Posted in AU, Chapter, Comedy, Fanfiction, FF : This Love, PG-15, Romance, Sad

FF : This Love – Chapter 3

ir-req-this-love-21

This Love Chapter 3

©2016 HyeKims Fanfiction Story

Starring With : Luhan as Luhan || Hyerim (OC) as Kim Hyerim

Genre : AU, Romance, slight!Sad, a bit Comedy || Lenght : Chapter || Rating : PG-15

Poster By : IRISH @ Poster Channel

Summary :

Ketika 2 pasukan tentara dari negara berbeda disatukan dalam lika-liku hubungan cinta. Keduanya dipertemukan namun jarak yang memisahkan serta restu dari orang tua pun menjadi penghalang. Hanya sepenggal kisah antara Luhan, salah satu pasukan khusus dari China dan Hyerim, seorang dokter tentara dari Korea Selatan. Bagaimana kelanjutan kisah keduanya?

Note :

FF ini terinspirasi dari kisah cinta Yoon Myeong Ju dan Seo Dae Young dari drama korea populer descendant of the sun serta lirik dari soundtrack drama tersebut. Namun dari segi cerita yang ada sudah diubah oleh saya sendiri. Bila ada adegan yang dicetak miring/italic itu menandakan sebuah kilas balik/flashback.

Disclaimer :

This is just work of fiction, the cast(s) are belong to their parents, agency, and God. The same of plot, character, location are just accidentally. This is not meaning for aggravate one of character. I just owner of the plot. If you don’t like it, don’t read/bash. Read this fiction, leave your comment/like. Don’t be plagiat and copy-paste without permission.

HAPPY READING

║ ♫ ║ ♪ ║ ♫ ║ ♪ ║


When I see you, everything stops

I don’t know since when

One day, you came to me like a dream

You shook up my heart

I knew that it was destiny

I Love You

Are you listening?

Only You

Close your eyes

Your love came scattered with the wind

whenever, wherever you are

[Yoon Mirae – Always (ost.Descendant of The Sun) ]


Luhan tak tahu harus berfrasa seperti apa dan mengekpresikan raut mukanya bagaimana. Sosok jelita itu terus menyerobot masuk kedalam pertahanan hatinya. Hyerim pun menampakan senyumannya yang mana membuat dunia seakan hanya keduanya yang meninggalinya saat ini bagi Luhan. Yixing menatap keduanya sambil tersenyum tipis karena mengerti banyaknya kata tersirat dari pandangan tersebut. Bahkan Lian pun sudah menangkap signal keberadaan Hyerim dan langsung mengedarkan pandang ke tempat Hyerim berpijak, dirinya langsung terkagum akan kecantikan yang terpancar dari gadis darah Korea asli tersebut.

“Benar sangat cantik dirinya itu,” kagum Lian sambil menggeleng-gelengkan kepala karena kagum.

“Kim Hyerim jungwi (letnan Kim Hyerim),” tiba-tiba suara berat khas lelaki datang dari arah belakang Hyerim membuat Sang Letnan memutuskan kontak matanya dengan Luhan dan melirik arah belakang yang merupakan asal muasal suara.

Jungwi Kim Hyerim (letnan Kim Hyerim),” tubuh Hyerim langsung tegak serta mengatakan hal tersebut dengan dieja ketika mengetahui yang memanggilanya adalah Minho yang tak lain kapten.

“Ah, kamu ini. Hanya kita berdua di sini, jadi tak usah bawa-bawa pangkat seperti itu,” decak Minho sambil geleng-geleng kepala dan tersenyum geli. Pria tersebut melipat tangan didepan dada serta mencodongkan tubuh ke depan kemudian mencubit hidung Hyerim membuat Hyerim mendesis kesal.

Ya! Jangan bertingkah seperti kita akrab sekali!” Hyerim berseru dengan pipi mengembung kesal membuat Minho terkekeh.

“Bagaimana kita tidak bisa akrab. Bukannya kita ini calon suami istri?” goda Minho sambil mengerlingkan matanya jahil.

Hyerim mengangkat tangannya untuk berkacak pinggang kemudian mengangguk, “Benar juga,” keduanya pun akhirnya terkekeh akan candaan yang terlontarkan.

“Mereka akrab sekali kelihatannya,” gumam Lian sambil memperhatikan Hyerim dan Minho.

Melihat momen tersebut membuat Yixing menoleh pada Luhan yang raut wajahnya tak bisa diprediksikan. Kaptennya itu memandangi Hyerim dan Minho yang sedang pukul-memukul dan tertawa. Setelah itu Luhan memalingkan wajah dan pergi.

Kedatangan Hyerim membuat hati Luhan dilanda perasaan kacau. Melihat sosok gadisnya itu membuat Luhan dilanda perasaan bersalah. Apalagi ketika keadaan yang menyatakan jarak camp militernya dan camp militer Hyerim berdekatan. Dan yang memperparah keadaan adalah dengan Kapten Choi Minho yang mengajaknya bertemu sekarang. Dihembuskan oleh Luhan napasnya kemudian dirinya mulai menata langkah memasuki ruangan Kapten tim alpha Korea Selatan tersebut. Diketuklah oleh Luhan pintu ruangan tersebut walau terbuka dan menampakkan Si Kapten yang sedang duduk membelakanginya.

“Ah ternyata kau Kapten, mari masuk,” Minho berdiri dari duduknya dan mempersilahkan Luhan masuk.

Senyum terukir diwajah Luhan kemudian dirinya masuk dan duduk di hadapan Minho yang sudah duduk kembali. “Ada apa anda memanggil saya ke mari?” tanya Luhan.

“Tidak usah terlalu formal padaku, ahahaha,” balas Minho santai membuat Luhan menyunggingkan senyum ramahnya. “Begini, kau tahu sendiri kan bahwa Urk adalah negara konflik. Banyak sekali pedagang senjata illegal serta beberapa pemberontak yang ingin melakukan pro-Amerika. Dan diwaktu terakhir ini China dan Korea Selatan sedang membangun pertambangan minyak sebagai bentuk kerja sama di Urk. Pemerintahpun menyuruh timku dan timmu melakukan pengecekan ke daerah pertambangan, berwaspada adanya pemberontak atau geng lokal yang menyerang pertambangan asing,”

Luhan sedikit menegakan badannya dan mengangguk-angguk mengerti, “Ya, aku sudah menerima perintah tersebut dan sudah mengatur timku untuk melakukan pengecekan,” itulah respon Luhan membuat Minho menyunggingkan senyum dan menatapinya lekat.

