melihat bangunan sekolahnya yang megah. Dan berkata bangga padanya yang bisa masuk dengan beasiswa ke sekolah berstandar International dan Elite ini.

Aish!” umpat Luhan saat tak sengaja terjeduk tembok sangking sibuknya memikirkan Ibu dan Adiknya yang membuat kepalanya pening kemarin malam dan tadi pagi.

“Lu, kamu tak apa eh?” suara lembut seorang wanita terdengar. Luhan langsung menengok menatapnya, Yuri.

Yuri menatapnya khawatir sementara Luhan membuka mulutnya lebar-lebar merasa malu karena sudah tertangkap basah terjedot tembok.

Aaa~ Nuna… aku…aa…” Luhan tergagap pipinya merah seketika karena malu.

Yuri hanya tersenyum kecut saat mengingat sesuatu. “Oh tentu saja kamu tidak mau aku yang mengobati keningmu yang sedikit membenjol itu, kamu ingin Hyerim yang mengobatinya kan?” ucap Yuri sinis.

Luhan sedikit gelagapan mendengarnya ditambah malu saat mengetahui keningnya benjol. Untung masih terlalu pagi, jadi tidak terlalu banyak orang di koridor tempatnya dan Yuri berada.

“Tapi sayangnya Hyerim tidak masuk hari ini. Changmim bilang, Hyerim demam tinggi dan lututnya lemas karena terluka menyebabkan dirinya sulit berdiri,” ucap Yuri dengan nada sinis. Sementara Luhan sudah melebarkan matanya terkejut.

Hyerim sakit? Ah iya! Luhan baru ingat gadis itu disiram oleh air dingin kemarin oleh Seungah, ditambah angin musim gugur yang membuat kondisi badannya tambah buruk. Dan kebodohan gadis itu kemarin demi menarik perhatian Luhan, ia rela melukai lututnya.

“Hyerim sakit?” ucap Luhan masih dengan wajah terkejutnya. Yuri menatapnya dengan mata menyipit.

Eo!” serunya, “Kamu ingin menjenguk dan merawatnya, Lu? Jadi kamu mengingkari janjimu dulu untuk hanya selalu menjaga tiga wanita dalam hidupmu! Yaitu ibumu, adikmu, dan aku! Apa kamu lupa?!” teriak Yuri sambil menggepalkan kedua tangannya.

Luhan tersentak dan menatap Yuri yang emosi. Ia ingat janjinya itu, tapi… Apakah salah menjaga sahabatnya sendiri? Dan kenapa Yuri harus marah?

Nuna kau cemburu?” pertanyaan itu lolos juga dari bibir Luhan. Yuri membulatkan matanya.

“Cemburu? Ash! Mungkin! Terserah dirimu! Pilih aku atau Hyerim?!”

Jantung Luhan berdetak keras. Yuri cemburu padanya! Karena berdekatan dengan gadis lain. Tapi pertanyaan Yuri tadi membuat Luhan bimbang. Hyerim atau gadis yang selama ini ia puja? Ia benar-benar bingung.

Nuna…” Luhan berusaha mengucapkan sesuatu. Yuri menghembuskan napasnya berat.

“Maaf Lu, aku hanya merasa disisihkan oleh Hyerim darimu. Tidak usah memilih, karena kamu menyukai gadis itu pasti kamu memilihnya.” ucap Yuri sudah dengan nada tenang, kemudian pergi.

“Aku tidak menyukainya nuna!” seru Luhan, “Dia hanya sahabatku!” teriak Luhan tapi Yuri keburu hilang dibalik tangga. Luhan menghela napasnya dan berjalan menuju kelasnya.

***

Luhan termenung ditempat duduknya saat istitahat. Tidak ada niatan untuk pergi ke kantin. Hyerim sakit dan ia merasa kesepian di sekolah.

“Aku dengar Hyerim sakit, ya.” tiba-tiba Joohyun sudah ada disamping Luhan dan mengejutkannya.

“Eh? Iya, dia demam tinggi,” ucap Luhan terbata. Joohyun pun duduk dihadapan Luhan.

“Kamu hebat, ya bisa menjadi temannya. Aku juga ingin menjadi teman Hyerim, tapi sepertinya dia menolakku terus,” ucap Joohyun mencurahkan isi hatinya sambil cemberut.

Luhan menatap Joohyun sebentar. Ia rasa gadis ini tulus ingin berteman dengan Hyerim. “Kira-kira kenapa Hyerim seperti itu?” ujar Luhan.

“Karena masa lalunya!” tiba-tiba seruan Jonghyun terdengar, ia baru datang dari kantin. Ia langsung mengambil posisi duduk disebelah Luhan. “Hai~,” sapa Jonghyun pada Joohyun. Gadis itu membalasnya dengan senyuman manis.

Luhan hanya mendengus melihat aksi playboy temannya yang satu itu, lalu teringat kembali pada Hyerim. “Masa lalu? Hyerim punya masa lalu seperti apa?”