“Kau ini cepat tanggap sekali,” pujian Minho membuat Luhan tersenyum merasa tersanjung dan meresponnya dengan ucapan terimakasih. “Pantas saja Letnan kepala batu itu jatuh cinta padamu,” ujar Minho yang akhirnya larut akan kekehannya.

Tubuh Luhan kaku seketika mendengar julukan Letnan kepala batu. Dirinya tahu bahkan sangat tahu julukan tersebut bertajuk kepada Hyerim, Kim Hyerim, Hyerimnya. Luhan menyatukan jari-jarinya dan menunduk sambil tersenyum tipis.

“Dia itu tunanganmu kan?” ucap Luhan dengan senyuman tipisnya. Minho yang hendak meminum teh manisnya jadi menundanya dan memandang Luhan yang mengangkat kepala kembali  untuk menatap Minho yang tampak kikuk.

“Ah tidak, tidak. Kita hanya sebatas sahabat dan rekan kerja.” Minho mengkonfrimasikannya sambil geleng-geleng dan melambai-lambaikan tangannya. Lalu lelaki tersebut meraih gelas tehnya dan meminumnya dengan canggung, sementara Luhan memperhatikannya karena tahu akan celah kebohongan Minho. Merasa diperhatikan, Minho kira Luhan menginginkan tehnya dan dirinya pun langsung menawarkan teh pada Luhan. “Kau ingin minum teh manis juga? Akan kupanggilkan anggotaku untuk membuatkan teh manis untukmu.”

“Kapten Choi Minho. Komandan ingin berbicara dengan menantu kesayangannya…. Eh?”

Sosok Hyerim pun muncul dengan membawa ponselnya, namun perkataan yang terlontar dari bibirnya seketika terhenti melihat sosok Luhan ada di sana. Minho langsung melayangkan tatapan lasernya dengan mulut bergerak-gerak layaknya mengomel. Di lain sisi, Luhan menatapnya tanpa ekspresi namun sangat dalam. Hyerim sendiri langsung menekan tombol reject diponselnya bahkan sampai 3 kali, setelah itu dikulumlah senyum paksa dibibirnya.

“Hey! Bagaimana bisa kamu mematikan telepon komandan seperti itu?” seru Minho menyadari Hyerim main mematikan sambungan telepon komandan yang tak lain ayahnya sendiri.

“Dia ayahku,” jawab Hyerim disertai bahu yang sedikit terangkat acuh.

“Ah menantu kesayangan… katanya kalian hanya rekan kerja dan sahabat,” tiba-tiba Luhan berujar sambil menatap bergantian Minho serta Hyerim dengan pandangan curiga.

“Bahasa Koreamu sudah receh! Aku mengatakan Kapten Choi Minho yang dibanggakan Komandan. Bukan menantu kesayangan,” Hyerim melakukan pembelaan dan direspon anggukan mantap Minho.

“Iya, kau salah memahami,” sahut Minho dengan senyum dibuat-buatnya.

“Ya terserah, walau kalian seperti menikungku dari belakang,” kata Luhan sembari mencondongkan tubuh mengambil gelas teh di hadapannya lalu meminumnya. Sebenarnya itu teh milik Minho karena lelaki itu belum sempat menyuruh anggotanya membuatkan teh juga untuk Luhan. Tapi Luhan bersikap tak peduli.

“Menikungmu dari belakang?” ulang Hyerim dengan kepala sedikit menengok ke kiri seakan mendengar sesuatu yang baru. “Jadi aku masih milikmu?” lanjut Hyerim membuat penggerakan Luhan terhenti membuat Hyerim menampilkan senyum puasnya.

“Lebih baik aku keluar,” Minho bersajak demikian karena merasa menjadi peganggu, lelaki Choi itupun langsung undur diri dari sana.

Kembali pada Luhan yang sudah menyesap tehnya sampai habis serta Hyerim yang terus memandanginya sambil tersenyum-senyum. Lalu Luhan mengangkat tubuh berdiri diiringi tubuh berbalik meninumbulkan dirinya berdahap-hadapan dengan Hyerim. Tak ada yang buka suara walau sudah beberapa detik berlalu.

“Hallo, lama tidak berjumpa,” akhirnya Hyerim buka suara disertai senyuman tipisnya. Tapi sapaan Hyerim seakan tak berefek apapun pada Luhan yang hanya bergeming menatapinya. “Sepertinya sangat sulit untuk menemuimu walau camp militer kita tidak sejauh Beijing dan Seoul.”

“Aku izin undur diri,” Luhan mematahkan topik dengan melangkahkan kaki untuk segera pergi, namun tangan Hyerim mencegah tangannya dan menarik Luhan untuk kembali ke hadapannya. Tatapan gadis itu mengisyaratkan beribu banyak makna pada Luhan yang memandangnya sendu.

“Kamu ingin pergi begitu saja? Apa kamu ingin lari kembali dariku? Baru bebarapa detik lalu kamu seakan mengatakan kita masih seperti dulu. Aku hanya mencintaimu dan hanya jatuh cinta padamu. Tidak peduli berapa mil jauhnya China dan Korea. Usaha keras ayahku karena seragam kita yang bahkan tak melakukan apapun. Aku hanya jatuh kepadamu.”

Tanpa disadari, Hyerim mencengkam erat lengan baju Luhan dengan tangan bergetar dan binar mata yang menayangkan tetesan kristal hangat yang siap jatuh. Tatapan Luhan serta ekspresinya masih sama, sangat dalam dan menyelipkan banyak arti. Tangan Luhan pun menurunkan tangan Hyerim dari bajunya, sebentar dirinya meremas lembut tangan itu sebelum benar-benar ia lepaskan.

“Letnan…” panggil Luhan lembut serta pelan dan detik juga cairan itu tumpah ruah dari mata Hyerim bahkan bibir gadis berpangkat letnan itu sudah bergetar. “Kita tidak memiliki hubungan apapun lagi.” tutup Luhan kemudian pergi dari hadapan Hyerim yang sedang memejamkan mata sesaat, membiarkan tetesan air mata terus menderai.

Kepergian Luhan seakan menandakan, tidak ada yang bisa diperbaiki dari hubungan keduanya.

Pagar berupa kawat tampak berjejer rapi membatasi camp militer beda negara tersebut. Di tempat itu pula, berdirilah sosok Wu Lian dengan kacamata hitam dan selendang merah jambu yang melilit kepalanya. Di sampingnya berdiri Meilin yang merupakan kawan serta rekan kerjanya. Ditampilkan lah gadis Wu itu sedang berjinjit sambil menahan berat tubuh ke pagar hanya untuk mengintip camp militer Korea Selatan.

“Kamu seperti ini hanya untuk melihat pacarnya Luhan?” tanya Meilin heran melihat rekannya itu. Dan sekedar informasi, Meilin sudah mengetahui akan Hyerim yang merupakan mantan kekasih Luhan.

“Bukan,” jawab Lian kompak dengan gelengan kepala, “Aku ingin melihat lelaki itu lagi… eh!” pekikan tiba-tiba terdengar saat Lian mengedarkan pandangan ke sana-ke mari dan menemukan sosok Hyerim berjalan tak jauh dari tempatnya berpijak.

Tanpa pikir 2 kali, Lian langsung melompat dari pagar menimbulkan pekikan Meilin yang menyuruhnya kembali. Tapi telinga Lian seakan tuli dan makin memasuki daerah camp militer Korea Selatan, lalu langsung tersenyum-senyum tak jelas ketika sampai di depan Hyerim. Jangan tanyakan lagi raut letnan sekaligus tentara itu, jelas-jelas Hyerim menampakan air wajah keheranan.

Excuse me, are you Kim Hyerim? (Permisi, apa anda Kim Hyerim?) tanya Lian seraya menurunkan kacamata hitamnya sebentar kepangkal hidung sambil sedikit menunduk menatap Hyerim dari bola matanya yang terlihat dibalik kacamata yang diturunkan dan sudah kembali dipasang.

Dengan linglungnya Hyerim mengangguk dan menatap Lian curiga. “Yes I am. And then, who are you huh? (Ya, benar. Dan lalu, siapa dirimu huh?)” Hyerim bertanya sedikit judes.

Karismanya kuat. Itulah pemikiran Lian akan sosok di hadapannya dan dirinya memaklumi Luhan bisa jatuh cinta pada sosok yang sudah menaruh kedua lengan dipinggulnya dan menatapnya seakan mengintimidasi. “Ahh, my name is Wu Lian. If you want to know(Ahh, namaku Wu Lian. Jika kau ingin tahu─ )

“Sorry, but I’m not interest to know more about you. Even if that is a small thing that very important for you to tell me, (Maaf, tapi aku tidak tertarik untuk lebih mengenalmu. Meski itu hal terkecil yang sangat penting bagimu untuk diinformasikan kepadaku) potong Hyerim dengan menengokan setengah kepalanya ke kanan dan ke kiri.

Mulut Lian seketika bungkam, ditarik olehnya kacamata dan selendangnya hingga terlepas. Lian pun berdehem sebentar. “Are you Luhan’s precious girl? (Apakah kau gadis kesayangan Luhan?) mendengar kata tersebut membuat Hyerim menegakan tubuhnya dan seakan tubuhnya membeku seketika, Lian menyunggingkan senyum tipisnya.

“And then you will tell me, you have been his precious girl now? Ah how sad you are, lady, (Lalu kau akan mengatakan, bahwa dirimu telah menjadi gadis kesayangannya sekarang? Ah, betapa menyedihkan dirimu, Nona)

Lian menganga melihat tatapan tak bersahabat Hyerim yang salah paham. Buru-buru dirinya menggeleng dan melambai-lambaikan tangan di depan Hyerim. “No, no. You have misunderstanding about me. Luhan is only my ex crush, (Tidak, tidak. Kau salah paham tentangku. Luhan hanyalah lelaki yang dulu aku sukai) sial, Lian keceplosan. Dirinya jadi menutup mulutnya dengan rapat lagi.

Hyerim tersenyum miris layaknya hinaan pada Lian yang salah tingkah. “Your ex crush or…. Still be your one and only crush that you love so much, (Lelaki yang dulu kau sukai atau… masih menjadi satu-satunya lelaki yang kau sukai dan sangat kau cintai)

“I’m just his friend. I’m a doctor like you are, but not also an army. By the way, I have be dazzled with your charismatic. You’re freaking a pretty lady. For your information, I can speak Korean but not fluently like your precious guy. (Aku hanya temannya. Aku seorang dokter seperti dirimu, tapi bukan seorang tentara. Ngomong-ngomong, aku terpesona dengan karismamu. Kau benar-benar gadis yang cantik. Sekedar memberitahu, aku bisa berbahasa Korea tapi tidak selancar kekasih tersayangmu)” Lian tersenyum disela pujiannya pada Hyerim yang membatu dan menggerak-gerakan bola matanya yang memandang ke bawah.

Okay, thanks for your praise to me. (Oke, terimakasih atas pujianmu) setelah mengucapkan terimakasih, Hyerim mulai beranjak namun tertahan akan cekalan Lian.

Chankkamanyo (tunggu dulu).” cegah  Lian membuat Hyerim mendesis dan menepis tangannya. Langsung saja gadis Korea itu melipat tangan dibawah dadanya, tak lupa dengan tatapan tak sukanya yang tertuju untuk Lian.

Your Korean language sound weird, if you want to know my opinion about your phrase some time ago. (Bahasa Koreamu terdengar aneh, jika kau ingin tahu pendapatku pada ucapanmu beberapa waktu yang lalu)”

“Aku anggap itu pujian,” ujar Lian lagi-lagi menggunakan bahasa Korea, maupun terdengar aneh dan memang aneh. Lian pun menyadari logatnya yang kaku.

Geuronika… (jadi)” Hyerim mulai berbicara Korea pada Lian dan menatap gadis itu penuh arti. “Apa yang kau mau dariku?”

“Aku hanya ingin berkenalan secara resmi denganmu,” Lian menjawab riang dengan senyuman cerianya. Hyerim mengangguk-angguk dengan mulut sedikit terbuka.