“Yang aku dengar dia dulu anaknya periang. Dia selalu bersama dengan 3 orang yang dekat dengannya dari kecil,” jelas Jonghyun.

“3 orang? Siapa?” tanya Luhan penasaran karena Hyerim setahunya seperti tidak mempunyai satu orang temanpun.

“Pertama, Victoria sunbae. Dia adalah tentangga Hyerim, dari kecil mereka selalu bermain bersama. Layaknya saudara kandung. Dan kedua, Changmin sunbae, kakak dari Hyerim. Dan ketiga, kalian berdua pasti belum mengenalnya…” Jonghyun menatap Luhan dan Joohyun bergantian, keduanya tampak penasaran akan kisah Hyerim, gadis cuek yang sebenarnya memiliki segalanya.

Ah aku tahu!” pekik Joohyun sambil menjentikan jarinya. “Yang ketiga adalah Kim Myungsoo! Saudara jauh Victoria sunbae! Pewaris tunggal KMS grup yang mewadahi bidang arsitektur!” serunya riang.

Majayo!(benar sekali) selain cantik, kau juga cerdas, Joohyun-ssi,” puji Jonghyun membuat Joohyun tersipu. Luhan lagi-lagi mendengus.

“Yak! Lee Jonghyun! Jangan menggoda wanita disaat seperti ini!” seru Luhan.

“Disaat apa maksudmu? Membicarakan Hyerim? Kamu penasaran tentangnya? Kamu menyukainya?” cecar Jonghyun sambil menatap Luhan dengan alis terangkat. Luhan langsung salah tingkah.

“Bu..bukan begitu!” Luhan berkata gugup. “Ak..ku hanya ah sudahlah. Kim Myung, Myung siapalah itu. Dia dekat dengan Hyerim? Apa hubungannya dengan Hyerim?”

“Kim Myungsoo,” koreksi Joohyun. “Aku dengar dia bersahabat dekat dengan Hyerim dan kedua kakaknya, Victoria dan Changmin sunbae. Dia sangat perhatian pada Hyerim. Katanya, Myungsoo menyukai Hyerim.”

Jantung Luhan berdegup kencang mendengarnya. Ia langsung teringat tulisan di diary Hyerim. Hyerim pernah menulis ia menyukai seseorang dan tidak bisa bersama dengan orang yang ia sukai karena Changmin dan Victoria. Apakah laki-laki yang Hyerim sukai adalah Myungsoo? Laki-laki yang tidak dikenali Luhan sama sekali.

“Lalu Hyerim juga menyukainya? Dan tidak bisa bersama Myungsoo karena dilarang Victoria dan Changmin sunbae?” ucap Luhan menyimpulkan sendiri. Joohyun dan Jonghyun menganga mendengarnya.

Eits! Kau salah!” ucap Jonghyun. “Hyerim menolaknya, karena menyukai pria lain, entah siapa. Dan Myungsoo yang sakit hati memilih menetap di New York.”

“Semua keluarga dari kalangan kaya mengetahui persahabatan antara keempat anak kaya itu. Mereka disebut 4 sekawan yang tidak terpisahkan. Sampai entah apa yang terjadi. Hyerim berubah menjadi dingin dan menjauhi ketiganya. Dan Myungsoo, setelah ditolak dan sakit hati, langsung pergi begitu saja. Membuat persahabatan mereka pecah.” ucap Joohyun sambil menghela napas.

“Andai saja aku termasuk diantara mereka. Pasti mengasyikan,” khayal Joohyun dengan mata berbinar.

Luhan tertegun sebentar mendengar ucapan Joohyun. Hyerim memiliki segalanya, sahabat yang tulus, kakak yang sangat menyayanginya, laki-laki sempurna yang menyukainya, kekayaan yang berlimpah. Lantas kenapa gadis itu berubah menjadi tak peduli dan sedingin es layaknya monster? Bahkan persahabatan Hyerim yang diceritakan oleh Jonghyun dan Joohyun, sangatlah sempurna!

Gadis itu memiliki segalanya, tapi kenapa ia mengabaikannya? Luhan bergumam dalam hati dengan bingung.

To Be Countinued

Aslinya ini naskah FF tinggal niat edit namun malas ;’) udah aku males ngebacot, RCLnya aja ya eheheh.

Advertisements

Author:

A tinkerbell who dream to be Luhan's future wendy — Also an amature author, k-drama trash, k-running man freak, eternal ELF, ahjussi and korean actor addict in the same time

36 thoughts on “FF : My Cinderella Chapter 4 [What’s Wrong With Her?]

  1. Knp ya aku sudah menyimpulkan dari awal kl sebenernya hyerim cinta ama changmin? Tapi aku gk tau pasti sih. L kpn muncul eoh?

    Like

Write ur Love Letter . . . <3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s