“Kau tahu namaku Hyerim dan aku masih ingat namamu Wu Lian. Jadi kenalan kita sudah selesai.” Hyerim tampak tak minat melanjutkan arus pembicaraan dan memilih angkat kaki, namun frasa Lian lagi-lagi meganggu kinerjanya untuk bergerak.

“Tunggu… apa kau kenal Kapten Choi Minho?” dicegahlah Hyerim oleh Lian untuk kedua kalinya.

“Nan arrayo, wae? (aku tahu, kenapa?)” tanya Hyerim dengan raut terganggu dan Lian tampak menggaruk belakang kepalanya sambil menggoyang-goyangkan badan tak jelas. Hyerim menggumam dengan kepala mengangguk-angguk. “Ah, kau menyukai Kapten Choi, ya?” tebakan Hyerim yang tepat sasaran membuat Lian menatapnya dengan mata membulat.

“Hyerim jungwi, palli iriwa, (Letnan Hyerim, cepat ke mari)” seakan panjang umur, suara Minho terdengar menyuruh Hyerim berjalan mendekatinya.  Sebelum benar-benar lenyap dari hadapan Lian, Hyerim menampilkan senyum miringnya.

“Arra, uri seonjang (baiklah, kaptenku),” sahut Hyerim dengan nada dimanis-maniskan dibagian akhir untuk menggoda Lian yang kemudian hanya menatap kepergiannya dengan bodohnya.

“Kau ini sedang apa di sini?!” entah kapan Yixing datang dan mengetuk belakang kepala Lian membuatnya mengaduh dan menatap Yixing jengkel.

“Melakukan perkenalan dengan Hyerim. Gadis itu karismanya tak terkalahkan. Kuat sekali,”

Yixing membuka mulutnya terkejut, “Ya ampun, dia itu termasuk ice princess dan kamu mengajaknya berkenalan? Hebat sekali,”

Lian mengangguk dan mengangkat kepala menatap tempat Hyerim berada saat ini, “Pantas Luhan jatuh cinta padanya,”

Yixing menatap objek yang Lian perhatikan. Pemandangan Minho yang sedang memberi pengarahan pada Hyerim yang bersikap istirahat di tempat. Layaknya atasan pada bawahannya dalam militer. “Dan asal kamu tahu. Kapten Choi itu tunangannya Hyerim.” seketika Lian merasa ada petir yang menyambarnya, dirinya menatap Yixing yang sedang tersenyum kemudian menepuk bahunya untuk mengajaknya pergi. Jadi… kedua orang itu adalah calon suami istri? Gumam Lian dalam hati.

Detik ini, pasukan dari 2 negara tersebut sedang melakukan pemeriksaan ke tambang yang menjadi kerja sama kedua negara yang mereka tinggali semasa hidupnya. Cina dan Korea Selatan. Lokasi pertambangannya sedikit jauh dari camp membuat para pasukan harus menggunakan truk militer ke daerah tersebut. Lokasinya berada di dekat sebuah gua dan berada di atas tebing yang sekelilingnya menyuguhkan pegunungan. Hyerim melompat turun dari truk terbuka militer yang membawanya ke mari. Gadis itu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru.

“Taemin uisanim (Dokter Taemin),” sapa Hyerim antusias ketika berpas-pasan dengan seorang lelaki yang merupakan kenalan lamanya. “Oraenmaniya (lama tak berjumpa),” Hyerim berujar semangat lalu merangkul Taemin dengan akrabnya, yang dirangkul tampak terkejut melihat sosok Hyerim yang sudah tersenyum-senyum.

“Kenapa kamu bisa ada di sini?” Taemin belum sembuh dari keterkejutannya.

“Heh, aku ini tentara sekaligus dokter. Aku termasuk tim PBB di sini.” Hyerim menjawab sambil mengerutkan bibirnya jengkel, hal tersebut membuat Taemin terkekeh. “Harusnya aku yang bertanya, kenapa kamu bisa ada di sini?”

Taemin tampak menggerak-gerakan bola matanya sambil menggumam, “Aku dokter relawan di sini dan tadi ada panggilan beberapa besi runtuh menyebabkan sebagian pekerja terluka.”

Diangguk-anggukan oleh Hyerim kepalanya tanda mengerti, kemudian tangannya turun melepaskan rangkulannya pada Taemin serta memukul bahu lelaki itu manja. “Nan bogoshipoyo, eotteohke jinae syeosseoyo? (aku merindukanmu, bagaimana kabarmu?)” tanya Hyerim dengan nada sok manjanya membuat Taemin terkikik geli sambil sedikit menunduk dan menggunakan tangan kanannya menutupi bibirnya yang terkekeh akan tingkah gadis di depannya.

Johayo, neon eottae? (baik, kalau kamu?)” timbal balik Taemin adalah menanyakan kabar kembali pada Hyerim yang sedang melakukan penggerakan memiringkan kepala ke kiri dengan raut tak tahu.

Geujeo geuraeyo. Hoksi jom pigonhandaeyo. (biasa-biasa saja. Mungkin sedikit lelah)”

“Aku dengar kamu sudah punya pacar,” topik yang Taemin mulai membuat Hyerim salah tingkah apalagi pria itu menatapnya penasaran dengan satu alis terangkat.

“Ah lupakan, ayo kita kerja!” daripada lebih kelihatan bodoh, Hyerim langsung menarik Taemin menjauh dan lelaki itu terus saja mengoceh tentang lelaki beruntung mana yang saat ini menjadi kekasih Hyerim, namun Hyerim hanya menghiraukannya.

“Wah, Hyerim itu benar-benar keren. Mantan kekasih, tunangan, dan….” Yixing menghentikan ucapannya sambil fokus menatap punggung Hyerim dan Taemin yang makin menjauh. “… kekasih baru ada di satu tempat yang sama, hebat.” kepala Yixing geleng-geleng dengan tatapan takjub pada Hyerim. Sementara Luhan yang berada di sampingnya hanya tersenyum paksa pertanda tak suka.

“Sudahlah, ayo kita memeriksa tempat ini,” diangkat kakinya menjauh dari sana oleh Luhan dan Yixing hanya menatapnya dengan senyum menggoda.

“Heh, Kapten, kau cemburu kan? Ayo mengaku saja!” seru Yixing dengan nada menggoda disertai senyuman jahil, Luhan hanya mengabaikannya dengan terus berjalan.

Pemeriksaan sedang terjadi, berjaga-jaga akan adanya para geng lokal yang nekad menghancurkan pertambangan asing mengingat Urk termasuk negara konflik. Beberapa tim medis dari Korea Selatan tampak sibuk berkeliaran karena pekerja dari Korea Selatan banyak yang terluka akibat besi-besi yang jatuh. Hyerim tampak sedang melangkah melihat ke sekeliling hingga sebuah tepukan ia rasakan membuatnya terlonjak.

“Hai!” suara ceria Lian menyapa Hyerim ketika membalikan tubuh ke belakang dan mendapati gadis China itu sedang melambaikan tangan padanya.

Wae neo yeoggiseo? (kenapa kau di sini)” terlihat jelas Hyerim terganggu dengan sikap Lian yang sok kenal dan dekat dengannya.

“Relawan China juga diperintahkan ke sini sebab perihal besi yang berjatuhan, lalu aku tak sengaja melihatmu…”

Fokus Hyerim tidak lagi mendengarkan Lian yang masih panjang lebar berbicara, netranya menjatuhkan pandangan ke arah belakang Lian. Tergambarkan seorang anak lelaki dan perempuan yang mungkin mempunyai rumah dekat pertambangan, sedang bermain kelereng dengan posisi berjongkok. Hal tersebut memang hal biasa yang tak perlu membuat bola beriris hitam pekat Hyerim membulat. Sebab akibat membulatnya mata letnan satu itu adalah sebuah penyanggah besi yang bergoyang di dekat dua anak beda kelamin itu. Goyangan itu makin dahsyat layaknya tarian disco, dan finishnya adalah penyanggah tersebut bersiap jatuh menimpa dua anak adam serta hawa tersebut. Hyerim dilanda panik dengan mulut terbuka dan mata makin melebar.

“Hey! Awas!” teriakan Hyerim meledak diiringi tubuhnya yang berlari menuju kedua anak tersebut.

Lian yang sedaritadi mengoceh banyak hal dengan Hyerim lansung menolehkan kepalanya ke arah Hyerim berlari dengan mulut terbuka. Beberapa orang pun langsung menolehkan pandangan pada penyanggah besi tersebut. Bunyi ‘krieng’ yang menandakan penyanggah tersebut makin runtuh terus memekikan telinga, hingga sampailah Hyerim di tempat tujuannya dan buru-buru memeluk kedua anak tersebut sambil menekukan badannya. Dan bunyi ‘brak’ yang lagi-lagi memekikan telinga terdengar pertanda penyanggah yang menabrak sisi kiri bahu Hyerim.

“Akh!” rintihan kesakitan keluar dari gadis bermarga Kim itu apalagi dirinya menahan penyanggah agar tidak lebih jatuh membiarkan dirinya tertimpa total.

Semua orang berteriak dengan raut terkejut tak terkecuali Luhan. Dengan langkah buru-buru Lian mendekat pada Hyerimkarena dirinya yang paling dekat dengan posisi kejadian. Lian langsung berjongkok dan bertanya dengan nada khawatir.

“Hyerim, kau tak apa-apa? Hyerim-ah,” digoyang-goyangkan oleh Lian bahu Hyerim yang tidak terluka. Beberapa orang langsung berbondong-bondong datang dan secepat kilat penyanggah tersebut berhasil tersingkirkan dari tubuh Hyerim.

“Aku baik-baik saja. Periksa anak-anak ini, mereka pastinya mengalami syok,” Hyerim merespon pertanyaan Lian barusan dan melepaskan rengkuhan pada kedua anak yang ia lindungi tadi.

Raut ragu-ragu tercetak jelas diwajah Lian akan respon yang diberikan Hyerim itu. “Tapi kau…”

“Obati saja mereka!” Hyerim menyela dengan nada membentak sambil menatap Lian murka, namun gadis itu hanya bergeming.

Tidak ada pilihan lain, Hyerim akhirnya berdiri dan membawa kedua anak tersebut untuk ia obati. Lian hanya memandangi Hyerim dengan raut khawatir. Di situ pulalah terdapat Luhan yang ikut membantu penyanggah besi disingkirkan dari tubuh wanita bernama lengkap Kim Hyerim itu. Tatapan Luhan jatuh pada punggung Hyerim dengan dalam, tak sengaja pula ekor matanya mendapati bahu gadis itu berdarah dengan ditandai bagian baju dibahunya basah dan kotor.

Sore menyapa ditandai selesainya pengecekan tersebut. Ternyata banyak struktur bangunan yang sudah jadi namun tak mempunyai keamanan yang memidai. Ditandai dengan insiden runtuhnya penyanggah besi beberapa waktu kebelakang serta mengakibatkan salah satu dokter militer terluka. Hyerim yang menjadi korban tersebut tampak santai duduk di bak terbuka truk militer untuk menuju camp militer. Dirinya hanya menunduk memperhatikan jari-jarinya yang kotor karena kerja lapangan tadi.

“Letnan, apa anda baik-baik saja?” salah satu sersan bersuara dan membuat Hyerim memandangnya dengan senyuman guna melenyapkan raut khawatir salah satu anggota tersebut.

“Aku baik-baik saja,” jawab Hyerim dengan nada tenangnya.

“Tapi anda belum diobati, komandan bisa

“Aku ke sini sebagai Letnan Kim Hyerim yang merupakan seorang dokter militer dari Korea, bukannya Kim Hyerim putri dari Letjen Kim Jaehyun yang merupakan komandan pasukan khusus Korea Selatan. Jadi kembalilah ke tempatmu, bila aku merasa sakit aku bisa mengobatinya karena ini hanya berupa luka biasa,” jawaban Hyerim mutlak membuat Sang Sersan kembali duduk di tempatnya diiringi truk militer yang mulai berjalan. Seketika ditengokan kepalanya ke arah belakang, saat itu terdapat truk militer lain dan di sana pula terduduklah Luhan yang juga memandangnya. Dengan cepat Hyerim membuang muka daripada hatinya perih melebihi sakit dibahunya. Dan Luhan hanya memandangnya dengan penuh arti.

Bintang yang bertebaran dan bulan yang sudah menjadi raja menandai akan malam yang sudah tiba. Minho terduduk di tangga bangunan kantornya, tangannya memegang batu kerikil yang ia lempar dan ditangkap kembali ditangan yang sama. Lelaki itu sedang memandang langit sambil tersenyum-senyum, pertanda orang kasmaran.

“Nama wanita itu belum aku ketahui sama sekali,” gumam Minho pelan karena mengingat sosok wanita yang tak sengaja ia tabrak saat berteleponan dengan Hyerim sekaligus wanita yang sama juga ketika insiden penyanggah besi jatuh menghampiri Hyerim dengan raut khawatir.

“Hya!” ketika masih terbayang-bayang gadis pujaannya, seruan mengejutkan khas Hyerim terdengar membuat Minho terkejut dan hampir jatuh dari tangga.

Ditampilkan oleh Hyerim senyum tanpa dosanya ketika berhasil mengejutkan Minho. Sementara kaptennya itu menatap Hyerim kesal. “Aku terkejut, astaga! Dasar letnan kepala batu!” seru Minho dengan bibir bergerak-gerak kesal dan reaksi Hyerim pun sangat santai akan hal tersebut seakan tak melakukan kesalahan apapun tadinya.

“Daritadi kulihat kamu ini senyum-senyum…” Hyerim bergumam sambil meneliti Minho dengan mata memincing, lelaki itu tampak acuh dan masih setia memainkan lempar-tangkap dengan kerikil ditangan kanannya. “Solma (jangan-jangan)… kamu ini sedang jatuh cinta!” seru Hyerim dengan tangan terlipat didepan dada dan badan sedikit membungkuk, Minho melirik sekilas lalu berdecak pelan.

“Kamu ini peramal, ya?” tanggapan Minho membuat Hyerim menegakan tubuh kembali sambil mengangkat wajah dengan senyum kemenangan karena mutlak tebakannya benar tanpa harus adanya pembantahan. “Maja, nan sarang ppajida (benar, aku jatuh cinta),” ucap Minho dengan senyum lebar dan mata berbinar-binar membuat Hyerim tambah memandangnya menggoda.

“Ahhh, dengan siapa?” Hyerim bertanya sambil mencondongkan tubuhnya lebih mendekat. Minho menatapnya dengan raut seakan berkata menurutmu siapa.

Bimil saram (orang rahasia),” jawab Minho dengan seringaian jahilnya.

Perlahan Hyerim mulai tidak mencondongkan tubuhnya dan menatap Minho kesal. Lelaki itu malah bersenandung ria membuat kekesalan Hyerim tambah dipuncak. Dengan gerakan gesit, Hyerim merebut kerikil yang sedaritadi Minho mainkan ketika batu itu sedang melayang dan siap mendarat ditangan lelaki Choi itu. Sesegera mungkin Hyerim mundur beberapa langkah dari Minho sambil mendekap kerikil tersebut ditangan kananya dengan wajah terjahatnya menatap Minho.

“Ya! Kembalikan padaku!” Minho berseru dengan telunjuknya menunjuk Hyerim dengan sebal.

“Tidak mau!” lidah Hyerim terjulur sedikit dengan penolakan mengembalikan kerikil yang sebenarnya tak seberapa.

“Kamu akan mendapatkan masalah bila mencari gara-gara denganku,” ditampilkan pula raut memelas Minho namun tak diidahkan pula oleh Hyerim kata-katanya.

Digeret oleh Hyerim tubuhnya untuk semakin menjauh ke belakang. “Mana mungkin itu terja” kata-kata Hyerim terhenti ketika sisi tubuhnya menabrak tubuh seseorangdirinya tadi berniat memutar badan pergi namun tertunda karena tabrakan ini. Ketika matanya meneliti siapa korban tabraknya, dirinya langsung membeku mendapati wajah Luhan beberapa jengkal dari wajahnya.

“Sudah kubilang kamu akan dapat masalah,” kata Minho berusaha menahan tawa dibalik senyumannya. Dirinya sudah berdiri dan berjalan mendekati Hyerim dan Luhan yang belum merubah posisi.

“Kenapa kamu ada di sini? Tempat ini milik pasukan Korea Selatan!” teriak Hyerim dengan nada marah diiringi tubuhnya menjauhi tubuh Luhan yang memasang raut berusaha biasa-biasa saja.

“Aku ada urusan dengan Kapten Choi,” jawab Luhan tanpa ekspresi kemudian melangkah mendekati Minho serta menjauhi Hyerim yang memutar tubuh berlawanan untuk memperhatikan dua kapten tersebut.

“Yo, ada apa mencariku?” sapa Minho ramah diiringi tepukan dibahu Luhan yang langsung menyunggingkan senyum.

“Dia tersenyum ke orang lain, kepadaku tidak,” gumam Hyerim pelan atas kecemburuannya itu dengan raut ditekuk.

“Karena banyak struktur bangunan tidak memidai lebih baik kita mengarahkan pasukan untuk lebih hati-hati agar tidak terjadi korban lagi. Dan tidak membiarkan warga lokal seperti anak-anak tadi masuk ke area pembangunan,” Luhan mulai angkat suara dan Minho mengangguk-anggukan kepala dan langsung menyetujuinya. Mereka pun memulai obrolan ringan lain, merasa bosan, Hyerim pun angkat kaki dari sana.

Keran tersebut menumpahkan isinya ketika Luhan menyalakannya, dibasuhlah olehnya wajah yang terlihat kucel tersebut dengan air segar yang mengalir dari keran sebanyak empat kali. Dirinya baru selesai mengobrol dengan Minho beberapa menit yang lalu. Setelah membasuh muka, Luhan berniat mengambil handuk dan mengelap wajahnya. Namun baru saja dirinya berbalik untuk mengambil barang yang diinginkan, sosok Hyerim seketika sudah muncul di depannya dan mengeringkan wajah Luhan dengan handuk putih yang berada ditangannya. Luhan membatu dan hanya memandangi Hyerim yang masih mengelap parasnya yang menampilkan raut tanpa ekspresi lantaran bingung ingin bereaksi seperti apa ketika bertemu Hyerim.

“Kenapa kau ada di sini? Ini bukan camp militer Korea Selatan,” ujar Luhan ketika Hyerim selesai akan kegiatannya dan menaruh handuk tersebut di tembok berwarna coklat terang di samping kanannya.

Ditataplah Luhan oleh Hyerim tepat dimata lelaki tersebut. “Untuk apa kau bertanya kepada orang yang tidak kau pedulikan lagi.” Hyerim membalas dengan binar nanar dimatanya membuat Luhan membatu untuk kesekian kalinya.

“Kau benar,” Luhan membenarkan hal tersebut seraya menghembuskan napas sejenak. Lalu menatap Hyerim dengan pandangan sedikit sayu. “Kemudian untuk apa kau di sini?” pertanyaan Luhan terulang kembali.

“Karena aku masih peduli padamu,” jawab Hyerim tanpa keraguan dan sangat cepat. Rasa bersalah makin menyelimuti diri Luhan ketika mata gadis yang ia sayangi berkaca-kaca.

“Maaf telah mengabaikanmu,” dengan sorot mata tulus Luhan mengatakan hal tersebut.

Hyerim memejamkan matanya dan sekon itu pun kristal bening tersebut tak terbendung lagi serta tumpah ruah dipipi tirusnya. Kedua matanya terbuka kembali menatap Luhan yang memandangnya sayu. “Kalau begitu…” perkataan Hyerim tersendat untuk menahan isakan. “Kenapa kamu tidak megenggamku? Kenapa kamu tidak memelukku? Kenapa….” kata-kata tersebut tersendat kembali dan Hyerim mengigit bibir bawahnya sambil memejamkan mata sebentar. “Kamu terus lari dariku? Kamu selalu baik pada semua wanita membuatmu mudah sekali membuat mereka menyukaimu. Tapi kenapa…” Hyerim memandang Luhan dengan mata berairnya. “Kamu jahat padaku!” seru Hyerim seraya tangan kanannya terangkat memukul bahu kanan Luhan namun lelaki itu memilih bergeming.

Tangan Hyerim masih setia memukuli bahu Luhan, lalu Luhan pun mengangkat tangannya untuk menyingkirkan tangan Hyerim. Tanpa ekspresi apapun, Luhan berjalan melewati Hyerim membuat air mata gadis itu makin jatuh dengan kepergian Luhan yang entah keberapa kalinya. Namun sebelum Luhan benar-benar pergi, tangan kanannya menarik tangan kanan Hyerim membuat tubuh gadis itu berputar ke arahnya dan setelah itu Luhan langsung merengkuh Hyerim dalam pelukan hangatnya. Hyerim yang terkejut tak membalas pelukan itu walau Luhan mengeratkan pelukannya.

Mianhae, nan… nan jeongmal geudaeman saranghae. (maaf, aku… aku benar-benar mencintaimu)”  Luhan berujar dengan tangan yang mulai mengelus pelan belakang kepala Hyerim yang perlahan membalas pelukannya. “Neol bomyeon michigesseo (aku menjadi gila ketika melihatmu),” ujar Luhan yang entah sejak kapan sudah terisak untuk menangis menemani Hyerim, membuat Hyerim mengelus pelan punggungnya. Mereka pun terus berpelukan menandakan akan cinta yang tidak bisa mereka hilangkan begitu saja, ini semua ditandai dengan kembalinya hubungan keduanya.


─To Be Continued


Berhubung orang yang bernama Elsa ini terlahir dengan sifat alay dan baperan. Buat nyelipin itu MV Yoon Mirae – Always aja jadi baper lagi sama DOTS, liat MVnya pun pen mewek kangen SongSong Couple dan GooWon Couple. Bfffffffffftttttttttttttttttttttttttttttttt. Ditambah laptop ane kena problem lagi, lappy ane minta diganti keknya gaes. Udahlah ane sabar untuk file FF yang nyarang di laptop itu cuman beberapa potongan gak terlalu penting karena This Love yang sangat penting ini udah tersarang di imel buat dibetain sama di google doc. Jadi kalo itu laptop dibenerin lalu file ane amblas hilang, ane gak jadi masalah.

Oke, balik ke FF. Adakah yang nunggu DOTS abal-abal ini? Dan Luhan di sini yang awalnya sok jual mahal, sok-sokan gak peduli, sok-sokan udah gak suka dan akhirnya….. ECIEE BALIKAN CIEE PELUKAN CIE CIEEE CIEEEEEEEEEEEEEEEEEE /YANG NULIS FFNYA JOMBLO SIH/ABAIKAN/ CIEEE DI SINI SIAPA YANG DARI KEMARIN GEREGETAN MEREKA BALIKAN? :p

Akhirnya CLBK = Cinta Lama Belum Kelar ini pun menjadi CLBK asli alias Cinta Lama Bersemi Kembali. Ya emang pada dasarnya putus kepaksa sama masih centong ya balikan aja bener gak? Dan sepertinya wangi-wanginya bakal ada pasangan baru /lirik Minho sama Lian/ :p /ini Elsa spoiler/ wkwkwkkw. Di sini juga penggunaan Bahasa Inggris yang aku bilang pun kepakai dan aku selipin translate eheheh, kedepannya siap-siap sakit mata sama B.Inggris aku yang gak seberapa dan bikin sakit mata (padahal di sekolah selalu pake Inggris tapi percayalah Inggris lebih gampang ngebaca sama ngedengrin dan ngomong dibanding harus dituahkan ke tulisan)

Yaudin lah bacot gak jelasnya, nantikan This Love Chapter depan yaaa dan semoga ada hidayah mau ngorek ngeedit chapter 4nya jadi biar langsung publish.

Advertisements

Author:

A tinkerbell who dream to be Luhan's future wendy — Also an amature author, k-drama trash, k-running man freak, eternal ELF, ahjussi and korean actor addict in the same time

18 thoughts on “FF : This Love – Chapter 3

  1. aduhh baper abiss baca nya..
    tadi malam sempet kangen berat sama ff this love ini ngehayal juga sihh gimana kelanjutan nya versi imajinasi aku.. 😀 haha soalnya kebelet Udah rindu baca kelanjutanya .eh panjang umur pas cek email udah di publish

    ciee ada yang balikan . Peluk pelukan sambil nangis.. Lu sokk kuat siihh kan akhirnya gak bisa lama lama cuekin hyerim.

    ada taemin nya. ! aku suka seberapa dekat sihh hyerim sama taemin waktu dulu. aku penasaran . next 🙂

    Like

    1. Sesungguhnya aku juga baper kebangetan nulisnya apalagi sambil denger lagu DOTS ahahaha…

      Panjang umur sekali ya aku publish walau wepenya sentimen sekali huhuhuhu.

      Cieee yaaa cieeeeee. Akhirnya balikan, nangis-nangis juga sambil pelukan. Emang tuh ya Luhan gak usah sok-sokan gak peduli eh tau-taunya masih cintong wkwkwkwkwk.

      Hyerim sama Taemin dulunya….
      Oke tunggu aja ya eheh

      Like

  2. Aku masih nunggu cerita nya kok kak.
    Luhan kejam banget disini kan kasihan sama hyerim tapi dia juga masih perduli sama hyerim.
    Ciee minho suka sama lian kalo mereka jadian mungkin sama kayak songsong couple.
    Ttap di tunggu cerita nya kak dan fightibg terus. Di tunggu kelanjutannya.

    Like

  3. Luhan disini jahat banget sama hyerim kan kasihan hyerim nya. Tapi di ujung cerita nya so sweet banget, luhan itu gak akan bisa jahatin hyerim nama nya juga udah cinta.
    Minho suka sama lian begitu juga sebalik nya penasaran sama kisah cinta mereka berdua apa kayak songsong couple ya ?
    Lanjutin terus authornim cerita nya gak sabar nunggu kelanjutan nya. Fighting.

    Like

    1. Ahah makasih ya masih nunggu fanfic ini.

      Luhan emang agak jahat awalnya tapi akhirannya manis dengan mereka balikan lagi ahahaha.

      Bisa dibilang mereka macem SongSong couple di sini cuman gak didetailin cerita tentang mereka ahaha. Iya makasih ya say… ^^

      Like

  4. 😂😂 akhirnya ngaku juga lulu 😂 duh sok jual mahal ujung2nya murah juga *eh 😂
    Hyeri emmmm😕 nice lah , duh perjalanan cinta semoga nggak panjang bnget ceritanya ujung2nya kaya beuty and the beast yg ngeggantung kaya jemuran 😂 duh thor kpan lnjutnya😑

    Like

    1. Murah wkwkwk. Dikira baju 😂😂

      Btw itu typo say. Namanya Hyerim bukan Hyeri ._.

      Lanjut yang mana? Wkwkwk. Banyak utang sama kegiatan di dunia nyata diri ini :v

      Wkwkwk beauty and the beast sama ff ini kan beda. Kalo di situ ya gitu di sini kan merekanya emang dari awal udah saling suka. Sabar aja ya nunggu lanjutannya 🙂

      Like

      1. Iyaa tau typo , sebenernya mau komen lagi tapi duh ntar orgnya marah kebanyakan bikin lapak di toko org😂
        Iyaa beda cuma takutnya berakhir sama ?/ duh ga ngerti juga 😂 yaudeh keep waiting!

        Like

      2. Gak apa ngelapak di komen seneng kok ahahah

        Keep waitingnya udh gak kepending tuh beauty and the beast sm this lovenya udah upadate lagi ahahah

        Like

  5. Sbnrnya udh bca dri kmrin dlu tpi bru sempet komen skrng. Mianhae sa wkwk

    Btw itu Luhan pertahanan nya runtuh eaakk, pda akhirnya luluh juga ke si hyerim, anyway aku ksian sma lian masa, pin bgt deket ke hyerim keknya tpi susah

    Next ny d tunggu ya^^

    Liked by 1 person

  6. Ahh sayanggggg ahkhirnya aku kelar juga baca nih this love vers #dots #baperlagi2 ahh iya dek ada yang kurang dikit nih dikit kok yang bagian ini : mengaku saja’lah’ kalau ngk salah sih yang bagian itu, dan juga daebak inggris sama korea kamu lancar beud dek, akulah privat whahaha ^^ ahh iya 1 lagi dek , aku berharapnya ada 1. note di setiap chapter kalau ngk note sendiri buat artian bhs korea, eoottee? #salah

    Liked by 1 person

    1. Akhirnyaaaaa ~~~ 😄😄😄😄😄 baper mulu ya hidup ini kak /eh

      Aslinya aku cuman bisa inggris kok. Korea dikit-dikit aja kak itu liat google kok wkwkwkw sama kata-kata yang aku dapet dari novel, drama, sama lagu korea yang aku pelajari XD XD inggris juga kadang salah penulisan kok lebih gampang ngomong sama ngedenger orang soalnya di sini kebiasaan ngomong sama inggris dibanding nulis sama inggris.

      Di notein? ._.v bukannya udah aku kasih translate ya? ‘-‘

      Liked by 1 person

      1. Emang iya sih, aku aja kepengen belajar harus ada kata malas uhh menyebalkan -_- huuh note dek, kan ffnya kamu panjangan kan, kalau aku mau belajar dikit2 aku haru scroll dari atas sampai bawah dong hehe 😀

        Like

  7. Kenapa gue baper ya baca ini? Seketika diriku kangen DOTS

    Kasihan hyerim yang masih di cuekin ama luhan 😂😂

    Menantu 😀😀 langsung kebayang part ini di DOTS jadi gak perlu khayal lagi 😊

    Tpi ujungnya sosweet bnget.. Sisi sosweet luhan keluar. Tpi minho ama lian gak jadian aja ya? Biar sma2 jadi couplean kyak DOTS 😀

    Lanjut terus kak, fighting
    Maaf kak baru baca, soalnya baru bisa baca ff karna lagi sibuk ujian MID 😭😭

    Liked by 1 person

    1. AKU JUGA KANGEN DOTS. eh tapi mas leemin sama om gongyoo minta dijamah /kok ambigu njr -_-/

      Luhan sok jual mahal eak :v
      Emang itu lucu aja scanenya makanya diselipin wkwkwkwk. Menantu, menantu XD XD

      Luhan gak tahan gak mau soswit gak tahan ngejombol /ditabok/

      Udah kuspoilerin di note jadi ya mereka kapelan XD XD

      Gak apa dek kujuga baru kelar UAS beberapa jam lalu lol XD

      Liked by 1 person

Write ur Love Letter . . . <3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s